
Toni akan pergi ke kantor saat dia menerima telpon dari anak buah nya.
" Katakan." kata Toni saat mengangkat telpon.
" Kami sudah mendapatkan orang yang anda cari." jawab anak buah Toni.
" Baik, tunggu aku di sana."
Toni pun menutup telpon dan dia terkejut saat berbalik, ternyata Eva sudah ada di belakang nya.
" Ada apa?kau mau kemana?' tanya Eva.
" Tidak ada, sayang. Hanya urusan kantor saja." jawab Toni.
"Jangan mebohongiku." Eva terlihat serius.
" Tidak ada apa-apa. Aku tidak sedang bohong." Toni mencium pipi Eva untuk menenangkanya.
"Aku pergi dulu." Toni pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
Eva yang merasa curiga dengan sikap suaminya itupun tak habis akal. Dia langsung pergi membawa mobil dan mengikuti Toni.
Toni tidak pergi ke arah yang biasa dia lewati untuk pergi ke kantor. Toni pergi ke tempat sepi dan terpencil menuju bangunan yang sudah tak terpakai.
Disana sudah ada empat anak buah nya yang enunggu dan dua orang yang di ikat di kursi dengan kepala di tutup kain hitam.
" Meraka orang nya ,Bos."
" Buka." perintah Toni.
Penutup kepala hitam pun di buka. Kedua orang yang di ikat terlihat silau sat membuka mata mereka.
Toni mendekati kedua nya yang terlihat ketakutan.
"Jadi kalian yang mencelakai anak ku?" tanyaToni.
" Bukan!buakn kami!!" kata salah satu pria dengan wajah ketakutan.
BUKKK..
Toni memukul pria yang menyngkal pertanyaan nya tadi.
" Katakan siapa yang menyuruh mu melakukan nya?!!!!" teriak Toni.
" Cepat katakan!!!!" anak buah Toni memukul mereka lagi.
beberapa pukulan pun kembali di layang kan oleh anak buah Toni karena Para penjahat itu tidak mengatakan apapun.
" Baik..baik..tapi tolong jangan apa apa kan kami." mohon para penjahat itu.
" Katakan!!!" Toni menahan amarahnya.
" Kami hanya di suruh. Kami hanya di bayar."
Toni sungguh sangat terkejut mendengar pengakuan para penjahat itu.
" Angela? Begitu tega nya dia melakukan itu?" batin Toni.
" Dia sudah ku peringatkan untuk tidak mendekati anakku,tapi dia sudah melakukan hal berlebihan!" Toni mengepalkan tangan nya.
Dia lalu pergi meninggalkan tempat itu.
" Urus mereka.' kata Toni.
Toni langsung memacu mobil dengan kencang meninggalkan tempat itu dengan wajah marah.
Dia tidak menyadari jika Eva yang mengikutinya dari tadi mendengar percakapan mereka.
Eva masuk ke dalam ruangan tempat para penjahat itu di sekap. Dia masuk saat anak buah Toni akan membereskan para penjahat itu.
Eva masuk lalu mengambil pistol di pinggangnya dan langsung menembak kedua penjahat itu tanpa aba aba apapun.
DOR,,DOR,,
Tembakan tepat di kepala mereka dan kedua nya langsung mati seketika. Eva pun kembali meninggalkan tempat itu di iringi dengan keterkejutan para anak buah Toni.
****
Dengan marah Toni mendatangi rumah Angela. Dia mengetuk pintu namun tak ada jawaban sama sekali. Mobil Angela ada tapi tak ada tanda tanda Angela di dalam.
Toni mencoba membuka pintu dan ternyata pintu tidak di kunci.
Toni langung masuk ke dalam dan mendapati rumah Angela yang berantakan. Seperti sudah ada sesuatu pertengkaran yang terjadi.
" Apa yang terjadi?!" pikir Toni.
Sementara itu Eva sedang berdiri di pinggir jembatan dengan menodongkan pistol tepat di kepala Angela yang ketakutan.
" Eva, Apa yang kau lakukan?" kata Angela sambil melirik ke belakangg karena sedikit saja bergerak dia akan terjatuh ke sungai bawah jembatan.
" Ampuni aku. Aku janji tidak akan mengganggu keluarga mu lagi.' Angela mulai menangis.
Eva tetap berdiri tanpa bergeming sedikitpun.
" Eva. Maafkan aku."
Eva tersenyum menyeringai dan,
DORR...
Eva menarik pelatuk tanpa ragu sedikitpun lalu Angela pun terjatuh ke sungai dengan darah di kepalanya.