AXELLE

AXELLE
Bab 59



Di perusahaan Bloodmoon.


Toni dan Dirga Dewangga sudah berada di ruangan Ketua.Mereka langsung datang setelah sekertaris Hans menelpon agar mereka segera berkumpul di kantor segera.


Dirga dn Toni sama sekali tak bertegur sapa saat mereka menunggu.Tak lama kemudian Ketua pun datang bersama sekertaris Hans


Toni dan Dirga berdiri untuk menyambutnya lalu Ketua mempersilahkan mereka duduk setelah dia duduk di hadapan keduanya terlebih dahulu.


"Baiklah, Ku pikir kalian sudah menunggu nunggu tentang apa yang sudah ku katakan tentng penerusku." Ketua memulai pembicaraan.


"Apa yang harus kami lakukan?" tanya Dirga Dewangga.


" Ahahaha...sepertinya kau sudah tidak sabar." Ketua tertawa melihat Dirga yang terlihat ber api api.


" Aku pikir,,,aku akan mengadakan suatu pertandingan yang adil untuk kalian." Kata Ketua.


"Pertandingan?" Tanya Toni dan Dirga secara bersamaan.


"Ya, rasanya sulit untuk menentukan penerusku hanya dengan suatu kinerja yng bahkan mereka sendiri belum bisa membuktikannya." Kata Ketua


"Jadi ku pikir aku akan mengadakan suatu pertandingan yang adil untuk kalian." Ketua tersenyum.


"Pertandingan seperti apa maksud nya?" tanya Toni.


"Sekertaris Hans." Panggil Ketua.


Sekertaris.... menghampiri ketua setelah namanya di panggil. Dia membuka Map yang dari tadi di pegang nya.


"Saya akan menjelskan pertandingan yang akan di lalui. "Kata Sekertaris Hans.


Toni dan Dirga pun mendengarkan dengan seksama.


"Kami akan mengadaka pertandingan Takwondo yang akan di ikuti oleh beberapa peserta." Sekertaris mulai membacakan.


"Kami akan mengikut sertakan beberapa Ahli Taekwondo sebagai peserta untuk memeriahkan pertaningan." Lanjutnya.


"Axelle dan Alby akan menjadi salah satu peserta dan harus mengalahkan semua peserta agar bisa mnjadi pemenang." Sambung Sekertaris.


"Apa?para ahli?apa ini tidak terlalu berlebihan?" tanya Dirga Dewangga.


"Ahahahah..kenapa?apa kau tidak yakin dengan kemapuan anakmu?" tanya Ketua sedikit menyindir.


"Ti,,tidak bukan begitu." Dirga langsung diam.


"Teruskan." perintah ketua.


"Baik." jawab Sekertaris.


"Peserta yang bertahan paling akhir dan menjadi peenanglah yag akan di ngkat sebagai penerus ketua dan menjalani masa percobaan." Kata Sekertaris Hans


"Bagaimana?kalian sudah mengerti?" tanya Ketua.


"Kami mengerti.' Jawab keduanya.


"Bagaimana ini?apa Alana bisa mengatasi semua para peserta Ahli itu?Aku harus membuatnya menang. Ini bukan hal besar bagi Alana." Batin Dirga.


"Baiklah,ku pikir hanya itu saja." Ketua mengakhiri pertemuannya.


Toni dan Dirga berdiri lalu meninggalkan ruangan.


"Oh iya satu lagi" ucapan Ketua..menghentikan langkah Dirga dan Toni.


Mereka berdua kembali menoleh.


"Mungkin nanti akan ada seseorang yang akan mengejutkan kalian sebagai peserta.' kata nya.


Toni dan Dirga saling menatap.


'Pergilah," kata Ketua.


Toni dan Dirga pun akhirnya keluar.


"Apa maksud Ayah tadi?" tanya Dirga setelah mereka berada di luar ruangan.


" Aku tidak tahu. Aku sama tak mengertinya dengan mu." jawab Toni lalu pergi meninggalkan Dirga.


"Dasar sombong," gerutu Dirga.


Dirga mengambil Ponsel dan menghubungi Gerry.


" Kau harus segera mempersiapkan Alana." kata Dirga Dewangga.


"Ada apa, Pah?" tanya Gerry.


"Aku akan menjelaskan nya padamu nanti.Sekarang jemput Alana ke sekolah nya dan segera ajak pulang kerumah." Perintah Dirga.


"Baik, Pah. Aku akan menjemputnya sekarang juga." jawab Gerry.


Dirga menutup telponnya lalu pergi dari sana bersama Sekertarisnya.


"Apa maksud dari perkataan Ayah tentang seseorang itu?" Gumam Dirga saat sudah berada di dalam mobil.


" Apa ada seseorang yang sangat ahli dalam Taekwondo yang akan ikut jadi peserta?"


"Bagaimanapun aku harus lebih memepersiapkan Alana, walaupun aku tau dia sudah ahli dalam Taekwondo dan ini mungkin menguntungkan baginya." Dirga tersenyum menyeringai.