
Bab 8
Axelle dan Haidar terkejut mendengar teriakan Marsha saat tangan mereka akan saling memukul. Semua orang tak kalah terkejut melihat kejadian ini.
Marsha berlari ke arah Ring lalu menarik tangan Haidar dan membawa nya turun dari Ring.
Haidar merasa aneh kenapa Marsha menarik nya, namun dia menurut dan megikuti Marsha. Haidar tersenyum mengejek ke arah Axelle sebelum dia pergi.
Huuuuuu....
Semua orang meneriaki Marsha karena mengganggu pertandingan. Namun Marsha tak peduli dan tetap pergi menarik tangan Haidar.
Axelle yang masih berdiri di atas Ring merasa aneh dengan kejadian barusan.
"Apa? dengan mudah dia mengikuti gadis itu?siapa dia sebenarnya?" batin Axelle.
Marsha terus membawa Haidar keluar lapangan dan ke belakang sekolah. Dia berjalan sambil terus menarik tangan Haidar tanpa melihat ke arah Haidar sedikitpun.
Tiba-tiba Haidar menghentakan langkah nya dan menahan tangan hingga Marsha tersentak dan ikut berhenti.
"Kau mau mengajak ku kemana?" tanya Haidar.
"Ah..i..itu.." Marsha seperti kebingungan.
"Berani sekali kau membwaku pergi dari pertandingan dan memegang tangan ku seperti itu?!"
Ucapan Haidar membuat Marsha tersadar kalau tangan nya masih memegang tangan haidar.
Marsha langsung melepaskan tangan Haidar namun dengan cepat Haidar menarik tangan Marsha dan membuat Marsha begitu dekat dengan nya.
Wajah Marsha langsung memerah, baru pertama kali dia sedekat ini dengan seorang pria.Apalagi Haidar termasuk pria yang tampan.
Jantung Marsha semakin tak terkendali saat Haidar mendekatkan wajah nya ke wajah Marsha.
"Ada apa dengan mu?apa kau menyukai ku?" tanya Haidar di depan wajah Marsha.
Mata Marsha terbelalak mendengar pertanyaan Haidar dan membuat wajahnya semakin memmerah.
"A..apa makksudmu?" Marsha tergagap.
"Kenapa?" Haidar semakin mendekatkan wajah nya .
sontak Marsha mendorong Haidar dengan kuat dan melepaskan tangan Haidar.
Marsha kebingungan dan langsung pergi tapa megatakan apapun dengan wajah memerah.
Tapa sadar Haidar tersenyum melihat tingakah Marsha yang kebingungann.
"Dasar gadis bodoh." kata Haidar.
Saat Haidar membalikan badan,dia terkejut melihat Axelle yang sudah ada di belakang nya.
"Wah..apa kita akan meneruskan pertandingan kita?" tanya Haidar .
"Kau mengenal gadis itu?" tanya Axelle.
"Apa?apa aku tidak slah dengar?"Haidar mendekati Axelle yang berdiri di depan nya.
"Kenapa?Kau tertarik dengan gdis itu?" tanya Haidar.
Axelle diam tak mengatakan apapun.
"Lupaakan apa yang sudah ku katakan." Axelle langsung pergi setelah mengatakan itu.
"Dia tida akan pernah mengatakan apapun" pikir Axelle.
sementara itu Marsha baru saja keluar dari toilet untuk membasuh wajah nya yang tadi memerah.
Tiba-tiba tangan Marsha di tarik dengan kuat saat baru keluar dan di bawa ke atap sekolah oleh tiga orang sisiwi di sana.
"Hei apa-apan ini?lepaskan aku!" teriak Marsha.
Tapi para gadis itu tidak mendengar dan terus menarik nya melewati tangga hingga ke atap sekolah..
Tangan nya di lepas dengan kasar saat dia sudah ada di atap sekolah.
"Apa yang kalian lakukan?adaapa ini?"tanya Marsha.
Ketiga gadis itu tidak bicara , mereka malah berdiri menghadang Marsha dengan kedua tangan di lipat di dada.
"Kalian mau apa?" Marsha tak mengerti kenapa dia di bawa ke sini.
Lalu seorang gadis datang dan berdiri di depan Marsha.Gadis cantik dengan rambut pendek seleher an terlihat kalau dia dari kalangan yang benar-benar atas.
"Jadi dia yang nama nya Marsha?" tanya gadis itu.
"Ya Key. Dia gadis yang berani mngacaukan pertandingan tadi." kata salah satu gadis
"Kau siapa?memangnya apa salah ku?" tanya Marsha
"Kau memang polos atau pura-pura polos , hah?!" tanya Key.
"Apa maksud mu?" Mrsha benar-benar tak menegerti.
"Hei! Kau itu sudah berani mengacaukan pertandingan dan membawa Haidar pergi dari pertandingan!" suara Key meninggi.
"Apa?"
"Apa au tidak tau kalau pertandingan itu penting utuk mereka dan kau sudah mengacaukann nya."
"Mereka adalah dua orang yang penting bagi kami.Tapi kau berani -berani nyamembawaa Hiadar dan memegang tangan nya!" Key terlihat sangat emosi.
"Tapi aku sama sekali tidak ada niat apapun." Marsha membela diri.
"Kau ini benar-benar.."
Key mengangkat tangan nya untuk menampar wajah Marsha dan Marsha sudah memejamkan mata nya takut kalau itu terasa sakit.
Tapi tamparan itu tidak juga mendarat di pipi nya dan Marsha pelan-pelan membuka mata nya untuk melihat apa yang terjadi.
Marsha terkejut karena tangan Key yang sudah di angkat nya di tahan oleh Axelle yang tiba-tiba ada di sana.
"Dia?" gumam Marsha dalam hati.