AXELLE

AXELLE
Bab 12



Axelle berdiri mematung di hadapan Marsha cukup lama, menatap luka lebam di pipi gadis itu.


Axelle sendiri tak tau kenapa dia begitu khawatir teentang Marsha. Dia hnya merasa aneh kenapa gadis itu berani sekali mau memisahka perkelahian nya dengan Haidar.


Padahal selama ini tak ada yang berani ikut campur karena takut, bahkan teman nya sendiri pun tak berani. Tapi entah karena polos atau bodoh, gadis itu malah dengan berani berdiri di antara mereka untuk memisahkan setiap kali ada pertikaian.


"Ah," Marsha tak bisa mengatakan apapun saat meliahat Axelle.


"Kau..baik-baik saja?" tanya Axelle.


"Ah, iya." Marsha merasa gugup karena tiba-tiba Axelle perduli padanya.


"Baguslah kalau kau baik-baik saja." kata Axelle.


Marsha mengagguk pelan sebagai jawaban, Axelle pun merasa agak canggung, lalu dia pergi karena tak tau harus bicara apa lagi.


Marsha yang melihat Axelle berlalu dari hadapannya begitu saja, tiba tiba Marsha berteeiak.


"Terimakasih banyak." teriak Marsha.


Axelle menghentikan langkahnya dan berbalik


"Terima kasih sudah memberiku air minum." kata Marsha dengan wajah memerah karen malu mengatakan itu langsung pada Axelle.


Axelle tidak mengatakan appapun dia hanya menatap Marsha dan membuat nya menjadi semakin malu dan salah tingkah.


Marsha menundukan kepalanya seraya menggerutu.


"Bodoh sekalii, apa yang sudah kukatakan."


Axelle menyembunyikan senyumnya saat melihat wajah Marsha yang memerah, lalu dia beranjak pergi.


****


Alby duduk diam di antara kedua teman nya yang asik mengobrol membicarakan kejadian tadi. Namun Alby terlihat tidak fokus, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu yang serius.


"Bagaimana menurutmu, By?" tanya Farrel.


Alby tidak mendengarkan pertanyaan Farel, ia masih terdiam.


"by woi!" farrel setengah berteriak memanggil, karena berkali kali Farel memanggil tetap saja Alby tidak mendengar.


"Woi!" Tambah Raymond seraya memukul lengan Alby.


Seketika mengerjapkan matanya dan menatap horor ke arah dua temannya


"Apa Sih?!" sungut Alby.


"Kamu yang kenapa, di panggil dari tadi diam saja." Gerutu Farel.


Alby terdiam sejenak.


"Tidak ada."


"Hm, mungkin" Alby mejawab dengan terpaksa.


"Tapi menurutku, dia juuga lumayan cantik." tambah farrel.


"Huuu kalau cewek aja, lapar tuh mata." Raymond memukul pundak farrel.


"Emang iya kan?dia lumayan cantik?" farrel bersikukuh.


"Bukan tidak mungkin Axelle akan menyukai nya,,ahahaa." farrel dan Raymond tertawa.


Tai tidak dengan Alby. Wajah nya langgsung memerah saat mendengar perkataan farrel kalau Axelle akan menyukai gadis itu.


Alby langsung berdiri dengan wajah serius lalu beranjak pergi meninggalkan kedua temanya yang sedang bercanda.


"Hei By,mu kemana?" tanya Raymond.


Alby sama sekali tak mendengar dan terus pergi.


"Al!" panggil farrel.


"Mau kemana dia?dasar aneh." ucap farrel karena Alby pergi begitu saja.


"Dia kenapa?" tanya Farel pada Raymon.


Raymond hanya mengedikkan bahunya. Saat mereka tengah kebingungan dengan sikap Alby, Axelle masuk ke falam kelas.


"Dimana Alby?" tanyanya.


"Baru saja dia keluar," sahut Farel


Sementara Raymond memperhatikan raut wajah Axelle yang terlihat bahagia.


"Sepertinya ada yang jatuh cinta nih," goda Raymond.


"Apa maksudmu?" raut wajah Axelle kembali menjadi dingin.


"Hmmm,,tak ada." kata Raymond mengulum senyumnya.


"Dasar kulkas 12 pintu." celetuk Farel melihat raut wajah Axelle berubah seketika.


Axelle mendengar nya dan menatap Farrel dengan tatapan tajam..


"Hehehe..bercanda." kata farrel sambil tersenyum kaku.


Sementara Alby pergi ke atap sekolah dan mengeluarkan handphone nya. Alby berniat menghubungi papanya, namun ia mengurungkan niatnya ketika teringat sesuatu yang menyakitkan


"Kakak?" gumam Alby teringat kakaknya dan bermaksud menghubungi. Namun, lagi dan lagi Alby mengurungkan niatnya saat mengingat perkataan kakaknya semalam.


Tak terasa, bulir air mata jatuh di sudut mata Alby.


"Mama, kenapa kau tidak membawaku bersamamu pergi dari dunia ini..." batin Alby.