AXELLE

AXELLE
Bab 69



Di sekolah.


Alby tengah berada di kantin, menikmati makan siangnya sendirian. Tiba tiba Farel dan Raymond datang lalu duduk berhadapan dengan Alby setelah memesan bakso dan minuman segar.


"By, aku cariin ternyata ada di sini," kata Raymond.


"Maaf, tadinya aku mau pulang ke rumah, Tapi ga jadi, makanya aku langsung ke sini ga ajak kalian." Balas Alby.


Di saat bersamaan, nampak Axelle dan marsha sedang memesa makanan lalu mereka duduk di kursi tak jauh dari ALby dan yang lain.


Alby dan yang lain menoleh ke arah Axelle dan marsha sekilas, lalu mereka melanjutkan makan baksonya.


"Oya By, aku penasaran dengan Haidar. Dia siapa, dan ada hubungan apa dengan perusahaan itu, kok dia ikut daam pertandingan?" tanya Raymond.


Alby menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tahu, bahkan menurutku pertandingan itu konyol terlalu di buat buat. Haidar siapa dan apa hubungannya, aku tidak perduli." Sahut Alby sambil mengangkat gelas minuman segar, namun sudut matanya melirik ke arah Axel dan Marsha.


"By, apa kau sudah mempersiapkan diri buat melawan Haidar?" tanya Raymond.


"Aku tidak perlu lagi mempersiapkan diri." Kata Alby tenang sambil meletakkan gelas di atas meja.


"Axelle?" tanya Farel.


Reaksi Alby berbeda dari sebelmnya, tiba tiba ia marah dan menggebrak meja saat Farel menuebut nama 'Axelle'


"Jangan sebutt namanya lagi di hadapanku, aku benci mendengarnya bahkan aku tidak ingin melihat wajahnya lagi!" teriak ALby menatap marah pada kedua sahabatnya.


"Dia bukan menyembuhkan lukaku, tapi orang kedua setelah papa yang memberikan luka terhebat di hatiku." Ungkapnya lagi, membuat Raymond dan Farel kaget bukan main menatap sorot mata kebencian namun Raymond melihat mata Alby berkaca kaca.


Tidak hanya Raymond dan Farel, bahkan Axelle dan marsh mendengar ucapan ALby dan teman temannya yang lain, termasuk Haidar yang baru saja masuk ke dalam kantin.


"Apa kalian lihat lihat?!" teriak Alby lalu melemparkan gelas ke lantai membuat yang lain ketakutan lalu memilih pergi dari pada berurusan dengannya.


Axelle berdiri hendak menghampiri Alby,namun di cegah oleh marsha. Axelle kembali duduk dan terdiam menundukkan kepala saat Alby berjalan melewati mejanya.


Haidar duduk di kursi dan menikmati pertunjukan itu sambil tersenyum ke arah Axelle lalu menunjukkan jempolnya ke bawah.


Axelle memperhatikan jempol Haidar lalu mengalihkan pandangan ke arah bibir haidar yang mengucap kalimat '****'.


Axelle berdiri, lalu menghampiri Haidar dan memberikan pukulan keras di wajahnya hingga tersungkur ke lantai bersama dengan kursi yang ia duduki.


Axelle menarik kerah baju Haidar supaya berdiri tegap menghadapnya.


"Aku tidak tahu apa masalahmu, kau selalu mengganggu dan mencampuri hidupku!"


Haidar tersenyum menanggapi pernyataan Axelle.


"Simpan tenagamu buat besok, kau tidak hanya butuh fisik yang kuat tapi mental yang kuat untuk mengetahui kebenaran tentang marsha." Ungkap Axelle, memancing kemarahan Axelle.


"Kau!"


Axelle hendak memukul wajah Haidar lagi tapi di halangi oleh raymond yang merangkul bahunya.


"Cukup Xell, ga ada gunanya kau habiskan tenagamu untuk meladeni dia."


Axelle menarik napas dalam dalam lalu menurunkan tangannya dan melepaskan Haidar.


Raymond membawa Axelle menjauh dari haidar di ikuti oleh Farel keluar dari kantin untuk menenangkan AXelle.


Marsha hanya diam memperhatikan, ia sadar telah membuat kesalahan da semua itu berawal dari dirinya. Namun Marsha tidak ingin melepaskan AXelle begitu saja, ia belum rela jika Axelle di miliki oleh wanita lain.