AXELLE

AXELLE
Bab 72



Di tempat lain, Axelle yang sudah berada di halaman rumah marsha dan menunggunya keluar dari rumah, karena Axelle tidak berani mengetuk pintu rumahnya. Tak lama kemudian, pintu rumah Marsha terbuka lebar. Nampak marsha terkejut melihat Axelle sudah berdiri di halaman rumahnya tengah menatapnya. Marsha buru buru menutup pintu dan menghampiri Axelle.


"Xell.." sapa Marsha.


"Katakan, apa itu benar?" tanya Axelle tanpa basa basi.


Marsha diam sejenak dan menundukkan kepalanya, ia sudah tahu kemana arah pertanyaan Axelle.


"Aku sudah tahu..." kata AXelle menatap tajam Marsha.


"Ya, kau benar. Aku sudah menikah...' jawab Marsha.


Axelle diam, menahan napas dan berusaha untuk tetap bersikap tenang meski ia sangat kecewa. Axelle berusaha untuk tidak marah dan mengeluarkan kata kata kasar.


"Aku... menikah dengan Rafka karena terpaksa..." ucap Marsha.


Axelle hanya diam, mendengarkan semua penjelasan Marsha.


"Aku tidak perduli dengan semua alasanmu, tapi yang aku pertanyakan kenapa kau menyembunyikannya dariku? kenapa kau membohongiku?" tanya Axelle.


"Maafkan aku, aku terpaksa melakukan ini semua," jawab Marsha menundukkan kepalanya.


"Sejauh ini aku percaya, mengapa baru sekarang kau jujur dan kau mengatakannya setelah aku tahu dari orang lain bukan dari kamu sendiri yang inisiatif untuk jujur padaku."


Setelah bicara seperti itu, Axelle berlalu dari hadapan Marsha meninggalkannya yang masih berdiri terpaku di tempatnya. Marsha tidak tahu lagi harus bicara apa pada Axelle.


"Maafkan aku..." ucap Marsha pelan.


Sementara di kediaman Dirga Dewangga.


Dirga Dewangga berdiri tegap menatatap marah ke arah Alby yang berdiri tepat di depannya. Tanpa basa basi, Dirga menampar wajah Alby tanpa perasaan.


PLAKKK!


Alby sama sekali tidak terpengaruh, bahkan seperti tidak merasakan sakit meski sudut bibirnya pecah dan berdarah. ALby mendongakkan wajahnya seolah olah menantang sang papa.


BUNUH AKU!


TAMPAR TERUS!!


Dirga belum puas, ia menghampiri ALby dan menarik tangannya supaya berdiri tegap. Alby tersenyum lebar dan memperlihatkan giginya yang berwarna merah darah.


BUNUH AKU PAH!


PERCUMA AKU HIDUP KALAU HANYA KAU JADIKAN BONEKA!


AKU MANUSIA DAN PUNYA HATI!!"


AKU JUGA MAU DI SAYANG DAN DI TERIMA EBAGAI ALANA BUKAN ALBY!


BUKKKK


Dirga Dewangga langsung menghajar wajah ALby sambil menarik rambutnya hingga berkali kali, dan Alby pun ambruk di lantaib dengan mulut mengeluarkan darah segar. Dirga menginjak kepala Alby tanpa ampun, putrinya ia perlakukan seperti hewan. DI saat bersamaan, Axelle datang ke rumah ALby untuk meminta maaf.


Namun langkah AXelle tertahan di depan pintu, untuk pertama kalinya Axelle melihat dengan mata kepalanya sendiri, Alby di siksa oleh papanya sendiri.


"Alby!!" panggil AXelle lalu berlari8 menghampirinya namun dirga mengangkat tangannya menghentikan langkah AXelle.


"Jangan ikut campur!!"


Axelle berhenti, menatap wajah Alby yang tersenyum padanya dan mulut di penuhi dengan darah segar sementara kepala Alby masih di injak oleh Dirga.


"Paman, hentikan!!" ucap Axelle hendak melangkah lagi namun Gerry mencegahnya dan menhajar AXelle, hingga tersungkur. Gerry mengapit kedua tangan Axelle ke belakang dan mencengkram rambut AXelle supaya melihat Dirga menyiksa Alby tanpa ampun.


Gerry punya niat terselubung, ia membisikkan kata kata di telinga Axelle.


"kau tahu, Alana sangat menyukaimu. Semua hal, sampai fotomu semua di pajang di kamarnya. Dan asal kau tahu, siapa yang suda mendonorkan darah, hati, padamu selain Alana. Apapun yang terjadi pada Alana hari ini, kau juga ikut andil karena sudah mengabaikan Alana."


Axelle diam, menahan semua gejolak amarah dan penyesalan di dalam dada. Mengapa baru sekarang, ia mengetahui semuanya di saat ia harus kecewa dengan sikap Marsha. Tak terasa, air mata jatuh dari sudut matanya. Seketika Axelle berteriak dan melepaskan cengkraman Gerry lalu balik bada dan menghajar wajah Gerry hingga tersungkur lalu Axelle balik badan dan berlari ke arah DIrga untuk menyelamatkan Alby.


Namun sayang, belum sempat AXelle berhasil menyelamatkan ALby. Dirga sudah memberikan satu tendangan tepat di ulu hati Alby hingga anak perempuan itu jatuh dan tak sadarkan diri tersungkur di lantai.


Axelle langsung mendorong tubuh Dirga lalu mendekati Alby dan mengangkat kepalanya.


"Alby bangun!" pekik Axelle, namun Alby sama sekali tidak bangun. Tanpa pikir panjang, Axelle menggendong tubuh Alby6 dan berlar membawanya keluar dari rumah itu langsung menuju rumahy sakit.


Gerry tersenyum puas meski ia harus kena pukulan Axelle. Sementara dIrga mencengkram rambutnya sendiri dan berteriak histeris. Ia sadar, sudah memperlakukan putrinya seperti binatang, namun ia belum mengakui semua itu terjadi karena kesalahannya.