AXELLE

AXELLE
Bab 40



Eva duduk di kursi termenung memikirkan kabar berita miring tentang dirinya di masa lalu, di tambah kabar tidak menyenangkan dari suaminya yang semakin dekat dengan masa lalunya yaitu Angela. Kabar miring yang menerpa rumah tangga Eva, di tanggapinya dengan kepala dingiin meski sisi wanitanya yang lembut, Eva mulai terganggu dan ada rasa cemburu.


Pikiran Eva semakin jauh mengembara ke masa silam, semua kisah dan rahasia tentang dirinya jelas terekam di otaknyaa dn sekarang membayangi hubungannya dengan Toni.


Berkali kali Eva menrik napas dalam dalam, menepis semua kemungkinn buruk yang akan menimpanya suatu hari nanti.


"Apa yang sedang kau pikirkan." tanya Toni dari arah belakang membuyrkan lamunan Eva.


Eva menoleh ke belakang lalu berdiri dan menghmpiri Toni dengan tatapan dingin.


"Sesibuk itukah sampai tidak pulang berhari hari?" tanya Eva.


"Aku-?"


"Atau kau lupa jalan pulang?" potong Eva.


"Sudahlah, aku lelah dan mau istiraahat," kata Toni mengakhiri pembicaran lalu melangkahkan kakiny.


"Apakah bersamanya di hotel yang sama tidak cukup buatmu, istirahat?"


Langkah Toni terhenti, lalu balik badan dan menghampiri Eva dan mencium pipi Eva.


"Aku tau kau pasti kangen, kita bicarakn nanti. Aku lelah sekali." bisik Toni, lalu beranjak pergi dari hadapan Eva.


Eva menarik napas dalam dalam memperhatikan suaminya masuk ke kamar pribadinya, saat Eva hendak menyusul Toni, tiba tibaa suara pintu bel berbunyi. Eva meminta salah satu asistewn rumah tangganya untuk memeriksa.


Tak lama kemudian, asisten rumah tangganya kembali dengan membawa satu kiriman paket di tangannya.


"Apa itu mbok?" tanya Eva.


"Tidak tahu bu, katanya buat bapak." kata mbok.


Eva menautkan kedua alisnya menatap paket di tangan mbok, lalu ia mengambilnya dan menatap paket itu cukup lama.


"Makasih mbok," kata Eva.


"Iya bu." kata mbok lalu pergi meninggalkan Eva sendirian.


"Apa isinya," gumam Eva.


Eva sedikit bingung dan merasa ada yang ganjil, selama yang ia tahu kalau suaminya tidak pernah membeli barang barang online. Eva memutuskan ke kamar Toni dan bertanya terlebih dahulu sebelum membukanya. Namun, sesampainya di depan kamar Toni, Eva mengurungkan niatnya.


"Buat apa aku bertanya padanya, kalau memang isinya hanya barang barang biasa." Batin Eva.


Eva beralih menuju kamar lain dan duduk di sofa sambil membuka paket tersebut.


Raut wajah Eva berubah tegang setelah mengetahui isi paket tersebut. Tangannya gemetar, darahnya mendidih seakan akan ingin membunuh seseorang saat itu juga.


"Ini tidak mungkin, suamiku berbuat seperti itu." Gumam Eva menggeram dan berusaha untuk tenang seolah olah tidak terjadi apa apa.


Eva kembali fokus ke isi paket tersebut dan terdapat satu nama di secarik kertas. Terukir nama Angela yang di tulis dengan darah, lengkap dengan tanggal, bulan dan tahunnya.


Eva berfikir keras, terlintas pertemuannya dengan Angela di rumah sakit.


"Tidak mungkin, Toni mengkhianatiku." Gumam nya coba menepis semua pikiran buruk tentang suaminya.


****


Sementaraa itu di kediaman Angela.


Wanita tersebut tengah menikmati secangkir kopi di teras rumahnya bersama salah satu teman wanitanya dan terdapat tiga bodygurd tengah berjaga jaga di halaman rumahnya.


"Kau tidak takut menggoda suami Eva?" tanya Maria teman Angela.


Angela tersenyum cemooh sambil menikmati teh nya.


"Kenapa aku harus takut?" jawab Angela santai.


"Memangnya kau tidak tahu kabar tentang Eva?" Maria menegaskan mengenai kabar miring tentang Eva di masa lalunya.


"Itu hanya gosip murahan," sahut Angela.


Saat mereka tengah berbincang, keduanya di kejutkan dengan kedatangan Eva. Angela terlihat santai dan masih duduk di kursi tanpa melihat ke arah Eva, sementara Maria berdiri dan mundur kebelakang.


Eva langsung mendekati Angela dan mengmbil secangkir teh milik maria lalu di siramka ke kepala Angela.


Angela masih terlihat santai, ia berdiri seraya mengusap wajanya yang basah.


"Kenapa nyonya Toni, apa kau terbakar cemburu?" tanya Angela.


Eva mengeluarka isi paket yang ia pegang, lalu dilemparkan ke wajah Angela.


"Drama murahan." Tegas Eva lalu balik badan hendak meninggalkan rumah Angela.


Namun langkah Eva di hadang oleh tiga penjaga Angela yang siap menghajar Eva.


"Jangan harap kau pulang dengan selamat, kau sudah menantangku!" seru Angela dengan lantang.


Eva hanya tersenyum tanpa menoleh ke arah Angel, di luar dugaan mereka. Eva mengeplkan kedua tangnnya dan menghajar wajah dua priia di hadapannya, dan kki kanny menendng burung milik pri yng berada di tengah. Ketigany terhuyung kebelakang mendapat serangan tiba tiba dari Eva.


"Habisi dia!" perintah Angela.


Kedua pria yang di hajar wajahnya langsung menyerang Eva, sementara pria yang satuny tidak dapt melanjutkan karena kerasnya tendangan kaki Eva teat di burung miilik pria tersebut.


BUKKKK


BUKKKK


Eva masih bersikap santai dan meladeni kedua pria itu tanpa teersentuh sedikitpun. Eva menarik rmbut salah satu pria itu lalu memutar kepalanya hingga terdengar suara tulang patah membuat Angela begidik ngeri dan mundur ke belakang.


BUKKK


Eva mendapat satu pukulan dii wajah namun balasan Eva buat pria tersebut di luar perkiraan. Eva yang masih telungkup di bawah akibat pukulan telak di wajahnya, lagsung membalikkan badannya saat melihat pria itu hendak menginjak perutnya. Kaki kanan Eva langsung menendang kaki pria itu hingga terjungkal ke belang.


Eva langsunng bangun dan berdiiri, dengn gerakan cepat menggunakan sikutnya ia menekan dada pria itu dengan satu pukulan lalu memutar kepalanya dengan satu gerakan. Setelah itu Eva berdiri menatap tajam ke arah Angela dan tersenyum menyeringai membuat nyali Angela semakin menciut.


"Perempuan iblis," gumam Angela menatap kepergian Eva hingga hilag dari pandangannya.