AXELLE

AXELLE
Bab 32



Disekolah.


Alby, Raymond dan Farel baru saja sampai di sekolah.


"Bagaimana kalau siang ini kita jenguk Axell?" usul Raymond.


Farel dan Alby setuju dengan usul Raymond, sudah dua minggu Axelle berada di rumah sakit.


"Aku setuju," kata Alby dan Farel.


"Ya sudah, kita masuk ke kelas." Raymond mengajak kedua sahabatnya masuk kelas.


Namun Alby menghentikan langkahnya saat melihat Marsha dan temannya sedang bersenda gurau memasuki halaman sekolah. Alby balik badan dan langsung menghampiri Marsya dan Tyas sahabatnya Marsha.


Alby menghadang langkah mereka sambil berpangku tangan tersenyum sinis pada Marsha.


"Eh, ada apa ini?" tanya Tias pada Alby.


"Menyingkirlah." Kata Alby.


Tyas pun lngsung diam saat Alby menatap tajam padanya. Alby lalu mendekati Marsha yang masih belum mengerti dengan keadaannya saat ini.


"Alby, ada apa?" tanya Marsha.


"Aku tidak mengerti, Kau ini gadis seperti apa," ucap Alby sambil mendekat ke arah Marsha.


"Maksudmu?" Marsha benar-benar tak mengerti maksud Alby.


"Kau ini polos, bodoh atau hanya pura-pura tak mengerti apapun." Alby tersenyum mengejek.


"Kenapa kau mengataiku seperti itu?memang apa salahku?" tanya Marsha.


"Kau ini." Alby mengepalkan tangannya karena kesal, apapun yang ia kataan reaksi Marsha seolah tidak tahu apa apa.


"Apa?" tanya Marsha tidak mengerti.


Alby menarik napas panjang, lalu berjalan lebih dekat dengan Marsha. Namun saat Alby hendak memaki Marsha, tiba tiba Axelle datang dari arah belakang dan menarik bahu Alby ke belakang.


"Apa maksudmu bicara seperti itu?" tanya Axelle, membuat Alby terkejut menatap ke arah Axelle.


"Dia yang mulai!" seru Marsha.


"Itu benar," kata tias ikut membenarkan perkataan Marsha.


Axelle menatap marah ke arah Alby.


Alby diam menarik napas panjang, dadanya terasa sesak mendengar Axelle lebih membela Marsha.


"Pergi," perintah Axelle pada Alby.


"Baik..." sahut Alby pelan, lalu balik badan meninggalkan Axelle dan Marsha.


Sementara Raymond dan Farel memperhatikan mereka dari jauh, sampai saat ini mereka berdua masih belum paham apa yang terjadi sebenarnya dengan Alby dan Axelle.


"Al, kamu baik baik saja kan?" tanya Raymond menyentuh pundak Alby namun di tepisnyapelan. Tanpa bicara apapun lagi, Alby melangkah pergi menuju kelas.


Farel dan Raymond menatap bingung ke arah Alby lalu keduanya mengalihkan pandangannya pada Axelle dan Marsha yang masih berbincang di halaman sekolah di temani Tias.


"Ada apa dengan mereka?" gumam Raymond.


****


Bel berbunyi pertanda jam istirahat.


Alby bergegas keluar dari kelas menuju toilet sekolah karena sudah tidak dapat lagi menahan untuk buang air kecil.


Sesampainya di depan toilet putra, Alby melirik kiri dan kanan. Setelah di rasa sepi dan tidak ada yang melihatnya, Alby memutuskan untuk masuk ke dalam toilet khusus putri.


Namun saat Alby hendak masuk ke dalam toilet putra, tiba tiba Haidar keluar dari pintu toilet putra. Alby setengah terkejut dan canggung, ia langsung masuk ke dalam toilet putra, dan Haidar hanya tersenyum tanpa bicara apa apa lalu meninggalkan tempat tersebut.


Selang beberapa menit, pintu toilet terbuka. Nampak Alby baru saja selesai, namun tiba tiba balpoint miliknya terjatuh. Alby membungkukkan badan hendak mengambil balpoint miliknya. Saat ia berdiri, tanpa sengaja rambut palsunya nyangkut di paku yang ada di pintu.


Alby berusaha menariknya namun sayang, rambut palsu Alby terlepas bersamaan dengan Axelle yang sudah berdiri di depan pintu.


Alby menarik paksa rambut palsunya lalu di sembunyikan di belakang punggungnya. Rambutnya yang panjang sebahu langsung ia acak acak sendiri supaya terlihat berantakan.


"Alby?"


Axelle menatap wajah Alby dengan rambut tergerai meski sedikit berantakan.


"Kau?' ucap Axelle menatap tak percaya.


"Xell, jangan salah paham. Ini tidak seperti yang kau bayangkan," kata Alby seraya tertawa yang di paksakan.


"Percayalah, aku sedang mencoba rambut palsu wanita." Jelas Alby masih tertawa yang di paksakan sambl berjalan mundur menghadap Axelle supaya rambut palsunya tidak kelihatan Axelle.


"Aku pergi dulu, jangan berfikir aneh aneh," kata Alby lalu balik badan dan berlari meninggalkan Axelle.


"Ada ada saja.." gumam Axelle terus memperhatikan Alby yang terus berlari hingga hilang dari pandangannya.