
Haidar hampir jatuh terkena pukulan Axelle. Dia sangat terkejut, tiba tiba Axelle memukulnya.
Haidar menyeka ujung bibir dengan jempol nya karena ada darah bekas pukula Axelle di bibirnya dengan tatapan tajam ke arah Axelle
Haidar tertwa lalu mendekat dan,,
BUUKKK!
Haidar balas pukulan hingga Axelle tepat di wajah Axelle dan hampir terjatuh. Marsha berteriak melihat kejadian itu di depan nya.
Namun perkelahian pun tak dapat di hindari. Axelle kembali menendang perut Haidar sampai terjatuh ke lantai.
Haidar bangkit dengan cepat dan memukul wajah Axelle hingga terpental ke belakang.
BKKK!
suara pukulan dan tendangan tak terelakan. Semua siswa dan siswi hanya menonton dan tak memisahkan mereka. Bahkan teman Axelle pun tak bisa berbuat apa-apa jika mereka sudah mulai berkelahi
Marsha mencoba ke depan untuk memisahkan merka, tapi Alby yang tiba-tiba ada di belakang nya menarik tangan Marsha agar tidak maju ke depan.
"Jangn ikut campur." Kata Alby.
"Tapi,,"
"Ini semua gara-gara kau,,jadi lebih baik kau pergi saja dan jangan bikin masalah." Alby terlihat menakutkan saat marah.
Marsha sendiri tak mengerti kenapa Alby begitu marah pada nya dan kenapa kedua orang itu selalu bertengkar jika di depan nya.
"Apa sallahku?kenapa jadi aku yang di salahkan?" batin Marsha.
Marsha tidak perduli dengan ucapan Alby. Dia berlari ke arah Axelle dan Haidar yang masih berkelahi .
"Hei hentukan!!" teriak Marsha sambil menarik tangan haidar tapi Haidar menepisnya.
Ku mohon hentiikan!" Teriaknya lagi.
Kali ini Marsha menarik tangan Axelle namun di tepis kembali. marsha tak berputus asa dan dia berlari ke tengah mereka.
BUUKK...
Axelle tidak sengaja memukul wajah Marsha dengan keras hingga Marsha terjatuh dan tak sadarka diri.
Axelle dan Haidar sama-sama terkejut. Mreka sama sekali tak menyangka jika Marsha akan melakuka hal nekad dengan berdiri di tengah orang yang sedang baku hantam.
Dengan cepat Haidar membopog Marsha dan membawa nya ke ruang kesehatan.
semua gadis tampak iri melihat Haidar yang perduli terhadap Marsha dengan keren nya. Mereka bubar setelah Haidar membawa Marsha pergi dan tinggal Axelle yang berdiri mematung melihat Marsha yang di bawa Haidar.
"Dassar gadis aneh." kata Farrel.
"Berani sekali dia berdiri di tengah orang yang sedang brkelahi." lanjutnya sambil tertawa. Tetapi sepertinya lelucon farrel tidak lucu sama sekali bagi Axelle, Raymond dan juga Alby.
Sementara itu Haidar langsung membawa Marsha ke klinik kesehatan dan disana langsung di sambut oleh Dokter penjaga.
"Ada apa ini?" tanya Dokter penjaga.
"Dia pingsan. Cepat obati dia."Kata Haidar.
Dokter pun langsung memeriksa Marsha, ada luka lebam di tulang pipi nya. Dokter ingin bertanya kenapa, namun tak jadi saat melihat haidar berdiri dengan kedua tangan di lipat di dada tanpa ekspresi apapun.
"Baigaimana?" tanya Haidar setelah melihat Dokter selesai mengobati Marsha.
"Tidak apa-apa. Dia mungkin hanya terkejut saja." Jawba Dokter.
"Nanti juga akan sadar." Lanjut nya.
"Baguslah."
Haidar pergi meninggalkan Marsha yang masih belum sadar di klinik. Dia kmbali ke kelas seolah tak terjadi apa- apa dan tak ada yang berani menanyakan apapun pada nya.
Setelah beberapa menit kemudan, Marsha pun sadar dan sedikit kesakitan di pipi nya.
"Kau baik-baik aja sekarang?" tanya Dokter yang langsung menghampiri saat dia sadar.
Marsha mengangguk seraya mengangguk sambil memegang pipinya.
"Pipi mu sedikit bengkak,tapi kalau di kompres air dingin akan sembuh." Kata dokter penjaga.
"Apa aku sudah boleh masuk kelas?" tanya Marsha.
"Silahkan jika kamu sudah merasa lebih baik," sahut dokter penjaga
"Terimakasih."
Marsha turun daru ranjang, perlahan berjalan menuju pintu. Saat pintu di buka, Marsha melihat sosok Axelle sudah berdiri di hadapannya.