
Di Sekolah.
Raymond baru saj datang ke sekolah sendirian dan memarkirkan motornya. Sementara Farel masih belum bisa masuk sekolah karena masih harus menjalani pemulihan.
Raymond sekilas melihat Axelle berlari menghampirinya, lalu buru buru pergi.
"Ray!!" panggil Axelle saat Raymond akan masuk.
Raymond menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Axelle yang berjalan ke arahnya.
"Apa lagi?" Raymond terlihat masih kesal pada Axelle.
"Bagaimana keadaan Farrel? Dia baik baik saja ?" tanya Axelle.
"Bagaimana menurutmu?" Raymond malah balik bertanya dengan nada sinis.
"Ayolah, apa kau hrus terus seperti ini padaku?" Axelle tak menyukai keadaan saat ini.
Raymond tersenyum sinis.
"Sebaiknya kau urus saja pacar kesayangan mu itu. Tak perlu tau tentang kadaan siapapun dari kami." jawab Raymond dengan menatap tajam ke arah Marsha yang baru saja datang dan berdiri di belakang Axelle.
Axelle pun berbalik dan melihat Marsha yang sedang berjalan ke arahnya dan langsung memeluk tangan Axelle.
"Lagi apa?" tanya Marsha seolah tak mengetahui ketegangan di antara Axelle dan Raymond.
Raymond merasa kesal dengan sikap Marsha dan dia langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
Axelle ingin sekali mengejar Raymond dan menanyakan kembali keadaan Farel serta memperbaiki keadaan semua, namun Marsha malah menarik nya dan membawanya ke kantin.
"Ayo kita sarapan." ajak Marsha.
Axelle pun mengikuti Marsha tanpa bisa berbuat apa apa.
Mereka duduk di kantin dan memesan sarapan. Axelle memperhatikan Marsha yang tersenyum- senyum dan bercerita banyak hal padanya seolah takk pernah ada kejadian yang aneh di rumah sakit kemarin.
Axelle masih memikirkan apa yang dia dengar di rumah sakit. Dia sangat ingin berrtanya pada Marsha, tapi dia masih harus memastikan dulu pada wanita kemarin tentang perkataannya sebelum bertanya pada Marsha.
" Ada apa? kok diam?" tanya Marsha karena melihat Axelle yang sedari tadi hanya diam saja.
" Kau...tak ada yang kau sembunyikan dariku kan?" tanya Axelle tiba-tiba.
" Kau ini bicara apa?sembunyikan apa memang?" tanya Marsha sambil menggenggam tangan Axelle.
Sejenak Axelle menatap Marsha, namun akhirnya dia pun tersenyum.
"Tidak ada. Lupakan saja." kata Axelle.
Setelah selesai sarapan, mereka pun kembali ke kelas. Saat memasuki kelas, Axelle dan Marsha mendengar suara gaduh di kelas.
Axelle terkejut saat melihat Raymond sedang duduk bersama dengan seorang siswa pria disana dan sepertinya Axelle mengenali siswa tersebut.
Belum Axelle sempat melihat, siswa tersebut bangun dan berbalik.
" Alby!" Axelle benar-benar terkejut siapa yang di lihat nya.
" Apa kabar, Xell?" tanya Alby sambil tersenyum.
Axelle benar benar tak mengerti kenapa tiba-tiba Alby datang ke sekolah dengan pakaian anak laki laki lagi dan sepertinya sikapnya lebih gentle dari sebelumnya.
" Marsha, apa kabar?" tanya Alby pada Marsha yang sepertinya masih terpaku melihat kehadiran Alby.
"Aku baik baik saja." jawab Marsha.
" Kenapa? kau sepertinya takut melihat ku?atau kau begitu terkejut melihat ku?" tanya Alby dengan senyuman sinis nya.
Marsha mencengkram lengan baju Axelle, ia mengakui kehadiran Alby sedikit membuatnya khawatir. Namun Marsha berpura pura bersikap santai.
" Kau baik baik saja, Alby?" tanya Axelle mengalihkan pandangan Alby yang sedari tadi menatap Marsha.
" Aku baik baik saja. Kenapa ? sepertinya kau tidak suka jika aku kembali seperti ini?!" kata Alby.
Axelle menatap tajam Alby. Entah kenapa dia merasa ada yang tidak beres dengan Alby karena sikap nya sedikit aneh.
Alby terlihat sedikit lebih banyak bicara di bandingkan sebelumnya dan selalu menatap Marsha.
" Syukurlah kalau kau baik baik saja." kata Axelle lalu mmenarik tangan Marsha dan membawany duduk.
Mata Alby mengikuti Axelle dan Marsha sampai mereka duduk lalu raut wajah Alby tiba tiba berubah, Dia menatap Axele dan Mrsha dengan tatapan tajam dan tersenyum menyeringai.