
Dirumah Toni Edgarsyah.
Eva dan Alby baru saja sampai di ruumahnya dan meminta Alby untuk beristirhat di kamar Axelle untuk sementara. Eva kemudian mengantarkan Alby ke kamarnya dan meninggalkannya untuk beristirahat.
Alby duduk di sofa memperhatikan setiap sudut ruangan kamar Axelle. Matanya tertuju pda beberapa foto Marsha yang terpajang di atas meja. Seketika raut wajah Alby terlihat murung.
"Kemana Axelle, apakah dia sedang jalan bersama Marsha?' tanya Alby pada dirinya sendiri.
Pikiran Alby semakin kacau, memikirkan Axelle dan Marsa yang sedang tertawa dan terus berputar putar di kepalanya membuatAlby gelisah di landa cemburu.
Alby merebahkan tubuhnya di sofa, lalu memejamkan mata dan mencoba untuk tertidur.
Saat Alby tengah tertidur pulas, tiba tiba Axelle masuk ke dalam kamar dan langsung membangunkan Alby.
"By bangun..." kata Axelle pelan.
Namun Alby tidak mendengar dan sama sekali tidak terganggu meski Axelle berkali kali memanggilnya. Karena kesal, akhirnya Axelle berteriak di telinga Alby.
"ALBY!!"
Alby langsung membuka mata dan menoleh ke arah Axelle sambil berteriak.
"AAAAAAA!"
Axelle tertawa terbahak bahak sampai duduk di atas karpet memperhatikan Alby, namun seketika tawa Axelle memudar melihat banyak luka lebam di wajah sahabatnya.
Axelle lagsung duduk di sofa dan bertanya mengenai luka lebam di wajah Alby.
"Siapa yang sudah melakukan itu padamu?"
Alby menguap sebelum menjawab pertanyaan Axelle dan dengan santai ia menutupi semunya dengan sempurna.
"Ah, biasalah anak laki laki. Kau tau kan, genk kita banyak di musuhi," kata Alby.
"Siapa yang melakukannya, sebutkan. Kita lakukan penyeranga," Kata Axelle sambil berdiri lalu menarik tangan Alby, namun Alby menahan tangan Axelle supaya kembali duduk.
"Ayolah Xell, ini masalah pribadiku tidak ada sangkutpaut dengan genk kita," jelas Alby sambil menaik turunkan kdua alisnya.
"Soal cewek?' tanya Axelle seraya tersenyum lebar, dan Alby menganggukkan kepalanya sebagai jawaaban.
"Hahaha, cewek mana yang bisa meluluhkan hatimu By?" goda Axelle.
Alby tersenyum mengembang dan menunjukkn raut wajah sedang jatuh cinta.
"Kenalkan dia pada kita semua," kata Axelle seraya memukul bahu Alby pelan.
Alby menganggukkan kepalanya.
"Pasti Xell, nanti aku kenalkan dia pada kalian semua," sahut Axelle.
"Oke, kau boleh tidur di kamarku sampai ku bosan. Jangan lupa, obati lukamu." Kata Axelle seraya bangkit dari sofa dan beranjak pergi meninggaalknn Alby di kamarny sendirian.
****
Entah sudah berapa lama, Alby tertidur di ranjang Axelle. Hingga satu ketukan di pintu membangunkan Alby.
"Den Alby pasti lapar, mbok bawakan makanan dan minuman segar." Kata mbok.
"Terima kasih, mbok,' sahut Alby lalu mempersilahkan mbok untuk meletakkan makanan dan minuman itu di atas meja.
"Aelle kemana mbok?'' tanya Alby.
Mbok meletakkan nmapan di atasmeja, lalu menoleh ke arah Alby.
'Mbok tidak tahu, Den Axelle mau kemana tapi tadi bilangnya mau ke rumah non Marsha," jelas Mbok.
Alby diam sejenak lalu menganggukkan kepalanya.
"Iya mbok, makasih." Kata Alby.
Mbok tersenyum lalu beranjak pergi dari kamar meninggalkan Alby sendirian.
"Apakah tiap hari, Axelle pergi ke rumah Marsha?' tanya Alby dalam hati, kemudan ia duduk di sofa untuk beberapa menit.
"Kepalaku sakit dan sepertinya mandi bisa membuatku lebih baik," ucap Alby dalam hati
Alby berdri lalu ,engambil tas ransel miliknya yang tergeletak di lntai dan mengeluarkan semua barang bawaannya dari dalam tas ransel ke tempat tidur Axelle.
"Mumpung Axelle belum pulang, sebaiknya aku mandi lebih dulu."Gumam Alby sambil mengambil handuk yang sudah di sediakan mbok sebelumnya. Setelah itu ia bergegas ke kamar mandi.
Saat Alby tengah mandi, pintu kamar terbuka dan Axelle masuk ke alam kamarnya. Ia diam cukup lama memperhatikan barang barang dan pakaian milik Alby berserakan di atas tempat tiur. Yang menarik prhatian Axelle adalah, ia menndapati pakaian dalam perempuan.
Saat Axelle hendak menyentuh pakaian dalam itu, Axelle mengurungkan niatnya dan menoleh ke arah Alby yang menggunakan balutan handuk layaknya wanita, keluar dari kamar mandi.
Alby kaget bukan main melihat Axelle berdiri tegap memperhatikannya dar atas sampai bawah.
"A, appa..." ucap Alby tergagap.
Axelle tidak menjawab dan hanya menunjuk ke arah pakaian dalam wanita yang ada di atas tempat tidur tanpa melepaskan pandangannya pada Alby.
Alby salah tingkah di perhatikan Axelle, namun ia cepat tersadar jangan sampai penyamarannya terbongkar. Alby berjalan perlahan mendekati tempat tidur dan melihat ke arah pakaian dalam miliknya.
"Mampus gue," ucap Alby dalam hati.
"Tolong jelaskan," kata Axelle.
Alby menarik napas panjang lalu tertawa terbahak bahak membuat Axelle bingung.
"Oh itu, itu pakaian milik pacarku yang tak sengaja aku bawa," jelas Alby sambil melirik ke arah Axelle.
"Astaga By, kau sudah kencan dengannya dan...itu..." Axelle tidak melanjutkan ucapannya dan tersenyum mengembang lalu memukul pelan kepaa Alby.
"Gilak kamu ya, aku ga nyangka ternyata diam diam kau itu...." Axelle tertawa terbahak bahak membayangkan Alby berkencan dengan seorang perempuan.
Alby tertawaa terpaksa supaya tidak ketahuan dan membenarkan apapun yang Axelle tuduhkan.
"Pakai baju sana, ada yang mau aku bicarakan. Tapiingat, lainkali pakai handuknya jangan kaya begitu. Aku geli lihatnya," Pesan Axelle kepada Alby sambil menggelengkan kepala lalu melangkahkan kakinya keluar kamar.
"Untung saja...ketahuan mampus,' gumam Alby bernapas dengan lega.