
Saat ini, Evan dan Genevia tengah bersama dengan David dan Genivee di sekitaran kolam renang. Mereka akan menjelaskan semuanya dengan detail supaya tak ada lagi kesalahpahaman. Dan tak ada lagi hal yang mengganjal.
"Dav, jelaskan semuanya yang kau ketahui." Titah Evan meminta sang kakak untuk menjelaskan semuanya.
Bagaimana bisa David memperkeruh keadaan, dengan membuat dirinya merasa salah mengira. Saudara kembar Genevia menjadi Genevia, istrinya.
"Aku akan menjelaskan semuanya, mengapa aku sengaja membuat kau merasa salah paham pada Genevia." Ujar David dengan yakin.
Kemudian mengalir lah segala penjelasan David tentang alasan dirinya membuat Evan menjadi salah paham. Dan mereka mendengarkan dengan seksama apa yang David sampaikan.
"Rencanamu berhasil, walaupun harus mengorbankan wajah tampan mu." Ujar Evan menyindir saudaranya itu.
Dan dijawabi tanggapan malas dari David. "Jika bukan karena ingin membantumu, tentu aku akan membalas perbuatan mu yang membuat wajah ku babak belur." Ujar David menimpali.
"Stop, kalian justru berdebat. Dav, bisa kau jelaskan siapa Chelsea? Dan hubungannya dengan Evan. Karena hal itu satu-satunya yang mengganjal dalam hatiku." pinta Genevia kepada kakak iparnya itu.
"Chelsea mantan kekasihku, dia mengatakan sendiri tak memiliki hubungan apapun dengan Evan. Karena kedatangan nya ke sini pun atas perintah seseorang. Bukan kemauannya. Chelsea bersedia melakukan permintaan orang itu, supaya bisa bertemu denganku. Karena dia berniat memperbaiki hubungan kami." Jelas David tanpa ada yang ditutup-tutupi.
Genevia mengangguk paham dengan penjelasan David. Namun hatinya masih belum yakin. "Perkataannya yang berhasil membuat ku pergi dari Evan, apa itu juga salah satu rencananya? Dan kalau boleh tahu, siapa orang yang memberikan perintah itu padanya?" tanya Genevia ingin mengetahui semuanya.
Genevia begitu penasaran. Selain itu dirinya juga ingin menyakinkan hatinya sepuhnya supaya bisa dengan tulus memaafkan suaminya. Tanpa ada sesuatu yang mengganjal lagi, atau hal-hal yang dipendam. Karena akhirnya akan buruk jika seperti itu.
"Hm, semalam Chelsea mengatakannya sendiri. Dia sengaja membuat mu pergi. Karena hanya dengan kepergian mu, Evan akan menyadari perasaannya. Dan semuanya terbukti bukan, sekarang?" Ujar David kembali menjelaskan.
"Keiko, orang yang memerintah Chelsea adalah Keiko. Keiko sejak awal ingin membantu kalian, tapi dirinya tak bisa saat harus kembali ke Jepang. Dan dia juga sempat meminta padaku membantu kalian, namun aku menolaknya. Karena merasa itu privasi dan hak kalian. Sehingga Keiko memutuskan untuk meminta bantuan pada Chelsea." Jelas David dengan sedetail mungkin.
Genevia merasa terharu dengan perjuangan Keiko yang begitu banyak membantu dirinya. Genevia ingin mengucapkan banyak terimakasih pada sepupu suaminya itu.
"Apa masih kurang jelas?" tanya David.
"Tidak. Aku sudah percaya pada Evan sekarang. Bahwa mereka tak memiliki hubungan apa-apa." Ujar Genevia yang memang sudah yakin dengan perkataan Evan bahwa Chelsea hanya berucap bohong saja.
"Apa hubungan kalian sebenarnya? Apa kau telah menghamili adik istriku Dav?" tanya Evan menatap tajam David dan Genivee dengan lekat.
"Ya kau benar. Genivee memang sedang mengandung benihku." Tukas David dengan angkuh.
"Ck jadi kau menghamili kekasihmu, di belakang orang tua kita?" tanya Evan.
"No. Tentu saja mereka tahu. Dan asal kau tahu, Genivee bukan kekasihku melainkan istriku." Tegas David menekankan kata istri pada Evan.
"What? Jadi kau menyembunyikan hal sebesar ini dariku?" tanya Evan merasa geram. "Bahkan kalian semua? Aku sungguh tak menyangka." Lanjut Evan merasa terkejut.
"Ya, maafkan aku juga Mommy dan Daddy. Kami tak bermaksud menyembunyikannya. Hanya saja, kami menunggu waktu yang tepat untuk mengatakannya padamu." Jelas David mencoba membuat Evan mengerti.
Dan yang lebih mencengangkan lagi, kala rupanya kembaran Genevia yang menjadi istri dari kakak kandungnya itu. Evan tak pernah menduga ada fakta yang mencengangkan seperti ini. Seolah semuanya seperti dibuat-buat oleh meraka, hanya untuk mempermainkan dirinya.
"Apa pernikahan mu dan kembaran Genevia, sudah direncanakan sebelumnya?" tanya Evan menduga.
David terkejut mendengar pertanyaan dari adiknya itu. "Apa maksudmu? Kau pikir aku hanya main-main dengan pernikahan ku?!" geram David merasa tersinggung.
"Ya. Siapa tahu jika memang seperti itu." Jawab Evan dengan acuh.
Membuat mereka yang ada di sana terkejut dan membelalakkan matanya, terutama Genevia. Wanita yang menjadi istri tersangka yang menyebabkan mereka berekspresi hampir sama itu. Seketika mendaratkan sebuah cubitan di perut Evan.
"Aw, apa yang kau lakukan Sayang?" Tanya Evan berbisik.
Genevia merasakan pipinya terasa hangat. Dirinya masih selalu merasa tersipu kala Evan memanggil dirinya dengan sebutan mesra. "Van, jangan memancing pertengkaran. Bukankah di sini kita sedang menyelesaikan masalah, jadi jangan menambah masalah lagi." Bisik Genevia dengan penuh penekanan.
"Ya baiklah" Tutur Evan menuruti keinginan istirnya.
"Jelaskan mengapa dan bagaimana kau bisa menikah dengan adik kembar istriku." Ralat Evan yang mencoba tak lagi memancing keributan.
"Daddy yang memintaku ..." David menjelaskan semuanya dengan detail. Tak menghilangkan sedikit pun fakta dan kebenaran yang membuat mereka menyembunyikan hal besar ini pada Evan.
"Apa kau merasa masih tak menerima semua penjelasan dariku?" tanya David yang merasa mungkin Evan masih belum bisa menerima keputusan mereka yang menyembunyikan fakta penting itu.
"Jadi kalian sudah sejak lama mengetahui pernikahan ku dan Genevia?" tanya Evan ingin tahu.
"Hm tentu saja, kami juga merasa terkejut dengan takdir aneh kita. Namun aku tak begitu peduli. Karena yang terpenting bagiku, Genivee telah menjadi milikku seutuhnya." Ujar David dengan yakin.
"Aku masih sulit menerima, saat kau memutuskan untuk menyembunyikan pernikahan mu dariku." Ujar Evan yang memang belum bisa menerima.
"Apa kau lupa? Kau juga menyembunyikan fakta pernikahan mu dan Genevia. Jadi kita impas, lagi pula alasan yang membuat kami melakukannya sudah aku jelaskan. Apa masih kurang jelas?" Ujar David yang mulai terlihat tak sabar.
Evan diam sejenak untuk memikirkan segala penjelasan yang dirinya dengarkan. Memang awalnya sulit untuk menerima keputusan mereka yang menyembunyikan pernikahan dengan kembaran istrinya.
Namun mengingat dirinya juga menyembunyikan fakta bahwa dirinya menikahi Genevia. Membuat Evan berpikir mereka sepertinya cukup adil. Meskipun pernikahan Evan rupanya telah diketahui oleh mereka.
Lagipula benar apa yang David katakan. Alasan mereka menyembunyikan fakta itu, cukup membuat Evan mencoba memahami. Biarlah yang lalu untuk berlalu, karena masih ada masa depan yang harus teguh ditatap.
"Baiklah, aku menerima dan memaklumi alasan kalian. Sepertinya segala kesalahan pahaman ini sudah clear sekarang." Ujar Evan dengan datar.
Next .......