
Melihat keterkejutan di wajah David membuat Genivee menjadi curiga kepada suaminya.
"Apa kau menyembunyikan sesuatu Dav?" tanyanya dengan perlahan mendekati David yang nampak gugup bukan main.
David mencoba menenangkan gemuruh di hatinya yang terlampau gugup atas kecurigaan Genivee. Dalam beberapa saat akhirnya dirinya dapat menguasai dirinya kembali.
"Sayang, dengarkan penjelasan ku dulu oke. Jangan memotong perkataanku sedikitpun saat aku bicara." jelas David pada istrinya yang menatap tajam dirinya.
"Baiklah, jelaskan." Titah Genivee meminta David untuk segera menjelaskan.
David bernafas lega kala Genivee bersedia mau mendengar penjelasan darinya. David mengumpulkan segala kekuatan untuk menghadapi omelan yang pastinya akan segera Ia dapatkan dari sang istri.
"Jadi .. sebenarnya, Chelsea adalah mantan kekasihku di masa lalu." Ujar David dengan pelan, takut Genivee akan mengamuk mendengar ucapannya.
Dan benar saja perkiraannya.
"Ap .. Apa!!!" Teriak Genivee dengan keras.
Mendengar perkataan David bahwa wanita yang sedang menggangu kehidupan rumah tangga sang kakak adalah mantan suaminya.Membuat Genivee merasa syok, terkejut bukan main.
Genivee tak menyangka akan fakta yang baru saja dirinya dengar. Sungguh rasanya tak rela, sang suami memiliki mantan kekasih. Sedangkan dirinya saja tak ada.
"Sayang, jangan berteriak. Kasihan baby-baby kita terkejut mendengar suaramu." Ujar David mengkhawatirkan kedua bayi dalam kandungan sang istri.
"Apa kau bilang? Jangan pedulikan baby-baby dalam kandunganku. Kau urusi saja mantan kekasihmu itu. Jangan sampai merusak hubungan pernikahan kakakku." Ujar Genivee dengan galak, berlalu meninggalkan sang suami.
"Sayang, bukankah sudah aku katakan. Jangan memotong perkataanku terlebih dahulu." Protes David melangkah mengikuti Genivee yang semakin berjalan jauh.
Genivee menghentikan langkah kakinya. Benar apa yang suaminya katakan. Namun mendengar kenyataan David memiliki mantan kekasih, membuat emosi dalam dadanya sulit terkontrol.
"Baiklah, lanjutkan penjelasanmu." pintanya pada sang suami.
"Chelsea dan aku tak pernah menjalin hubungan serius, Sayang. Karena dulu aku juga hanya bermain-main dengannya." Jelas David.
"Lalu mengapa kau putus dengannya?" tanya Genivee nampak mulai tenang.
"Dia melakukan kesalahan. Sebenarnya aku juga sudah muak dengan nya. Tapi aku tak bisa memutuskannya. Karena aku merasa tak tega jika dia tahu aku hanya mempermainkannya." Jelas David lagi.
"Kau merasa tak tega? Bukankah merasa tak tega juga termasuk rasa sayang. Itu artinya kau tak main-main Dav, kau bermain rasa dengannya." Tutur Genivee mulai kembali emosi.
"No, aku yakin itu hanya rasa kemanusiaan Sayang. Lagipula saat mengetahui dia berkhianat, aku biasa saja. Tak merasa sakit sama sekali." Ucap David menyangga ucapan Genivee.
"Apa kau pernah seintim saat bersamaku, Dav?" tanya Genivee.
Mendengar penuturan David yang tak merasa sakit saat di khianati, membuat Genivee mulai percaya dengan apa yang suaminya katakan.
Namun Genivee belum sepenuhnya percaya pada David, bila hubungan mereka hanya main-main. Maka Ia menjadi penasaran dengan interaksi dan sedekat apa mereka dulu. Apakah juga seintim mereka saat masih menjadi sepasang kekasih.
Sejujurnya hal ini yang David takutkan. Dirinya memahami dengan jelas karakter Genivee yang tak pernah rela dirinya dekat denan wanita manapun. Sebelas dua belas dengan dirinya, yang begitu posesif terhadap Genivee.
Untung saja David memang tak pernah melakukan hal-hak intim bersama orang lain selain Genivee. Selama ini dirinya memang tak merasa berselera untuk melakukan hal itu, bahkan hanya sekedar ciuman pun dirinya enggan.
Mungkin karena terlalu mencintai Genivee, oleh sebab itu dirinya tak bisa untuk tak menyentuh wanita itu barang sejenak.
"Tidak pernah, Sayang. Bahkan sekedar membayangkan saja rasanya aku jijik padanya." Tutur David yang berkata sejujurnya.
Karena awal mereka menjadi kekasih saja, dulu hanya karena paksaan teman-teman dekat David yang iseng. Hingga akhirnya David dengan terpaksa bersedia menuruti permintaan temannya itu, hanya sekedar bermain-main.
Awalnya David merasa bersalah pada Chelsea. Namun setelah mengetahui wanita itu rupanya berkhianat di belakangnya, membuat rasa bersalah itu seketika menguap.
Terlebih wanita gila itu berselingkuh dengan sahabat adiknya. Sungguh, David tak menyangka wanita yang pernah dirinya kenal itu begitu menjijikan.
"Benarkah? Baguslah jika kau tak pernah melakukan hal intim apapun bersama wanita itu. Lalu apa kau pernah melakukannya dengan wanita lain Dav?" tanya Genivee yang kembali curiga.
"Tidak pernah, Sayang. Kaulah satu-satunya wanita yang pernah aku sentuh. Untuk pertama dan terakhir." Ujar David dengan yakin.
Genivee akhirnya dapat bernafas lega setelah mendengar penjelasan David. Dan tentang kisah pengkhianatan yang telaah dilakukan wanita itu bersama sahabat Evan.
Genivee juga berpikiran sama dengan David. Wanita itu benar-benar gila. Bagaimana mungkin dia mempermainkan dua orang yang berhubungan dekat.
Apalagi saat ini, wanita itu dengan tak tahu malunya berani menampakkan diri di hadapan Evan. Seseorang yang juga pasti ikut merasa terluka dengan pengkhianatan yang wanita itu lakukan.
Karena bagaimana pun, David adalah kakak kandung Evan. Sedangkan pria yang menjadi selingkuhannya adalah sahabat dekat Evan.
Terlebih perselingkuhan mereka tak hanya sebatas hubungan biasa, namun mereka rupanya juga telah melakukan hubungan sek*.
Mungkin hubungan semacam itu hal lumrah di Eropa dan Amerika. Namun saat dalam lingkaran perselingkuhan, Genivee rasanya begitu jijik membayangkannya. Mengapa wanita itu harus melakukan tindakan sehina itu.
"Karena dia tak pernah mendapatkan itu dariku." Tutur David.
"Jika benar begitu, mengapa dia tak memilih memutuskan mu dan menjadi kekasih sahabat adikmu?" tanya Genivee yang nampak penasaran.
ENtah mengapa membahas kisah percintaan orang lain, rasanya begitu seru menurut Genivee. Mungkin karena tak banyak mendengar kisah-kisah seperti ini, apalagi orang terdekat yang mengalami.
"Dia bilang hanya aku yang dia cintai. Tidak untuk Frans." Jawab David.
"Jadi maksudnya, wanita itu hanya membutuhkan tubuh Frans sebagai pemuas kebutuhan biologisnya?" tanya Genivee tak percaya.
Dan dijawab David dengan anggukan. Sontak membuat Genivee benar benar merasa tak menyangkan. Mengapa ada wanita sejahat dan sepicik itu? Memanfaatkan seseorang hanya untuk kesenangannya sendiri. Tanpa memikirkan perasaan orang yang bersangkutan.
"Sudahlah biarkan hal itu berlalu. Jadi bagaimana Dav, apa yang harus kita lakukan pada mantan kekasihmu itu yang telah berani mengusik pernikahan kakakku?"
Dibandingkan sibuk memikirkan mengapa ada manusia seperti Chelsea, Genivee lebih memilih menyusun rencana untuk membantu menghempas keberadaan wanita itu.
"Sebelum melakukan sesuatu, kita harus mencari tahu tujuan wanita itu mendatangi Evan, Sayang." TUtur David berpikir.
"Benar juga. Apa mungkin, kedatangan wanita itu pada Evan untuk menanyakan tentang mu Dav?" ujar Genivee berspekulasi.
Next .......