WINDING LOVE

WINDING LOVE
SEBUAH FOTO



Siang hari saat Genevia sedang mengerjakan tugas kuliahnya di ruang keluarga, seseorang berjalan mendekat ke arahnya.


Rupanya asisten Evan yang sedang diperintah untuk mengambil berkas Evan yang tertinggal.


Hari ini dirinya sedang tidak ingin ke kampus, mood buruknya semenjak perkataan Evan yang menusuk relung hatinya.


“Nona, Tuan berpesan bahwa nona diminta untuk membantu Tuan membersihkan meja di ruang kerja Tuan.” Ujar asisten Evan.


Mendengar permintaan Evan, Genevia menganggukkan kepalanya dengan lesu. Setelah semalam Evan mengatakan bahwa tidak boleh mencintai Evan, semua kebahagiaan yang ada dalam hatinya serasa terenggut.


Evan tidak mengatakan dengan pasti alasan tidak boleh mencintainya, namun yang ia pahami Evan tidak ingin dirinya terluka. Genevia merasa penasaran alasan yang akan membuat dirinya itu terluka nantinya seperti kata Evan.


Setelah menyelesaikan kesibukannya, Genevia melangkah berjalan ke ruang kerja Evan. Ini pertama kalinya dirinya memasuki ruangan Evan ini. Selama ini dirinya tak berani karena takut Evan tidak mengizinkannya.


Namun kali ini berbeda, karena Evan sendiri yang memintanya melalui asisten pribadinya.


Ketika memasuki ruangan kerja Evan, Genevia dibuat terkagum dengan tatanan buku buku yang berjajar rapi yang mengelilingi ruangan. Lebih tampak seperti wallpaper dinding.


Sebelum Genevia menjalankan apa yang Evan perintahkan, Genevia lebih memilih mengamati setiap sudut ruangan itu.


Dengan tanpa rasa takut, Genevia mengambil salah satu buku yang menarik perhatiannya.


Ia membacanya sebentar kemudian mengembalikannya ke tempat semula. Namun tak sampai di situ, Genevia mengambil buku buku yang lain yang menurutnya menarik untuk dibaca. Ia membawa buku buku tu ke sofa dan mendudukkan diri.


Tanpa ia sadar, semua aktifitasnya dipantau oleh seseorang yang saat ini tengah mengamati semua kelakuannya.


Setelah merasa cukup, Genevia mengembalikan buku buku itu ke tempatnya semula.


Namun lamunannya seketika buyar kala matanya menangkap sebuah gambar lebih tepatnya foto. Dadanya tiba-tiba terasa sedikit sesak. Bukan keberadaan sebuah foto yang membuat fokus Genevia teralihkan.


Namun seseorang yang ada di dalam foto itu, yang membuat Genevia menghentikan kegiatannya membereskan meja Evan. Genevia mengamati dengan teliti setiap sisi yang ada di dalam foto itu.


Jika dilihat, foto itu bukanlah foto lama melainkan belum lama. Tapi bukan lama atau barunya yang membuat Genevia merasa sedih. Namun dua orang yang mengisi foto itu yang mengganggu ketenangan jiwanya.


Di sana tampak suaminya sedang dipeluk mesra seorang wanita berwajah Asia. Wanita itu begitu cantik dan pakaian minim yang melekat apda tubuhnya memeberikna kesan seksi. Apakah dia kekasih Evan?


Genevia lemas seketika, ia mendudukan dirinya di kursi kerja Evan untuk meredam rasa cemburu dan rasa sedihnya.


Kini ia mulai berpikir tentang perkataan Evan semalam, apa karena wanita di dalam foto itu yang membuat dirinya tak boleh mencintai Evan? Apa ini yang Evan maksud dirinya akan terluka? Karena ada wanita yang sebenarnya Evan cintai.


Mood Genevia yang sejak tadi pagi buruk kini bertambah buruk. Mengapa begitu sesak dan sakit mencintai seperti ini. Pertama kalinya dirinya merasakan jatuh cinta, namun juga harus merasa patah hati.


Jika tahu Evan memiliki seorang kekasih, dirinya akan menolak saat ayahnya meminta mereka menikah.


Genivee tidak bisa lagi berpikir untuk saat ini, ia memilh memeberekan meja Evan yang tingal sedikit lagi beres.


Setelahnya ia berganti pakaian dan membawa tas kecil untuk ia bawa pergi. Ia akan pulang ke rumah kedua orangtuanya untuk menenagkan diri sejenak.


Biarlah nanti ia akan menghubungi Evan untuk memberitahu. Tapi sepertinya pria itu juga tidak akan begitu peduli dirinya mengbari atau tidak. Namun demi menghargai Evan, baiklah akan Genevia lakukan nanti setelah sampai.


Genevia segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Evan. Entah mengapa meski dirinya merasa sesak, sedih, kecewa namun ia tidak menegluarkan air mata sama sekali. Entahlah, Genevia juga tidak paham akan hal itu.


NEXT .......