WINDING LOVE

WINDING LOVE
MENUNTUT KEBENARAN



Genivee dan David yang sedang makan, menyertai kegiatan mereka dengan berbincang ringan. Awalnya David tidak berniat makan sama sekali. Namun karena paksaan dari wanitanya, terpaksa dirinya menuruti keinginan Genivee.


Genivee dan David yang tengah asik saling suap-menyuap, tampak berbincang ringan.


"Apa kau tahu Dav, kakak ku belum memberitahu pada suaminya tentang kehamilannya. Bukankah itu kabar baik, mengapa harus ditunda-tunda. Lagi pula aku yakin, adik mu pasti akan bahagia juga mendengar kehamilan Kak Nevia." Ujar Genivee dengan menggerutu.


Merasa tak sabar ingin suami kakaknya segera mengetahui tentang kehamilan kakaknya itu. Namun kakaknya justru masih menundanya. Entah mengapa dirinya yang menjadi tak sabar.


"Mungkin belum sempat saja, Evan datang larut malam. Pasti merasa lelah, oleh sebab itu tertunda. Kemungkinan seperti itu Sayang." Jawab David menanggapi perkataan Genivee.


Genivee berpikir sejenak untuk mencerna perkataan David. Memang yang dirinya dengar dari kakaknya memang seperti itu. Namun entah mengapa dirinya yang merasa tak sabar, Evan mengetahui tentang kehamilan kakaknya.


"Dav, kau mengenal dengan baik bukan? lalu apa yang kau lihat Evan saat ini mencintai Kak Nevia?" entah mengapa Genivee merasa penasaran dengan fakta itu.


DIrinya juga mengetahui alasan dibalik pernikahan kakak nya dengan Evan Sanders. Namun dirinya percaya bahwa kakaknya dapat membuat suaminya itu luluh pada dirinya dan jatuh cinta.


Namun setelah bertemu langsung dengan kakaknya, Genivee merasa wajah yang selama ini Genevia tunjukkan tidak mengatakan bahwa dirinya bahagia selama ini.


Tentu hal itu membuat Genivee berpikir buruk terhadap hubungan pernikahan kakaknya dan suaminya. Dirinya takut jika Genevia tak bahagia dengan pernikahannya.


Dirinya juga akan merasa bersalah, karena hidup bahagia bersama seseorang yang amat mencintai dirinya. Meski David pernah melakukan kesalahan, namun kesalahan itu tak sebanding dengan cinta yang selama ini David berikan padanya.


Selama ini pun, Genivee tak berani menyinggung sedikitpun di hadapan kakaknya. Karena jika hal itu benar adanya, maka dengan tidak langsung dirinya akan melukai Genevia. Dengan mengingatkan kakaknya dengan perasaan sakit dan terlukanya.


Namun jika perkiraannya salah, maka dirinya juga akan terlihat berburuk sangka pada kakaknya maupun suami kakaknya itu.


Sementara David yang ditanya oleh Genevia tampak tak langsung menjawab. Justru pria itu terlihat melamun. Memikirkan jawaban yang harusnya dirinya berikan untuk Genivee sebagai istrinya atau sebagai adik seorang Genevia Albert.


David tentu tahu bagaimana seorang Evan Sanders. Adik satu-satunya yang sering menghabiskan waktu bersamanya, sebelum dirinya memutuskan untuk mengasingkan diri. Yang pada akhirnya menemukan cinta sejatinya yakni Genivee.


Genevia awalnya percaya jika Evan mungkin bisa saja perlahan mencintai Genevia. Namun setelah mendengar Keiko tentang hubungan pernikahan Evan dan Genevia yang terjalin buruk.


Membuat dirinya merasa tak yakin jika Evan dapat mencintai Genevia. Dan untuk saat ini, dirinya yakin bahwa Evan belum mencintai istrinya itu. Terlebih ayahnya belum memberikan izin untuk membongkar pernikahan dirinya dan Genivee di hadapan Evan.


Dah hal itu menambah spekulasi David tentang Evan yang tidak mencintai Genevia semakin benar. Karena ayahnya selalu mengetahui perkembangan anak-anaknya. Termasuk dirinya dan juga Evan.


Karena jika Evan telah mencintai istrinya, pasti ayahnya juga akan memberikan izin untuk dirinya mengatakan pernikahannya kepada Evan.


Namun kini David merasa bimbang untuk memberitahukan hal ini pada istrinya atau tetap menyembunyikan kebenaran tentang pernikahan Genevia dan Evan.


Karena di satu sisi tak ingin membuat istrinya merasa sedih. Dan di sisi lain, tak ingin menyembunyikan apapun dari Genivee. Karena selama ini, memang tak pernah ada rahasia di antara mereka.


"Dav, apa yang kau pikirkan?" tanya Genivee menelisik, merasa curiga.


David tersentak mendengar suara Genivee. Dirinya yang sejak tadi berpikir, Samapi melupakan sekitarnya.


"Tidak Sayang. Aku juga tak mengetahui bagaimana Evan terhadap wanita." Kilah David mencoba mencari jawaban paling aman.


Mendengar hal itu, Genivee menatap lekat dan tajam pada David. Genivee mengenal David dengan baik, seluk beluk David saat berbohong dan mengeles dirinya pasti tahu.


Genivee bangkit dari posisi duduknya, dan berlalu meninggalkan David sendirian di dapur.


Menyadari Genivee yang sedang marah padanya, membuatnya David segera menyusul istrinya menuju ke kamar. Untungnya pintu tak Genivee tutup sehingga dirinya masih bisa masuk.


Rupanya Genivee masih peduli dengan pernikahan mereka yang harus dirahasiakan dari Evan. "Sayang ..." panggilnya lembut kepada Genivee yang menutupi dirinya dengan selimut ke seluruh tubuh.


Namun Genivee tak menanggapi panggilan David sama sekali. Genivee tetap setia pada mode marahnya, karena David telah berbohong dan tak jujur padanya.


"Baiklah aku akan menceritakan semuanya Sayang." Tutur David pada akhirnya.


Daripada mengahadapi istrinya yang versi macan, lebih baik dirinya mengalah. Toh Genivee sebenernya perlu tahu tentang hal ini. Supaya dapat menghibur Genevia di saat merasa perlu di hibur.


Mendengar suaminya yang bersedia jujur padanya, Genivee segera membuka selimut yang menutupi wajahnya. Dan rupanya membuat dirinya merasa pengap.


"Sayang ..." David tampak khawatir melihat Genivee yang nampak terlihat kehabisan nafas. Tangannya segera terulur mengambil gelas yang berisi air untuk Genivee minum.


"Cepat katakan." Ketus Genivee setelah meminum air yang suaminya berikan.


Genivee masih mempertahankan marah nya, takut David berubah pikiran lagi jika dirinya kembali luluh. Padahal sebenarnya dirinya telah luluh dengan perhatian kecil yang David berikan padanya.


David masih diam menatap Genivee.


"Dav, kita tak pernah menyembunyikan rahasia satu sama lain. Aku yakin kau memiliki sebuah kebenaran yang cukup penting atau bahkan besar." Tutur Genivee berusaha membuat suaminya buka mulut.


"Baiklah Sayang, akan aku katakan. Tapi kiss ..." Ujar David menunjuk bibirnya untuk meminta kecupan dari Genivee.


Membuat Genivee tersipu malu, namun akhirnya ia kecup bibir David. Dan rupanya David menahan tengkuknya, hingga kecupan itu berubah menjadi sebuah ciuman.


Genivee memukul dada David setelah ciuman mereka terlepas. "Bisa-bisanya kau mencuri kesempatan." Ujar Genevia dengan mengerucutkan bibirnya.


"Iya Sayang, untuk meredakan rasa kesal di sini." Tutur David menunjuk dada Genivee. Yang membuat Genivee akhirnya tersenyum pada suaminya.


David memeluk Genivee yang nampak tersenyum, dan mereka tetap dalam posisi itu cukup lama. Setelah merasa puas, Genivee melepaskan pelukan David dan menagih perkataan suaminya.


"Ceritakan Dav." Titah Genivee pada suaminya.


Dan David menceritakan bagaimana tentang hubungan pernikahan Evan dan Genevia. Dari mana dirinya mengetahui hal itu. Dan bagaimana dirinya menolak permintaan Keiko yang memintanya membantu Evan dan Genevia.


Juga tentang alasan kedua orangtuanya menyembunyikan pernikahan dirinya dan juga Genivee dari Evan.


Setelah mendengar penjelasan David dengan demikian. Genivee mengangguk kepala pertanda paham dengan apa yang sebenarnya terjadi pada kakaknya dan suami kakaknya.


"Tapi Dav, kenapa kau menolak menolong mereka. Jika Keiko saja juga meminta padamu." Tanya Genivee lagi.


Dan David menjelaskan alasannya sebagaimana alasan yang dirinya berikan pada Keiko pada waktu itu.


Next .......