
"Huh ... kita tidak jadi pergi ke rumah orang tua ku Kei" ujar Genevia kepada Keiko.
Dirinya baru saja mendapatkan info dari teman kuliah untuk mengurus hal-hal mengenai tugas kuliahnya. akhirnya suka tidak suka, Genevia harus pergi ke kampusnya.
"kenapa tidak jadi?" Tanya Keiko dengan penasaran.
"Karena aku harus pergi ke kampus untuk menyelesaikan sebuah urusan." Jawab genevia dengan lesu.
Genevia merasa kecewa, karena tidak bisa pergi ke rumah orang tuanya. Namun apalah daya, dirinya bisa pergi esok hari.
"Bisakah aku ikut ke kampus? Aku bosan berdiam diri di sini." Keluh Keiko kepada Genevia.
Genevia berpikir sejenak, kemudian mengiyakan permintaan Keiko untuk ikut bersama dirinya. Dan mereka pun pergi ke kampus Genevia.
Sesampainya di kampus Genevia, Keiko menunggu istri sepupunya itu di tempat makan yang tersedia di kampus. Di sana ia dapat melihat banyak pria tampan yang membuatnya terpesona.
setelah lama menunggu, Keiko juga sempat memesan makanan dan minuman yang telah Ia nikmati. Keiko memutuskan untuk pergi mencari Genevia.
Keiko berjalan membawa minuman yang belum sempat dirinya habiskan. Keiko berjalan dengan tergesa-gesa dan tanpa sengaja dirinya bertabrakan dengan seseorang.
"Aw ..." teriak Keiko yang merasa terkejut.
Hampir saja dirinya jatuh ke tanah, jika saja tidak ada sebuah tangan yang menahan tubuhnya.
"What? sebuah tangan?" batin Keiko.
Setelah menyadari ada sebuah tangan yang menahan tubuhnya, Keiko mengangkat wajah nya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Dan siapa orang yang tengah menopang tubuhnya ini.
Deg
Jantung nya berdetak dengan kencang saat netra nya menatap mata wanita cantik yang masih berada dalam dekapannya. Dirinya merasa terpesona dengan kecantikan wanita yang berada dalam dekapannya itu.
Sedangkan Keiko nampak terkejut, rupanya yang menolong dirinya seorang pria. Dengan cepat ia melepaskan tangan pria itu yang bertengger manis di pinggangnya. Dan segera berdiri tegap, bangkit dari dekapan pria itu.
"Thanks" ujar Keiko singkat, dan hendak bergegas pergi.
Namun langkahnya terhenti, kala tangan nya di tahan oleh pria itu.
"Sorry, karena aku bajumu basah." Ujar pria itu menyesal.
Keiko melihat ke arah bajunya yang basah. Rupanya benar, bajunya terkena minuman yang ia bawa. Seketika Keiko merasa kesal dengan keadaan bajunya yang kotor.
Selama ini dirinya memandang penampilan adalah nomor satu, jadi hal-hal seperti ini membuat dirinya kesal. Penampilannya tak lagi sempurna dan bersih, bajunya terlihat kotor. Bahkan dapat ia rasakan kulitnya terasa lengket terkena minuman itu.
Keiko menatap pria yang tadi menabrak dirinya. Tatapannya tajam dan terkesan menusuk.
"Lihatlah Tuan, ini semua karena mu." Ujarnya dengan geram.
Sontak pria yang sempat terpesona pada Keiko merasa tak percaya dengan perkataan Keiko yang menyalahkan dirinya.
"Apa Nona tidak salah? Bukannya saya telah menolong anda Nona? Lalu sekarang dengan mudahnya anda menyalahkan saya?" Ujar pria itu juga ikut merasa kesal karena disalahkan oleh Keiko.
Keiko menghela nafasnya, ia tak ingin berdebat dengan pria asing di hadapannya ini. Tanpa banyak kata, Keiko berlalu pergi meninggalkan pria itu.
Dan pria itu juga terlihat tidak peduli, ia hanya menggeleng kepala melihat sikap Keiko. Dan ikut berlalu dari tempat itu.
Keiko mencari Genevia yang masih belum juga ia temukan dar tadi. Bahkan ketika ia hubungi, nomornya tidak aktif. Membuat kekesalannya semakin meningkat.
Dan tak lama kemudian, tampak Genevia berjalan mendekati Keiko yang terlihat menekuk wajahnya.
"Kei, kau darimana?" tanya Genevia.
Karena setahunya Keiko menunggu dirinya di kantin yang berada di kampus. Namun saat dirinya menyusul ke sana, Genevia tidak menemukan Keiko. Hingga akhirnya ia berniat menunggu Keiko di parkir di mana mobil mereka berada.
Genevia juga tak dapat menghubungi Keiko, karena saya baterai ponselnya habis. Jadilah nomornya tidak aktif saat Keiko menghubungi dirinya.
"Aku berkeliling mencari mu." Jelas Keiko dengan sebal.
"Maaf Kei, ponselku mati jadi tak bisa menghubungi mu." Ujar Genevia nampak menyesal membuat Keiko lelah mencarinya.
"It's ok. Aku tidak kesal karena mu" Ucap Keiko supaya Genevia tak merasa bersalah.
Karena memang bukan Genevia yang membuat dirinya kesal, namun pria itu. Meski dipikir-pikir dirinya yang berjalan terburu-buru, namun jika pria itu tidak melewati jalan yang sama dengannya.
Atau pria itu melihat jalan, pastilah tak akan menabrak dirinya dan membuat pakaian nya kotor. Yang membuat penampilannya tidak sempurna, seperti semula.
"Lalu?" Tanya Genevia.
Genevia memperhatikan wajah Keiko yang nampak kesal. Kemudian pandangan nya menangkap basah pada bagian perut Keiko, terlihat seperti kotor karena air.
"Karena bajumu yang basah?" tanya Genevia lagi setelah menyimpulkan penyebab Keiko kesal karena hal itu.
Mendengar perkataan Genevia, Keiko mengangguk kepala.
"Sudah selesai bukan urusan mu? Mari kita pulang, aku ingin berganti pakaian." Ujar Keiko.
Genevia terkekeh pelan mendengar perkataan Keiko. Rupanya benar apa Evan katakan, Keiko tidak bisa berpenampilan yang tidak menarik. Segala yang terlihat pada dirinya haruslah tampak sempurna dan bersih.
...🥀🥀🥀...
Genevia dan Keiko sampai di rumah bersamaan dengan Evan yang pulang dari kantor. Dengan segera Genevia membantu Evan dan menggandeng tangan suaminya untuk masuk ke dalam.
Sedangkan Keiko lebih dulu masuk ke dalam meninggalkan pasangan yang tengah melakukan drama itu. Dengan wajah cemberut dan tampak kesal, Keiko berlalu pergi.
"Kau tak jadi pergi?" tanya Evan mengapa Genevia yang rupanya masih di rumah. Padahal istrinya mengatakan akan pergi ke rumah kedua orangtuanya.
"Tidak, karena aku ada urusan mendadak di kampus." Jelas Genevia dan ditanggapi Evan dengan anggukan mengerti.
"Apa yang terjadi pada Kei?" Tanya Evan yang sempat melihat wajah sepupunya itu tidak sedang baik-baik saja.
Genevia tertawa kecil, mengingat penyebab Keiko kesal seperti itu. "Rupanya benar apa yang kau katakan. Kau tahu, dia kesal hanya karena bajunya yang masih terkena minuman."
Evan terpaku melihat Genevia yang sedang asik menertawakan Keiko. Entah mengapa melihat Genevia seperti itu, jantungnya berdetak lebih kencang tidak seperti biasanya.
Namun detik berikutnya ia segera menyadarkan diri, sebelum Genevia menyadari tindakannya yang menatap intens Genevia yang tengah tertawa.
Dan perkataan Genevia tentang Keiko hanya mendapatkan helaan nafas dari Evan. Atas kebiasaan Keiko yang harus selalu berpenampilan sempurna tanpa kurang apapun.
Bahkan Evan juga tidak terlalu menanggapi istrinya kala Genevia menjelaskan penyebab pakaian Keiko bisa basah.
Dalam perjalanan pulang dari kampus, Keiko menjelaskan kepada Genevia yang nampak penasaran dengan penyebab pakaian Keiko yang basah. Dan Genevia menyimpulkan Keiko lebih kesal dengan pria yang menabraknya dibandingkan dengan pakaiannya yang basah.
NEXT .......