WINDING LOVE

WINDING LOVE
DINYATAKAN HAMIL



Tak terasa pernikahan mereka berjalan telah dua bulan lamanya. Namun tidak ada yang berubah sama sekali. Genevia lama-kelamaan merasa jenuh dan bosan dengan hubungan keduanya yang terasa hambar.


Ia pikir setelah ia menumpang Evan ke kampus waktu itu akan membuat interaksi mereka sedikit berkembang. Namun Evan tetap saja menjadi pribadi yang acuh dan dingin. Bahkan terkesan begitu datar, ia kan lama-lama bosan jika seperti ini.


Ia akan mencoba untuk membawa perubahan pada hubungan keduanya. Setidaknya jika bukan sebagai suami istri yang yang saling mencintai, bisa juga menjadi teman yang saling peduli atau adik kakak yang saling menyayangi mengingat umur Evan lebih tua lima tahun darinya.


Ia melihat jam di pergelangan tangannya waktu menunjukkan waktu senja dan ia harus segera pulang. Sebentar lagi ia akan lulus dari universitas jadilah kini tugas-tugasnya semakin banyak menumpuk.


Ia merasa lelah , rasanya tak kuat bila harus mengemudikan sendiri mobilnya. Apa mungkin bila ia menghubungi suaminya?


Tak banyak yang tahu bahwa sebenarnya keturunan Albert ini memiliki sifat manja, tidak berbeda dengan Genivee yang juga sama-sama manja dengan Genevia. Pada intinya keturunan Tuan Besar Albert itu adalah para gadis yang memiliki sisi manja.


Biasanya dijam-jam seperti ini Evan sedang dalam perjalanan pulang karena saat sampai di rumah, suaminya itu selalu tepat waktu senja menjelang malam. Diperhitungkan dengan jarak berarti benar dijam-jam seperti ini,Evan sedang dalam perjalanan.


Tak mau berfikir lama lama ia segera menghubungi Evan, untung ia memiliki nomor suaminya itu.


Pada deringan pertama, Evan nampak mengabaikan panggilan Genevia. Namun dering ketiga akhirnya ia pun menjawabnya.


...🍇🍇🍇...


Di lain tempat


Ia tampak tenang menunggu hasil pemeriksaan, namun detik berikutnya ketenangan yang ia rasakan sirna dalam sekejap saat mendengar penuturan dokter yang memeriksanya.


Ia dinyatakan Hamil.


Ia kini tengah mengandung benih Steven sang kekasih. Tanpa disadarinya airmata telah membasahi kedua pipinya. Ia merasa gelisah dan tampak ketakutan. Tak ingin membuat dokter di depannya curiga, Genivee segera menghapus air matanya dan berpamitan untuk pergi setelah mengucapkan terima kasih.


Sepanjang perjalanan pulang ia tak begitu fokus mengemudikan mobilnya. Ia terus saja memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada dirinya.


Bagaimana tanggapan kedua orangtuanya, pasti mereka akan kecewa karena mengetahui kenyataan bahwa dirinya telah melanggar aturan yang Albert berikan untuk mereka. Terlebih kini ia hamil di luar ikatan pernikahan, meski ini hal lumrah di negaranya namun tidak bagi keluarga mereka.


Lalu bagaimana tanggapan Steven, apakah pria itu akan menerima berita kehamilan ini. Apa pria itu justru akan meninggalkannya, karena merasa belum siap menjadi seorang ayah.


Kembali ia mengingat kejadian waktu itu saat mereka lupa menggunakan perlindungan saat melakukannya. Ia sempat bertanya pada Steven tentang kemungkinan jika ia hamil, namun Steven menjawab dengan santai bahwa hal ini tidak akan mungkin terjadi.


Apa mungkin itu artinya Steven tidak mau memikirkan kemungkinan buruk itu. Berarti Steven tidak akan menerima kehamilannya ini.


Bagaimana cara dirinya menyampaikan berita besar ini, ia tidak memiliki cukup keberanian untuk mengungkapkan pada Steven maupun kedua orangtuanya.


NEXT .......