
Tuan Sanders dan Nyonya Sanders yang mengetahui kelakuan David yang memaksa Genivee bercinta merasa marah.
Sebelum Genivee menerima David kembali, mereka melarang David mendekati atau bahkan mengajak Genivee untuk melakukan kegiatan panas mereka.
Namun David kini telah melakukannya di kediaman Sanders pula. Dengan beraninya putranya itu melakukannya tanpa persetujuan dari tuan rumah. Apa lagi David juga terkesan memaksa Genivee.
Tuan Sanders tahu bagaimana peraturan keturunan Albert yang melarang bercinta di luar pernikahan. Dan kini puteranya telah menghamili keturunan Albert bahkan baru saja bisa dikatakan memperkosanya.
Sebagai seseorang yang terpandang, Tuan Sanders merasa malu dengan kelakuan putranya yang telah membuat Genivee melanggar aturan keluarganya. Meski Genivee ikut andil dalam naskah ini, namun seorang pria adalah pemegang kendali.
Akhirnya Tuan Sanders mengambil keputusan untuk segera menikahkan mereka. Selain karena janin dalam kandungan Genivee yang membutuhkan peran kedua orangtuanya. Tuan Sanders juga melihat bagaimana dia insan itu begitu sangat mencintai.
Meski Tuan Sanders tahu sedang ada kesalahpahaman sedikit dengan mereka berdua. Namun Tuan Sanders tidak ingin ikut campur, karena hal itu bukan lagi ranahnya. Ia ingin anaknya dapat menyekolahkan masalah mereka masing-masing.
Tuan Sanders juga melakukan hal yang sama kepada Evan. Untuk saat ini ia tidak akan ikut campur dengan masalah rumah tangga anaknya itu.
Namun jika Evan menyakiti Genevia atau meninggalkannya, maka Tuan Sanders sendiri yang akan turun tangan menghukum anaknya itu. Dan tentu juga mengamankan Genevia dari Evan.
Setelah keputusan ini, Tuan Sanders akan mendatangi Tuan Albert dan meminta Genivee menjadi menantunya secara baik-baik dan resmi.
Namun ia menghindari publikasi, selain karena Genivee yang identitasnya masih disembunyikan oleh Tuan Albert. Identitas David juga belum diketahui oleh masyarakat terbuka.
"Aku bersedia Dad." Ujar David setelah mendengar perintah Tuan Sanders untuk menikahi Genivee. Sangat terlihat jelas bagaimana bahagianya pria itu yang akan segera menikah dengan wanitanya.
Berbeda dengan Genivee yang nampak murung berada dalam dekapan Nyonya Sanders. Semenjak kehamilan yang memasuki trimester kedua, Genivee menjadi sering mual dan pusing. Dan Nyonya Sanders yang selalu menjadi tempat Genivee untuk berkeluh kesah, dan merawatnya dengan telaten seperti saat ini.
Meski awalnya canggung kepada Tuan dan Nyonya Sanders, namun lama kelamaan Genivee mulai merasa nyaman bersama mereka. Kemungkinan peran janin dalam kandungan juga berpengaruh.
Genivee sebenarnya ingin menumpahkan keluh kesah masa kehamilannya kepada ibunya, Nyonya Albert. Namun dirinya takut untuk pulang dengan keadaannya seperti ini, hamil sebelum menikah. Bahkan telah melanggar aturan sang ayah dan aturan keluarga.
"Genivee apa kau bersedia nak menikah dengan David? Meskipun tidak, kalian harus tetap menikah nak. Aku tidak ingin mencari masalah dengan keluargamu nak, ayahmu pasti kecewa dengan keadaanmu saat ini. Dan aku sadar semua ini kesalahan putraku yang harus dia pertanggung jawabkan. Jika kau tidak bersedia menikah dengan David, cobalah menerimanya demi anak kalian. Dia sangat membutuhkan peran kalian berdua." Jelas Tuan Sanders panjang lebar.
...🥀🥀🥀...
Setelah Genivee menerima dan bersedia untuk menikah dengan David, sesuai rencana saat ini mereka sedang dalam perjalanan ke Eropa untuk menemui sang ayah Genivee.
Genivee tampak terlelap di sebuah ruang istirahat yang ada di pesawat pribadi Sanders dengan berada nyaman di pelukan David. Semula Genivee duduk nyaman di kursi pesawat, meski Tuan dan Nyonya Sanders memintanya untuk tidur di salah satu ruangan yang tersedia. Namun Genivee kekeh menolaknya.
Genivee tidak ingin tidur bersama David, dirinya yakin David akan menyusulnya masuk ke dalam ruangan istirahat itu, jika ia memilih tidur di dalam sebuah kamar yang ada di sana. Dan kini hal itu benar terjadi tanpa Genivee sadari.
Genivee pada awalnya sangat marah dan memberikan David banyak ultimatum. Namun David sama sekali tidak menyerah, hingga membuat Genivee lelah sendiri untuk sekedar melarangnya. Pada akhirnya ia biarkan pria itu bertindak sesukanya.
Genivee yang terlelap di kursi penumpang membuat Tuan dan Nyonya Sanders tidak tega, terlebih David. Hingga kemudian David menggendong Genivee dengan hati-hati supaya wanitanya tidak terbangun untuk ia bawa ke dalam ruangan istirahat yang tersedia.
Dan benar sesuai dugaan Genivee, David juga ikut berbaring di sampingnya dengan memeluk erat perutnya yang terlihat membuncit meskipun masih kecil. Rupanya tak hanya itu, David juga sempat sempatnya memberikan banyak kecupan dia setiap sisi wajah Genivee yang sedang terlelap.
Sesampainya di kediaman Albert, mereka di sambut baik oleh Tuan Albert. Tuan Sanders juga telah mengabarkan kedatangannya melalui tangan kanannya kepada Tuan Albert.
Namun saat melihat kedatangan putri keduanya, Genivee yang juga ikut serta bersama mereka. Membuat Tuan Albert menatap ke arah putrinya itu dengan ekspresi bertanya-tanya.
Tuan Sanders kemudian mulai membicarakan niat kedatangan mereka untuk menikahkan Genivee dengan David, anaknya. Sebelumnya Tuan Sanders meminta maaf atas kelancangan putranya yang telah menghamili Genivee, putri mereka.
Mendengar penuturan Tuan Sanders yang mengatakan Genivee hamil, sungguh membuat hati Tuan Albert kecewa dan sedih. Ia merasa gagal mengawasi anaknya selama ini, hingga kecolongan.
Namun mengetahui adanya janin di dalam perut putrinya yang merupakan calon cucunya, membuat Tuan Albert mencoba legowo dan menerima kenyataan meski hatinya masih sedikit kecewa karena Genivee telah melanggar aturannya.
Apalagi rupanya kekasih Genivee yang telah menghamili putrinya itu adalah pria yang selama ini ia cari untuk ia jodohkan dengan Genivee. Dan saat ini seolah takdir berpihak, meski caranya salah namun David Sanders tetap menjadi menantunya.
Menjadi pria yang akan ia beri kepercayaan menjaga Genivee. Tuan Albert juga merasa tenang karena David pastilah mencintai putrinya itu. Karena sebelum ia mengetahui identitas asli David saat menjadi Steven, dua insan itu terlihat saling mencintai begitu dalam.
Di saat mereka sibuk membicarakan perihal pernikahan dan permintaan maaf David serta Tuan Sanders karena telah menodai anaknya.
Dua wanita beda generasi tengah berbicara serius di sebuah kamar. Mereka adalah Genivee dan Nyonya Albert.
"Maafkan aku Mom karena telah mengecewakan kalian" Genivee terisak pelan menyesali perbuatannya yang membuat kedua orang tuanya merasa kecewa kepadanya.
Nyonya Albert memeluk erat putrinya itu dengan mata berkaca-kaca. Meskipun ia merasa kecewa, namun masih ada rasa syukur dihatinya. Karena pria yang menjadi ayah janin Genivee adalah pria yang bertanggung jawab dan mau segera menikahi Genivee.
Nyonya Albert tidak dapat membayangkan jika Genivee mendapatkan pria yang tidak bertanggung jawab. Kemudian akan meninggalkan Genivee begitu saja saat mengetahui kehamilan Genivee.
Pasti Genivee akan merasa terluka dan bersedih. Dirinya sebagai ibu juga akan merasa terluka jika hak itu terjadi kepada Genivee.
"Mommy mungkin kecewa dengan perbuatan kalian. Tapi Mommy tidak akan menghalangi pernikahan kalian, karena di sini telah ada cucu Mommy yang membutuhkan peran kalian." Jelas Nyonya Albert dengan mengelus perut Genivee yang membuncit.
NEXT .......