
Mendengar perkataan Chelsea, Evan menatap tajam wanita itu. "Bagaimana kau tahu?" tanya Evan yang curiga.
Chelsea justru tertawa mendengar pertanyaan pria itu. "Kau terlalu bodoh Evan Sanders. Menyiksa batin wanita yang kau cintai?" ujar Chelsea tampak tersenyum sinis.
"Jelaskan, apa yang kau lakukan pada nya?" tanya Evan yang menatap tajam Chelsea.
Dirinya yakin, wanita itu pastilah ada sangkut pautnya dengan kepergian Genevia. Terlebih wanita itu akan mengancam mengganggu rumah tangganya.
Evan tak ingin membahas perkataan Chelsea bahwa dirinya mencintai Genevia. Karena menurutnya mustahil, dirinya memilki perasaan itu pada Genevia. Evan tak bisa mempercayai hal itu.
"Aku tak melakukan apapun. Hanya mengatakan kalau selama ini kau tak pernah pulang ke rumah karena menginap di apartemen ku. Dan memintanya melepaskan mu, karena selama ini dia hanya menjadi beban untukmu bukan?" Jelas Chelsea tanpa rasa bersalah sama sekali.
Evan terkejut mendengar penjelasan Chelsea. Hatinya merasa sakit membayangkan Genevia pasti merasa terluka dengan kebohongan yang Chelsea katakan.
Jangankan menginap di apartment wanita licik itu, Evan tak pun tak akan sudi datang menemui wanita yang sedang berdiri di hadapannya itu.
"Kau ... apa maksudmu mengatakan itu semua padanya?" tanya Evan dengan geram.
Awalnya Evan mengira Genevia pergi karena sudah menyerah dengan memperjuangkan perasaan padanya. Namun setelah mengetahui kenyataan bahwa kepergian istrinya disebabkan wanita di hadapannya itu. Evan merasa mulai menghawatirkan Genevia.
Genevia yang telah salah paham, pasti berpikir buruk padanya dan Chelsea. Entah mengapa Evan seperti dapat merasakan bagaimana terlukanya Genevia saat Chelsea mengatakan hal itu.
"Mengapa kau harus penasaran? bukankah bagus jika Genevia pergi dari kehidupan mu? Kau tak akan merasa terbebani lagi Evan Sanders." Tutur Chelsea tertawa mengejek pada Evan.
Tak lagi ingin menanggapi ucapan Chelsea, Evan berpikir ada hal yang lebih penting untuk dilakukan. Evan segera melangsungkan kakinya untuk pergi dari hadapan Chelsea.
Semua yang Chelsea katakan terasa benar dalam logikanya. Namun entah mengapa hatinya tampak tak setuju dengan perkataan itu. Hingga Evan tak ingin lagi mengira-ngira apa keinginan dirinya yang sebenarnya. Karena mencari istrinya adalah hal yang paling penting untuk dilakukan.
"Kau akan mendapatkan pembalasan ku, atas apa yang kau lakukan." Ancam Evan.
Chelsea hanya tersenyum smirk mendengar ancaman Evan.
"Kau tak perlu kemana-mana Evan Sanders. Biarkan Genevia bebas tanpa penderitaan berada di sisimu. Mungkin saja sekarang sudah ada pria baik yang telah melindungi dan mencintai istrimu dan calon anakmu." Tutur Chelsea membuat Evan semakin geram.
"Tutup mulut mu, sebelum ku robek!" Ancam Evan kemudian berlalu pergi.
Evan tak terima dengan perkataan Chelsea, yang membahas pria lain untuk Genevia. Tanpa sadar, Evan sudah mengklaim Genevia hanya miliknya seorang. Begitupun juga calon anaknya, hanya miliknya tak boleh diambil oleh orang lain.
Saat Evan telah hilang dari pandangan nya, Chelsea segera mengeluarkan ponselnya.
"Aku sudah melakukan apa yang kau rencanakan. Beri tahu aku di mana David berada." Ujar Chelsea pada seseorang di seberang sana.
"Aku tak meminta mu untuk membuatnya sampai pergi. Mengapa kau harus melakukan hal seperti itu?" tanya seseorang di seberang dengan kesal.
"Kei, kau jangan main-main denganku. Kau tak tahu saja sepupu bodoh mu itu, tak akan pernah menyadari perasaannya jika istrinya tak pergi. Sekarang beritahu aku di mana David berada." Ujar Chelsea dengan marah.
Rupanya selama ini, Keiko yang meminta Chelsea untuk membuat Evan menyadari perasaannya pada Genevia. Keiko yang ingin membantu Evan segera menyadari perasaannya, tak dapat berbuat apa-apa. Saat dirinya harus kembali ke Jepang.
Kedatangan Chelsea yang bergabung bersama agensinya, rupanya hanya untuk mencari tahu keberadaan David.
Dan wanita itu bersedia, asalkan Keiko memberitahukan di mana keberadaan David. Namun Keiko tak menyangka, Chelsea akan sampai membuat Genevia memutuskan pergi dari kehidupan Evan. Padahal Keiko tak meminta sampai sejauh itu.
"Baiklah, aku akan memberitahu mu. David saat ini sedang bersama Genevia. Salah mu sendiri membuat nya pergi, jadi kau harus bekerja sama dengan Evan supaya dapat menemukan mereka." Jelas Keiko
"Dan satu lagi, jangan beritahu Evan bahwa David juga ada bersama Genevia. Kau juga jangan banyak bertanya, biarkan David yang akan menjelaskan semuanya nanti." Tutur Keiko lagi.
"Baiklah aku akan diam." Ujar Chelsea kemudian menutup panggilannya.
Chelsea nampak berpikir sejenak. Mengapa David ada bersama Genevia? pertanyaan itu menjadi tanda tanya besar di pikiran Chelsea. Namun seperti perkataan Keiko, Chelsea tak akan banyak bertanya. Karena nanti David yang akan menjelaskannya.
...*******...
Sementara Evan saat ini sedang mencari petunjuk kepergian istrinya. Meski dirinya belum menyadari perasaannya pada Genevia, namun Evan merasa memang harus mencari Genevia dan membawanya kembali pulang.
Apalagi saat mendengar Chelsea yang mengatakan pria lain telah menggantikan posisi nya untuk Genevia. Evan merasa dadanya panas, dan jantungnya terasa ingin meledak.
"Persetan dengan cinta, kau hanya milikku Genevia. Kau tak akan ku biarkan bersama pria manapun." Gumam Evan dengan dingin.
Evan masih menunggu hasil dari orang-orangnya yang membantu mencari istirnya. Hanya dalam hitungan menit, mereka telah berhasil menyempurnakan tugasnya.
Evan mendapatkan informasi di mana keberadaan Genevia saat ini. Tanpa banyak kata, Evan segera melajukan kendaraannya menuju tempat keberadaan Genevia.
Dalam keheningan Evan yang sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ponselnya terasa bergetar dan terdengar berdering. Hingga membuatnya mengentikan kendaraan dan menepi.
Evan berpikir mungkin salah satu orang-orangnya yang menghubungi untuk memberikan info terbaru. Namun perkiraan nya salah, rupanya.
"Kau mau apa lagi menghubungi ku?!" Tanya Evan dengan dingin.
"Aku akan ikut dengan mu, mencari Genevia." Tutur Chelsea.
"Apa kau bisa membodohi ku? dengan kedatangan ku bersama mu akan semakin membuat istriku salah sangka." Jawab Evan dengan tajam, dan mematikan sambungan sepihak.
Evan kembali melajukan kendaraannya untuk segera menemui Genevia, dan calon anaknya. Evan juga masih belum tahu apakah dirinya menerima kehadiran janin dalam kandungan Genevia.
Namun yang pasti, Evan ingin membawa Genevia pulang bersamanya. Tak akan membiarkan Genevia dimiliki pria manapun selain dirinya.
"Kurang ajar, aku harus segera mengikuti Evan." Chelsea mengumpat kesal saat Evan menolak permintaannya.
Hingga akhirnya, dirinya meminta seseorang untuk membawanya mengikuti Evan. Supaya dirinya tak kehilangan jejak dan dapat bertemu dengan David. Sang mantan kekasih, yang masih sangat dirinya cintai.
"David, tunggu aku. Aku telah berubah hanya untuk mu." Gumamnya lirih.
Chelsea menyesali pengkhianatan yang pernah Ia lakukan terhadap David. Maka kini dirinya ingin menebus semua kesalahannya, dan memperbaiki hubungan mereka.
Next .......