
Sesampainya tepat di depan kamar, yang Evan perkirakan kamar di mana istrinya dan David berada. Evan segera mendobrak pintu kamar itu dengan sekuat tenaga. Meski merasa kesulitan Evan tampak tak menyerah dan tetap melakukannya.
Hingga terbukalah pintu kamar itu dengan lebar. Evan bergegas melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruang kamar itu. Diikuti oleh Chelsea di belakangnya.
Sementara dua insan yang tengah asik bermesraan, merasa terkejut kala mendengar pintu yang seperti digedor oleh seseorang. Namun kala David akan mengeceknya, pintu kamar mereka sudah terbuka lebar. Dan menampakkan dua manusia berbeda jenis di hadapannya.
Tentu saja David terkejut, selain karena pintu yang didobrak secara tiba-tiba. Juga terkejut dengan pelaku pendobrak itu, terlebih wanita yang menatap sendu padanya yang berada di belakang si pelaku pendobrakan.
Tak hanya David, Genivee juga merasa terkejut melihat kedatangan Evan yang merusak pintu kamar mereka. Juga kehadiran wanita asing yang mengiringi kedatangan adik iparnya itu.
Ya, sejak tadi yang sedang bercumbu mesra dengan David adalah Genivee. Baik Evan maupun Chelsea yang tak mengetahui bahwasanya Genevia memiliki saudara kembar. Wajah mereka mengira wanita yang saat ini berdiri di samping David adalah Genevia, istri Evan.
Bugh
Tanpa aba-aba Evan melayangkan pukulan pada wajah tampan David. Evan sungguh murka dengan apa yang David lakukan pada wanita yang Ia kira istrinya. Istri yang sedang mengandung anak mereka.
Terlebih perut Genivee juga tampak buncit, namun tak begitu terlihat. Karena Genivee sedang menggunakan pakaian oversize. Sehingga membuat spekulasi Evan maupun Chelsea menganggap wanita itu seolah benar-benar Genevia.
"David!" David terjatuh ke lantai setelah mendapat pukulan dari Evan, diiringi teriakan dari Genivee.
David dan Genevia terlihat tampak tak mengerti dengan apa yang Evan lakukan. Hingga suara Evan berhasil membuat mereka menjadi paham apa yang sedang Evan pikirkan.
"Beraninya kau menyentuh wanita ku!" Ujar Evan dengan nada dinginnya.
Evan menatap tajam pada David, saudara kandungnya. Lalu tangannya mengepal erat kala melihat Genivee yang mendekati David untuk membantu pria itu berdiri.
"Jika kau berani mendekatinya, aku akan membuat wajahnya remuk!" Tutur Evan dengan datar, memperingati Genivee.
Genivee menjadi bimbang untuk melakukan apa. Namun David memberikan kode untuk mengiyakan permintaan Evan.
Dan semua itu tak luput dari pandangan Evan maupun Chelsea. Evan mengetatkan rahangnya melihat interaksi mereka yang terlihat seperti pasangan yang saling mencintai.
David dan Genivee juga tak berniat untuk mengklarifikasi siapa Genivee sebenernya. Karena dengan Evan berpikir seperti itu, akan semakin membuat Evan segera menyadari perasaannya pada Genevia.
Tanpa banyak kata, Evan menarik Genivee untuk diajak bicara & menjelaskan semuanya. Juga untuk menghindari matanya dari memandang David.
Kakak sulungnya yang sebenarnya Ia rindukan, namun melihat kejadian yang mereka lakukan. Membuat Evan menjadi muak melihat wajah David. Merasa tak menyangka David akan berbuat sepicik itu kepada wanitanya.
Evan yakin David pastilah tahu bahwa Genevia adalah istrinya. Kalaupun tidak, seharusnya mereka juga tak pantas melakukan adegan seintim itu saat wanita sedang mengandung anak pria lain.
Terlebih hubungan wanita itu dengan suaminya masih berjalan. Tak ada kata perpisahan, bahan masih seminggu mereka berpisah tempat tinggal. Namun dengan lancangnya Genevia berani menjalin hubungan dengan pria lain.
Membuat Evan berpikir, apa mereka selama ini sudah ada main di belakangnya. Sehingga saat Genevia memutuskan pergi, David menjadi leluasa untuk bersama wanitanya.
Dengan wajah yang masih tegang terlihat murka, Evan membawa Genivee yang dia pikir adalah Genevia ke ruangan yang jauh dari kamar yang David tempati.
Dengan tatapan dingin, Evan menatap intens Genevia. Melihat perut buncit istrinya yang sudah seminggu dirinya rindukan. Mengingat apa yang sudah Genevia lakukan bersama David, membuat Evan berpikir.
"Apa yang kau kandung adalah anakku?!" tanyanya dingin tanpa menatap Genivee.
Justru pikiran Genivee saat ini sedang melayang memikirkan David yang berada di dalam bersama wanita yang Ia yakini adalah Chelsea. Mantan kekasih David.
"Awas saja jika dia berani macam-macam." gumam Genivee dalam hati. Untuk David dan wanita licik yang bernama Chelsea itu.
Evan tampak semakin geram kala Genivee tak segera menjawab pertanyaan darinya. Membuat apa yang ada didalam pikiran nya adalah benar. Bahwa David yang merupakan ayah dari janin di dalam perut wanita di depannya.
"Lebih baik nanti saja kita bicarakan." Ujar Genivee bergegas masuk kembali ke kamar di mana David Ia tinggalkan.
Evan terkejut mendengar jawaban wanita itu, sungguh tak mengira dengan respon yang akan Ia dapatkan. Entah mengapa, dirinya merasa sebuah kekecewaan. Apa lagi saat menatap mata istrinya yang seperti tak ada lagi tatapan cinta untuknya.
"Apa dia sungguh telah berpaling pada David?" gumam Evan pelan. Melihat bagaimana Genivee begitu khawatir pada David, membuat Evan melihat ikatan cinta yang kuat di antara mereka.
Genevia yang Ia lihat seperti bukan Genevia yang biasanya selalu menatap dirinya dengan hangat. Hanya ada tatapan datar dan tak ramah padanya. Mengingat hal itu, dadanya terasa panas. Evan merasa tak rela Genevia berpaling dari mencintainya.
Akhirnya Evan menyusul wanita yang Ia pikir adalah Genevia, masuk kembali ke kamar di mana dirinya melampiaskan emosi.
Sementara yang terjadi pada David dan Chelsea setelah kepergian Evan dan Genivee.
"Dav ... aku tak menyangka kau lebih picik dariku." Tutur Chelsea menatap kecewa David.
Melihat bagaimana David yang terlihat tak merasa bersalah telah mencumbui wanita milik Evan. Membuat Chelsea merasa kecewa David tak lagi menjadi pria baik yang selalu dirinya rindukan.
Namun meski begitu, perasaan Chelsea tak memudar sedikitpun. Ia hanya merasa kecewa saja pada David. Mengapa harus merusak kebahagiaan Evan, dengan mengambil wanita saudara kandungnya.
"Itu bukan urusanmu." Jawab David dengan datar.
Chelsea mendekati David, berniat membantu pria itu untuk membersihkan luka di sudut bibirnya. "Mengapa harus Genevia? wanita milik Evan, adik ipar mu?" tanya Chelsea nampak masih tak terima.
"Sudah aku katakan, kau tak memiliki hak untuk ikut campur. Karena bukan urusanmu." Tutur David dengan ketus.
"Baiklah, aku tak akan bertanya. Tapi biarkan aku membantu mengobati lukamu" tawar Chelsea.
"Tidak perlu, wanitaku yang akan melakukannya." Ketus David menjauh dari Chelsea.
David merasa was-was jika Genivee sampai melihat dirinya dekat-dekat dengan Chelsea, yang merupakan mantan kekasihnya. Selain itu, David juga merasa ilfil dengan wanita di hadapannya itu setelah dulu begitu lugasnya bermain di belakangnya.
Chelsea menatap sendu David. "Aku berusaha berubah selama ini Dav. Semua ku lakukan supaya bisa kembali padamu. Karena sampai saat ini, hanya kau yang ada di hatiku." Jelas Chelsea menatap David sendu.
"David milikku, tubuhnya dan hatinya hanya milikku!" tegas Genivee yang melangkah masuk ke dalam ruangan.
Mendengar perkataan Chelsea, Genivee merasa geram dan ingin menampar wajah wanita itu. Tak tahukah bahwa David sudah menjadi miliknya, jadi tak usah berusaha untuk kembali merayu.
"Kenapa kau menanggapinya?" tanya Genivee menatap tajam David.
Next .......