WINDING LOVE

WINDING LOVE
CEMBURU



David menarik tangan Genivee lembut sebelum wanita itu berhasil keluar dari kamarnya sendiri meninggalkan David. David merengkuh tubuh Genivee yang sedikit berisi ke dalam dekapannya.


Hal yang ia rindukan untuk dilakukan. Semenjak karena kebodohannya meninggalkan Genivee, ia tak pernah lagi merasakan pelukan hangat ini bersama Genivee. David meresapi dan menikmati pelukan hangat mereka.


Sedangkan Genivee tidak membalas pelukan David sama sekali. Meski sebenarnya ia juga menikmati pelukan ayah dari janin yang ia kandung. Tanpa David sadar Genivee menghirup dalam dalam aroma tubuh David yang selama ini ia rindukan.


Selama ini di setiap malam, Genivee selalu merindukan pelukan dan mencium aroma tubuh David. Namun hal itu selalu Genivee tahan untuk membuatnya terbiasa tanpa keberadaan David. Genivee sadar, kerinduan itu juga berasal dari janin yang ia kandung. Yang kemungkinan merindukan sosok David, selaku ayahnya.


"Seberapa benci kau padaku Vee, sampai kau rela memisahkan anak dari ayahnya?" tanya David sendu mengeratkan pelukannya pada Genivee. Seolah takut mendengar jawaban yang akan Genivee berikan.


Genivee menghela nafas berat kala mendengar pertanyaan David.


"Aku tak lagi membencimu. Hanya rasa kecewa yang membuat aku tak ingin lagi berurusan denganmu." Jelas Genivee dengan tenang, meski hatinya bergemuruh.


"Aku ingin kita bersama membesarkan anak anak kita. Aku tak ingin kau pergi dari sisiku. Bagaimana agar aku bisa memperbaiki kesalahanku Vee? Maafkan aku karena pernah menjadi pengecut dengan pergi meninggalkan kalian saat membutuhkan aku." David nampak putus asa dengan sikap Genivee yang masih belum juga memaafkan dirinya.


Bahkan untuk menyapa anaknya yang sedang Genivee kandung, David tidak memiliki kesempatan. Wanita manja itu kini mulai berubah seperti seekor macan yang menakutkan.


Genivee tersenyum tipis mendengar perkataan David.


"Aku sudah memaafkan mu karena pergi meninggalkanku. Aku hanya kecewa saja pada diriku. Dan jika kau ingin menikah, carilah wanita yang memang kau cinta Dav. Tentang anak dalam kandunganku, aku tidak akan melarang jika kau ingin menemuinya suatu hari nanti." Jelas Genivee menahan sesak di hatinya.


Dengan sadar dirinya meminta pria yang ia cintai untuk mencari pengganti dirinya. Hatinya sesak mengatakan hal itu, namun semua ini menurutnya adalah yang terbaik. David tidak mencintainya, jadi untuk apa mereka tetap bersama.


Genivee kecewa pada dirinya sendiri karena mudahnya tertipu dengan David. Bagaimana ia bisa mencintai pria itu begitu dalam, padahal David selama ini tidak tulus padanya.


David yang mendengar ucapan Genivee merasa geram. Siapa wanita yang David cinta selain Genivee. Jiwa dan hatinya telah mati rasa semenjak Genivee memasuki relung hatinya hingga yang terdalam.


Sampai saat ini pun, wanita di hadapannya ini masih kokoh mengisi hatinya. Bahkan dapat ia pastikan selamanya tak akan terganti dan tergeser. Hanya Genivee satu-satunya pemilih tahta di hatinya.


"Apa yang kau inginkan sebenarnya Vee? berpisah dariku dan meninggalkanku? memisahkan seorang anak dari ayahnya? Apa Vee katakan apa yang kau inginkan?" Tanya David dengan nada geram.


Ia berusaha mengendalikan emosinya supaya tidak berakhir melukai wanitanya.


Genivee mengangguk. "Benar, aku menginginkan semua itu Dav. Meninggalkanmu dan menikah dengan pria yang mencintaiku." Jawab Genivee menaikkan intonasi bicaranya.


Ia ingin David mengerti bahwa dirinya tak ingin lagi memiliki urusan dengan David. Hatinya selalu sakit jika memikirkan selama ini David tidak mencintainya. Dan dirinya mencintai David sendirian. Dirinya tulus, namun David sepertinya tidak.


Mendengar perkataan Genivee yang akan menikahi pria lain. Emosi David tak mampu lagi ia kendalikan. Dengan sedikit kasar ia membawa Genivee ke ranjang kamar yang mereka pakai untuk berbicara saat ini.


Genivee hanya mampu terdiam menatap David dengan mata berkaca-kaca. Ia paham apa yang akan David lakukan padanya. Setiap Genivee membahas pria lain yang membuat David cemburu, maka hal ini yang David lakukan padanya.


Evan mulai mencumbu Genivee yang pasrah di bawahnya. Perlahan namun pasti tidak ada lagi satu helai benang pun melekat pada tubuh mereka. David dapat melihat dengan jelas perut Genivee yang nampak buncit.


Genivee memejamkan mata kala David mengelus lembut perutnya, ia menikmati kenyamanan dari elusan tangan David. Sepertinya sang anak dapat merasakan kehadiran dan perhatian sang ayahnya.


Setelah puas menyapa anaknya, David meninggalkan kecupan hangat di perut Genivee.


"baby, Daddy menyayangimu. Maafkan Daddy karena pernah meninggalkan kalian dan tidak menerima kehadiranmu." Ujar David dengan merasa menyesal.


Genivee yang mendengarnya merasa terenyuh dengan perkataan dan tindakan David.


Setelahnya David menatap Genivee, masih tersisa kemarahan di matanya untuk Genivee. Tanpa mengatakan sepatah katapun David kembali mencumbu Genivee dan melakukan aktifitas yang sebenernya mereka rindukan setelah berpisah.


...🍇🍇🍇...


POV Evan


Setelah mengetahui Genevia memiliki perasaan kepadanya, wanita yang saat ini menjadi istrinya itu mengaku mencintainya. Evan tidak pernah jatuh cinta selama ini, ia takut tidak bisa membalas perasaan cinta Genevia dan akan berakibat melukai perasaan istrinya itu.


Tidak dapat ia pungkiri, ketika melihat kesedihan di wajah Genevia saat dirinya melarangnya untuk mencintainya Evan tidak tega. Hatinya merasa tidak nyaman melihat bagaimana Genevia yang terluka.


Oleh karena itu Evan akan berupaya membuat Genevia melupakan perasannya itu pada dirinya. Supaya kedepannya Genevia tidak akan lebih terluka, juga tidak akan terluka terus menerus.


Oleh sebab itu Evan akan melakukan sebuah rencana, Ia meminta asisten pribadinya untuk membantu menjalankan rencananya.


Salah satunya foto yang diletakkan asisten pribadinya di meja kerja, semua itu adalah akal-akalan Evan supaya Genevia menemukannya. Dengan hal itu Genevia akan kecewa dan menyerah pada perasaanya.


Saat mengawasi Genevia dari cctv ruang kerjanya yang tersambung pada laptopnya, Evan merasa lega melihat bagaimana Genevia yang merasa sedih dan terlihat kecewa.


Foto dirinya bersama Keiko, adik sepupunya yang merupakan anak dari pamannya yang berada di Jepang. Foto itu diambil setahun yang lalu saat acara keluarga mereka yang diadakan di Jepang.


Namun ketika Genevia pulang dari rumah orangtuanya, Evan merasa heran karena wajah istrinya sudah nampak berseri kembali dan tidak ada lagi kesedihan ataupun kekecewaan yang tergambar.


Dan hal itu membuat Evan merasa resah karena berarti Genevia belum menyerah terhadap perasaannya. Oleh sebab itu Evan melakukan rencana berikutnya, dengan mendatangkan Keiko ke rumahnya. Meminta sepupunya itu untuk mengaku sebagai kekasihnya.


Namun Keiko tidak dapat datang secepatnya karena ia banyak jadwal pemotretan. Keiko seorang wanita keturunan Jepang-Amerika, profesi nya yang seorang model membuatnya dituntut untuk tampil cantik dan menawan.


Selain karena Keiko yang paling bisa membuat Genevia menyerah dengan pesona kecantikan Keiko. Evan juga memilihnya karena dia sepupu wanita Evan satu-satunya yang tidak akan membocorkan tentang pernikahannya, yang paling bisa menjaga rahasia.


Mungkin yang dilakukannya ini terlihat kekanakan kanakan atau terlalu berlebihan. Namun hal ini demi menghindari hal-hal yang Evan inginkan tidak terjadi. Biarlah semua berjalan sesuai rencananya, namun Evan melupakan Tuhan juga memiliki rencananya


NEXT .......