WINDING LOVE

WINDING LOVE
MENYELESAIKAN



Melihat istrinya yang menangis dan bersedih, David segera membawa Genivee ke dalam dekapannya untuk membuat ibu dari anaknya itu merasa lebih tenang. David mengelus dengan lembut rambut legam Genivee dengan rasa sayang


"Maaf sayang, aku telah melakukan hal bodoh dengan meninggalkanmu." Ujar David menyesal.


Sampai detik ini, dirinya masih menyesali kebodohan yang telah dirinya lakukan dengan meninggalkan Genivee dan anak nya yang masih berada dalam kandungan. Hanya karena sebuah alasan yang tidak berdasar dan terkesan dirinya begitu pengecut


"Kau memang bodoh, aku membencimu, sangat membencimu!" Ucap Genivee dengan memukuli dada David yang masih setia memeluknya.


Dan David membiarkan wanitanya melakukan hal itu, demi membuat Genivee merasa lega dengan menumpahkan kekesalannya pada dirinya.


Setelah cukup lama, akhirnya Genivee menghentikan tindakannya memukuli dada David. Dirinya merasa lelah memukuli pria itu, bahkan tangannya juga terasa perih dengan memukuli suaminya. Namun Genivee merasa hatinya lega, sesuai pemikiran David.


Setelah meluapkan apa yang selama ini


ia pendam dalam hati dengan memukuli dada ayah dari bayi dalam kandungan nya.


"Apakah masih ada lagi sayang?" Tanya David kepada istrinya, mungkin Genivee masih belum puas melampiaskan rasa sakit dihatinya kepada dirinya.


Genivee yang ditanya oleh David menggeleng pelan di dalam dekapan suaminya. Dirinya merasa lelah dengan tindakan yang baru saja ia lakukan, meluapkan kekesalannya kepada David.


David mengelus lembut punggung Genivee yang masih terisak di pelukannya. Dirinya memahami Genivee yang merasa kelelahan setelah apa yang Genivee lakukan.


David sama sekali tidak tersinggung atau sakit hati dengan perkataan Genivee kepada dirinya. Karena sepenuhnya dirinya sadar, telah melakukan tindakan bodoh, dan melukai hati Genivee dengan meninggalkannya saat itu.


"Maafkan aku sayang, aku meninggalkan kalian karena takut kepada orang tuaku." Ujar David kepada Genivee.


Genivee yang masih menangis dalam dekapan suami nya, mengentikan tangisannya kala mendengar perkataan David. Genivee melepaskan diri dari dekapan David, menatap David.


"Apa maksud mu Dav?." Genivee tidak paham dengan perkataan David.


Hal apa yang membuat David takut kepada orang tuanya, Genivee tidak paham. Apakah kehamilan Genivee menjadi masalah bagi keluarga Sanders menurut David. Namun kenyataan nya, Tuan Sanders sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.


David menatap lekat Genivee, menggenggam tangan istrinya dengan erat seolah mencari kekuatan.


"Kau tahu, sebelum mengetahui identitas asli mu. Aku berpikir, ayahku tidak akan menerima kehadiran mu sebagai menantu. Maka dari itu, aku takut ayahku akan melukai kalian, jika aku masih bersamamu Vee. Ayahku selalu tahu di mana dan apapun hal yang aku lakukan." Jelas David dengan menunduk merasa malu dengan tindakannya yang pengecut.


Genivee hanya diam mendengarkan penjelasan David. Dirinya masih ingin mendengar penjelasan David yang lainnya.


"Maaf karena aku bertindak pengecut Vee. Aku menyesal telah melakukan hal itu, meninggalkan mu saat kau membutuhkan ku." David menyesali tindakannya saat itu.


Tangan Genivee yang ia genggam erat, ia bawa ke hadapannya untuk dikecup dalam dan lama. Menunjukkan ia bersungguh-sungguh menyesali perbuatan nya meninggalkan Genivee bersama anak nya yang masih berada dalam kandungan.


"Kau tidak perlu menyesal Dav, wajar kau meninggalkan wanita yang tidak kau cintai. Sekalipun dia mengandung darah daging mu Dav." Ujar Genivee dengan wajah sayu.


Genivee berusaha melepaskan tangannya dari genggaman erat tangan David. Meski David menjelaskan alasannya pergi saat itu, namun dirinya masih tidak merasa puas dengan itu.


"Dav, jika kau ingin bertanggung jawab dengan bayi ini. Aku tidak melarang mu untuk melakukannya, namun sebenarnya kita tidak harus menjalani pernikahan ini." Lanjut Genivee setelah berhasil melepaskan tangannya dari genggaman David.


David menatap Genivee setelah genggaman tangannya di lepas oleh istrinya. Terlebih mendengar perkataan Genivee membuat David menatap Genivee dengan mata berembun. Hatinya terasa sakit, saat mendapat penolakan dari Genivee. Terlebih dengan perkataan Genivee yang merasa dirinya tak mencintai wanitanya.


David kembali menggenggam tangan Genivee, namun wanita yang sedang salah paham padanya itu mencoba menepis tangannya setiap akan kembali menggenggam. Namun dirinya tak kalah menyerah, dengan tetap memaksa tangan Genivee untuk ia bawa dalam genggamannya.


Akhirnya David berhasil meraih tangan Genivee dan membawanya ke dada. "Dengarlah sayang, jantung ini selalu berdetak kencang saat dekat denganmu." Ujarnya mencoba meyakinkan.


"Kaulah yang aku cintai, di hatiku hanya ada namamu Vee." Lanjut David mencoba meyakinkan.


Genivee memalingkan wajahnya dari David, dirinya tak ingin terbuai dengan wajah sedih dan bujukan David yang mencoba meyakinkan nya.


"Aku benar-benar tidak tahu jika ayahku tidak mempermasalahkan hal seperti itu. Aku hanya mengenalnya sebagai seseorang yang berambisi pada kesempurnaan. Jadi aku berpikiran salah saat itu." Jelas David lagi.


Ya, saat itu David memang benar-benar merasa takut dengan penolakan orangtuanya. Terlebih dirinya sangat takut, jika Genivee dan anaknya menjadi sasaran kemarahan ayahnya. Namun semua kenyataan tak sesuai dengan yang ada dalam pikirannya.


Awalnya David ingin memperjuangkan Genivee terlebih dulu, dengan mengenalkan kepada keluarga Sanders sebagai kekasihnya. Dirinya akan mengusahakan apapun demi mendapat restu ayahnya.


Namun segala hal itu menjadi berantakan saat Genivee mengungkapkan kehamilannya. Dunia David seakan hancur dengan segala rencana-rencananya. Perkiraan Genivee yang akan mengandung anaknya sama sekali tidak pernah terlintas dalam benaknya.


Kemudian semua terjadi di luar kendalinya, dan dirinya merasa terkejut dan terguncang. Tak lagi dapat berpikir jernih lagi, dan akhirnya meninggalkan Genivee dan bayi dalam kandungan kekasihnya.


"Aku tak yakin dengan ucapan mu Dav. Untuk apa pria berkuasa seperti mu, ingin hidup dengan seorang wanita biasa seperti ku? Saat itu kau belum mengetahui identitas ku Dav, dengan kau meninggalkanku saat mengetahui kehamilan ku. Membuktikan bahwa selama ini kau hanya ingin mempermainkan hubungan kita, kau tidak benar-benar serius denganku Dav." Jelas Genivee dengan meluap-luap.


"Vee, aku sungguh mencintaimu. Tak sedikitpun aku berniat mempermainkan hubungan kita, apalagi tidak mempermainkan mu." Ujar David.


Genivee menggeleng masih tidak percaya dengan ungkapan David, bagaimana pun dirinya sulit untuk mempercayai pria yang telah menjadi suaminya itu.


"Sudahlah Dav, lebih baik kita hidup tenang. Meski tak saling mencintai, asalkan kau bertanggung jawab pada aku sebagai istrimu dan pada anakmu. Aku bersedia menjalani pernikahan ini bersamamu." Ujar Genivee pasrah dengan hubungan pernikahannya.


Saat ini, terlihat David yang menggeleng. tidak setuju dengan keputusan Genivee. "Apa selama ini kau mencintaiku Vee?" tanyanya kepada Genivee.


Genivee mengangguk tanpa menatap David. Selama ini ia mencintai David dengan tulus, meski ia dari keluarga Albert. Dan setahunya, David bukan keturunan seseorang yang berkuasa. Genivee tidak mempermasalahkan hal itu, ia mencintai David dengan sepenuh hati dan jiwanya.


"Apa saat itu kau mengetahui siapa aku sebenarnya?" tanyanya lagi kepada Genivee.


Genivee menggeleng kan kepalanya, tanda bahwa ia memang tidak mengetahui identitas asli David. Yang dulu ia ketahui bernama Steven.


"Tandanya cintamu tulus kepadaku Vee?" tanya David lagi.


NEXT .......