
Evan yang selama ini selalu berusaha menahan diri untuk menyalurkan hasrat nya. Kala mendengar Genevia yang mencoba menguji kesabaran nya tampak sulit menahan diri lagi.
Tanpa diduga, Evan dengan gerakan cepat telah berada di atas Genevia yang membuat Genevia berada dalam kungkungan*** Evan. Genevia yang tidak menduga Evan melakukan hal itu secara tiba-tiba merasa terkejut.
Bahkan mata nya tampak terbuka lebar memandang wajah Evan yang tepat di atas wajah nya.
"Va ... Van apa yang kau lakukan?" tanya Genevia memalingkan wajahnya dari Evan.
Meski tadi ia merasa menggebu-gebu untuk bercinta dengan suami nya itu, namun kini ia sendiri yang merasa gugup. Selama dua bulan mereka tak pernah melakukan hal intim seperti ini, wajar bila diri nya merasa sedikit tersipu kali ini.
Ditambah tindakan Evan yang dengan tiba-tiba membuat jantung nya berdetak begitu cepat, tidak hanya disebabkan oleh rasa terkejut namun sepertinya juga karena kegugupan dirinya.
"Bukankah kau menginginkan kita melakukan ini?" ujar Evan tersenyum licik kepada Genevia.
Tak dapat dipungkiri dirinya merasa senang. Karena Genevia mengajak mereka untuk melakukan kegiatan panas yang sebenarnya ia rindukan selama ini. Awalnya dirinya ingin menolak demi membatasi hubungan mereka.
Namun Genevia semakin gencar memancing batas kesabaran nya, jadi bukan salahnya jika ia akan memenuhi apa yang Genevia inginkan.
Ketika Genevia ingin mengatakan sesuatu dan hendak melakukan sangkalan, namun niatnya itu tidak terealisasi karena bibirnya telah lebih dulu dibungkam oleh suami nya itu.
Evan menyentuh setiap jengkal kulit nya dengan lembut. Dan tatapan hangat yang selalu ia dapatkan setiap mereka melakukan nya. Tanpa sadar, saat ini keduanya telah polos tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuh mereka.
Dengan sentuhan penuh kelembutan, Evan memulai inti dari kegiatan mereka. Pada akhirnya mereka benar-benar melakukan kegiatan bercinta yang sama-sama mereka rindukan. Saling bertukar rasa kenikmatan yang membuat mereka terbuai hingga melupakan waktu, seperti kebiasaan mereka selama ini.
Dan kegiatan mereka berakhir dengan mereka yang terlihat sama-sama terlelap karena kelelahan. Posisi mereka terlihat saling memeluk satu sama lain.
Pagi harinya, seperti sebelumnya Genevia kembali menyiapkan segala keperluan yang Evan butuhkan. Termasuk juga menemani sarapan, dan mengantarkan Evan sampai depan rumah.
"Hati-hati Van." Ujar Genevia kemudian mencium tangan Evan. Tak lupa pipi kanan Evan juga ia berikan sebuah kecupan hangat.
...🥀🥀🥀...
Setelah hari itu, Evan dan Genevia sampai saat ini masih selalu tidur bersama di kamar Evan. Bahkan mereka juga kerap mengulang kegiatan panas yang telah mereka lakukan itu.
Meskipun begitu, Evan tetap masih bersikap dingin, datar, dan acuh kepada nya. Sebenarnya bukan hanya kepada nya, tetapi juga kepada Keiko. Karena konon katanya, itu sifat itu memang telah turun temurun dari generasi pertama Sanders.
Namun berbeda dengan David, seperti nya putra sulung Tuan Sanders itu lebih mendominasi sikap hangat turunan ibunya, Nyonya Sanders.
Karena selama ini, kabar yang beredar seluruh pria keturunan Sanders memiliki sifat seperti Evan. Sikap dingin kepada orang lain, namun berubah hangat kepada keluarga.
Nampaknya Evan sedikit berbeda. Karena kepada Keiko pun atau sepupu dan dan keluarga yang lain Evan tetap akan bersikap sama, yaitu bersikap datar dan acuh.
Namun mereka semua tahu, Evan sangat menyayangi semua keluarga nya. Hanya saja tidak ia tunjukkan, mungkin Evan bukan tipe orang yang mampu menunjukkan kasih sayang nya.
Tampak Genevia dan Keiko sedang membicarakan tentang Evan yang super dingin dan datar. Kedua wanita cantik itu tak henti-hentinya membahas semua sikap buruk Evan yang begitu acuh kepada lingkungan sekitar, termasuk istri nya sendiri.
Keiko merupakan sepupu Evan, maka Genevia yakin sedikit banyaknya Keiko pasti mengetahui bagaimana sifat asli Evan dan kelemahan nya.
Keiko yang ditanya nampak mukai berpikir, ia mencoba mencari seluruh memori di dalam otak nya untuk mengetahui apa yang bisa membuat seorang Evan dapat ditaklukkan.
Namun nihil, Keiko tidak menemukan jawaban sama sekali.
"Emm .. aku juga tidak tahu. Karena selama ini Evan tidak pernah dekat dengan wanita." Ujar Keiko.
Evan yang selama ini tak pernah dekat dengan wanita, memberikan Keiko merasa kebingungan bagaimana ketika seorang Evan akan jatuh cinta kepada wanita. Atau bagaimana sikap wanita yang busa membuat Evan menyukai nya.
"Apa kau yakin Kei?" tanya Genevia memastikan.
Hati nya merasa bahagia, karena Evan rupanya tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Berarti dirinya adalah wanita pertama yang hadir dalam hidup Evan. Meski selama ini ia banyak mendengar jika suami nya tidak pernah dekat dengan wanita, namun Genevia masih belum sepenuhnya percaya.
Karena bisa saja banyak dari mereka yang tidak memberikan informasi dengan akurat. Namun kali ini, sepupu Evan sendiri yang merupakan orang terdekat yang mengatakannya. Jelas hal itu membuat Genevia percaya sepenuhnya.
Genevia merasa bangga, karena Evan maupun dirinya merupakan orang pertama yang ada dalam hidup masing-masing mereka.
"Aku yakin, karena selama ini sepupu ku itu hanya sibuk bekerja." Ujar Keiko dengan yakin.
Setelah mereka berbincang-bincang lumayan lama, entah mengapa Genevia merasa rindu kepada kedua orangtua nya. Sudah lumayan lama, ia tak mengunjungi kediaman kedua orangtua nya.
Setelah berpikir sebentar, Genevia memutuskan untuk mengunjungi kedua orangtuanya hati ini atau besok. Ia memutuskan untuk mengajak Keiko jika wanita itu bersedia.
"Kei, aku merindukan orang tuaku. Apa kau ingin ikut aku untuk mengunjungi mereka?" ujar Genevia menawarkan kepada Keiko.
Mendengar pertanyaan Genevia, Keiko berpikir sejenak. Selama di rumah Evan dirinya sangat diatur ketat oleh Evan. Karena saat ini ia berada di luar tempat tinggal nya, membuat Evan tidak mengizinkan nya untuk pergi jauh meninggalkan tempat tinggal Evan.
Kebiasaan dirinya yang selalu healing dan pergi untuk menghibur diri, membuat nya merasa kesepian dan jenuh. Dan saat ini tepat sekali Genevia menawarkan untuk mengajaknya keluar rumah. Dirinya merasa senang karena akan menghirup udara segar di luar.
"Baiklah, aku juga ingin berkenalan dengan mereka." Jawab Keiko dengan berbinar.
Setelah memutuskan untuk mengunjungi kedua orangtua nya bersama Keiko. Genevia kini sedang menghubungi Evan untuk memberi tahu niat nya yang kemungkinan akan menginap di sana.
"Van, aku ingin mengunjungi orang tuaku bersama Keiko. Kemungkinan besar, kami juga akan menginap. Apa kau mengizinkan?". Tanya Genevia kepada suami nya.
"Pergilah, aku mengizinkan." Jawab Evan dari seberang.
Tentu saja Evan tidak akan pernah melarang Genevia untuk mengunjungi kedua orangtuanya. Bagiamana pun Tuan dan Nyonya Albert adalah orang tua Genevia yang berhak mendapatkan kasih sayang Genevia.
NEXT .......