WINDING LOVE

WINDING LOVE
BELUM SAATNYA TAHU



Evan yang telah siap untuk berangkat ke rumah mertuanya, segera menancap gas untuk segera pergi. Meski hari telah gelap, tak membuat dirinya merasa takut atau berubah pikiran untuk bertemu istrinya.


Rasa nyaman yang selalu dirinya dapatkan dari Genevia, membuat tekadnya semakin besar untuk segera bertemu istrinya. Meski sebenarnya Evan tak paham dengan yang terjadi padanya, namun dirinya merasa tak ada yang salah dengan apa yang ia lakukan.


Setelah memakan waktu yang lumayan lama di dalam perjalanan, akhirnya Evan sampai di area kediaman Albert. Ia membawa kendaraannya memasuki pekarangan setelah penjaga membukakan gerbang. Tentu mereka mengenal baik Evan Sanders, sang menantu Tuannya.


"Silahkan Tuan" Ujar penjaga kepada Evan dengan sopan.


Evan menghentikan kendaraan dan bergegas turun dari mobilnya. Sebelum dirinya masuk ke dalam, seorang pengawal kepercayaan Tuan Albert menghampirinya. Sang pengawal tentu tahu, bagaimana rahasia keluarga Albert yang harus ia jaga.


Termasuk pernikahan Tuan David dan juga Nona Genivee yang masih harus dirahasiakan dari menantu dari putri sulungnya.


"Maaf Tuan, silahkan anda tunggu di sini. Akan saya kabarkan kedatangan Tuan kepada Tuan dan Nyonya besar." Jelasnya menghalangi Evan yang berniat untuk lebih masuk ke dalam.


Jadilah Evan menunggu di ruang tamu, sesuai instruksi pengawal mertuanya itu. Dirinya tak tahu jika saat ini penjagaan di kediaman mertuanya lebih diperketat. Padahal saat dirinya dan Genevia mengunjungi mereka waktu itu, penjagaannya tidak seketat ini.


Setelah pernikahan Genivee dan kehamilan putri bungsunya itu. Tuan Albert memang memutuskan untuk memperketat pengawasan di kediamannya.


Meski selama ini, tak pernah terjadi hal-hal buruk di kediamannya. Namun Tuan Albert berusaha untuk mencegah hal-hal buruk yang bisa sja terjadi.


...🥀🥀🥀...


Sementara itu di ruang tempat berkumpulnya mereka. Mereka dikejutkan dengan kedatangan seorang pengawal yang hendak melaporkan kedatangan Tuan Evan.


"Kau benar-benar mengejutkan kami!." Ujar Genivee yang masih merasa panik, takut rahasianya terbongkar.


"Maaf Nona. Saya hanya ingin menyampaikan kedatangan Tuan Evan. Saat ini Tuan Evan masih berada di ruang tamu." Ucapnya menjelaskan tujuan kedatangannya yang rupanya telah menganggu perbincangan mereka.


Mereka yang mendengar perkataan sang pengawal merasa terkejut, kepanikan yang sempat hilang kini mulai timbul kembali.


"Dad, bagaimana ini?" Tanya Genivee merasa panik.


"Kalian pikirkan dahulu bagaimana, Daddy akan menemui Evan dan mengulur waktu." Ujar Tuan Albert mengambil keputusan.


Tuan Albert diikuti Nyonya Albert menuju ruang tamu di mana menantunya sedang berada.


"Sebaiknya kita diam di kamar dan tidak keluar, apapun kebutuhan biarkan pelayan yang akan membantu." David mengambil keputusan yang menurutnya terbaik.


Bagaimanapun juga dirinya juga belum siap Evan mengetahui kabar pernikahan dirinya dan Genivee. Meski adiknya itu juga telah menikah tanpa memberi kabar, namun konteks permasalahan mereka berbeda.


Di sini hanya Evan yang tak mengetahui kabar pernikahan dirinya dan Genivee. Sedangkan kedua orangtuanya tentu mengetahui. Dengan keadaan seperti ini, sudah pasti Evan akan merasa kecewa kepada dirinya maupun kedua orangtuanya.


Namun dirinya juga tak dapat memberitahu dalam waktu dekat ini, atau saat pernikahan mereka akan dilangsungkan pada saat itu. Karena istrinya merupakan adik Genevia yang merupakan istri Evan. Seolah semuanya seolah direncanakan.


Evan pasti akan merasa dipermainkan oleh mereka, apa lagi hanya Evan satu-satunya yang tak tahu. Baik tentang pernikahan David dan Genivee maupun pernikahannya yang menurutnya hanya dirinya dan keluarga Genevia yang mengetahui.


"Aku akan menyusul Daddy dan Mommy untuk memberitahu keadaan telah aman." Putus Genevia yang kemudian bergegas menuju ruang tamu.


"Apa kita harus mengurung diri seperti ini? Kau tahu kan aku tak betah jika terlalu lama di dalam kamar." Keluh Genivee yang baru saja masuk ke dalam kamar bersama David.


David menghela nafasnya pelan. Ia mendekati Genivee dan memeluknya dari belakang. "Sayang, ini satu-satunya jalan untuk menghindari Evan. Baby, kita harus bekerja sama oke."


David juga membujuk bayi dalam kandungan Genivee supaya tidak membuat istrinya rewel.


"Sampai kapan kita harus bersembunyi?" tanyanya masih merasa tak terima harus berdiam diri di kamar.


"Hanya sampai besok, Evan pasti akan membawa Genevia pulang." Jelas David yang membuat Genivee dapat bernapas lega. Ia kira Evan akan menginap lama.


"Tapi apa kau yakin Dav? bagaimana jika Evan tak hanya semalam di sini?" Genivee kembali berpikir buruk dengan kemungkinan yang akan terjadi.


"Apa kau lupa sayang, Evan itu adik kandungku. Bagaimana mungkin aku melupakan tabiatnya." Jawab David terkekeh dengan pertanyaan istrinya.


"Baiklah, kau memang kakaknya. Aku percaya sekarang." Genivee berujar malas mendengar ketengilan David.


Mereka yang sebenarnya merasa mengantuk sejak tadi, segera merebahkan diri di atas ranjang. Dengan David yang memeluk Genivee dari arah belakang istrinya.


Genivee yang merasa David mengusap lembut perutnya, ikut menempelkan tangannya di atas perutnya. Tepat berada di atas tangan David yang masih setia mengusapnya lembut.


"Sayang, kenapa Evan tak boleh mengetahui pernikahan kita?" tanya Genivee yang merasa penasaran.


Selama ini yang dirinya tahu, kedua orangtua David yang meminta mereka menyembunyikan hal ini dari Evan. Sedangkan dirinya sebenarnya tak tahu alasan pasti dibalik hal itu, hanya menuruti permintaan Tuan dan Nyonya Sanders.


David yang mendengar pertanyaan Genivee merasa sedikit terkejut. Sampai tangannya tanpa sadar berhenti mengusap lembut perut istrinya. Namun hal itu hanya berlaku beberapa detik, karena David berhasil menguasai dirinya.


David sesungguhnya tahu maksud kedua orangtuanya menyembunyikan pernikahan ini. Awalnya dirinya juga tak mengetahui, namun setelah Keiko memberitahu tentang hubungan pernikahan Evan. Setelah itu dirinya menjadi paham.


Tuan dan Nyonya Sanders tak ingin Evan mengetahui, karena putra keduanya itu tak akan percaya dengan kenyataan yang terjadi. Terlebih Evan yang belum mencintai Genevia membuat Tuan dan Nyonya Sanders khawatir akan memperburuk hubungan keduanya.


Entah Evan merasa dipermainkan atau dibohongi, Tuan Sanders tak ingin hal itu terjadi. Evan boleh mengetahui pernikahan David setelah Evan memang telah jatuh cinta pada Genevia.


Atau mungkin kemungkinan terburuk, jika Evan dan Genevia telah benar-benar terpisah. Namun hal ini tak pernah Tuan Sanders inginkan sama sekali.


David yang mendapat pertanyaan istrinya merasa bingung untuk menjawab. Dirinya tak mungkin memberitahu tentang hubungan buruk Evan dan Genevia. Karena istrinya pasti akan terluka dan sedih.


"Hanya kedua orangtuaku yang tahu jawabannya, Sayang. Lebih baik kita ikuti saja permintaan mereka, apapun itu pasti yang terbaik untuk semuanya." Akhirnya David memberikan jawaban paling aman, meski sedikit berbohong pada Genivee.


"Benarkah? apa Daddy dan Mommy ku tak mengetahui juga alasannya?" Sepertinya Genivee tak lelah untuk terus bertanya.


"Sepertinya begitu. Sayang, lebih baik kita tidur oke. Kasihan baby jika kita ajak begadang." Jelas David yang khawatir dengan Genivee maupun kandungannya.


Juga ingin mengakhiri rasa penasaran Genivee yang sepertinya tak akan berhenti mengulik informasi mendalam.


Next .......