WINDING LOVE

WINDING LOVE
KEGUNDAHAN HATI



Setelah Tuan dan Nyonya Albert memberikan restu kepada David dan Genivee untuk menikah, membuat mereka memutuskan untuk segera melangsungkan acara pernikahan.


Ada kelegaan di hati Tuan Sanders maupun Tuan Albert. Karena keinginan tetua mereka dahulu kini telah terwujud dengan pasti. Mungkin sebelumnya keinginan tetua telah terwujud melalui Evan dan Genevia, namun pernikahan mereka belum dapat dipastikan akan bertahan selamanya.


Terlebih mereka mengetahui bahwa belum ada cinta diantara kedua insan yang tengah menjalani pernikahan atas nama bisnis itu.


Tuan Albert maupun Tuan Sanders menyarankan untuk melakukan acara pernikahan secara tertutup. Hal ini disebabkan karena identitas mereka yang belum boleh diketahui publik, maka pernikahan mereka juga tidak boleh tercium oleh masyarakat luas.


Kalaupun harus sekaligus membongkar identitas mereka, saat ini bukanlah waktu yang tepat menurut mereka semua. Terlebih Evan juga jangan sampai tahu mengenai hal ini.


Selain karena Evan yang belum mengetahui tentang adanya adik kembar Genevia, mereka juga tidak ingin semakin mengacaukan hubungan pernikahan Evan dan Genevia.


Karena acara pernikahan mereka akan dilangsungkan esok hari, Tuan Albert meminta Tuan Sanders dan yang lain untuk menginap di kediamannya. Selain menghemat waktu esok, hal itu juga mempermudah acara pernikahan kedua anak mereka untuk segera berlangsung.


Tampak Genivee sedang mengobrol dengan Nyonya Albert di balkon kamar orang tuanya. Hari yang nampak senja membuat suasana di balkon tampak sejuk dan nyaman.


"Mom, apa Kak Nevia juga tidak diberitahu tentang pernikahan ku?" tanya Genivee.


Nyonya Albert mengulas senyum kepada putrinya yang menyinggung tentang putri sulungnya. Sepertinya sifat ceria dan ramah Genevia menurun dari Nyonya Albert.


Nyonya Albert mengelus lembut rambut putrinya. Tak terasa putri yang selama ini selalu manja kepada nya, kini akan segera memiliki seorang bayi yang masih dalam kandungan.


"Sebaiknya jangan dulu nak, karena Daddy dan Tuan Sanders tidak ingin putra bungsu nya juga ikut mengetahui pernikahan kalian." Jelas Nyonya Albert dengan lembut.


Menanggapi ucapan ibu nya, Genivee hanya mengangguk patuh tanda mengerti.


"Mommy lihat, kau tidak terlihat begitu senang untuk melangsungkan pernikahan. Apa terjadi sesuatu Vee pada kalian?" tanya Nyonya Albert.


Selama beberapa waktu ini, Nyonya Albert senantiasa memperhatikan putri bungsu nya itu. Sebagaimana yang telah ia ucapkan, ia berpikir demikian. Ia dapat merasakan ada hal yang tidak beres dari putrinya dan David, pria yang merupakan kekasih Genivee.


Genivee diam sesaat untuk mengumpulkan keberanian mengungkapkan isi hatinya. Meski semua telah dijelaskan sebelumnya tentang David yang sempat pergi kala mengetahui kehamilannya.


Namun Genivee tidak mengungkapkan sama sekali kegundahan yang melanda hati nya. Bagaimana ia meragukan perasaan David dan merasa David hanya ingin bermain-main kepada nya.


"He em Mommy benar, aku tidak merasa senang Mom. Karena rupanya selama ini David tidak benar-benar mencintai ku." Ujar Genivee dengan mata yang berkaca-kaca.


Nyonya Albert mengulas senyuman nya, merangkul putrinya untuk dibawa ke dalam dekapan nya. Dan tak akan kemudian, terdengar isakan kecil dari Genivee. Nyonya Albert menepuk pelan pundak putri bungsu nya itu dengan penuh kasih.


Putrinya yang bisanya manja kepadanya kini mulai menunjukkan sikap itu lagi. Selama Genivee memutuskan melanjutkan kuliah bersama David, tepat nya akal-akalan David yang tidak benar-benar kuliah. Genivee tidak pernah lagi bersikap manja kepadanya, justru sikap itu ia tunjukkan kepada David sebagai kekasihnya.


Selama ini David tidak benar-benar kuliah untuk menyelesaikan pendidikan. Dan selama ini ia menggunakan kekuasaan Sanders untuk tetap mengikuti perkuliahan demi mendekati Genivee.


Namun kini setelah mengetahui dan merasa David tidak benar-benar mencintai nya, Genivee kembali menunjukkan sikap itu lagi kepada Nyonya Albert. Terlebih saat ini Genivee tengah mengandung, dapat dipastikan sikap sensitif nya akan meningkatkan berkali-kali lipat.


"Apa yang membuat putri Mommy dapat berpikiran seperti itu?" Nyonya Albert mencoba mencari kegundahan hati putri bungsu nya itu.


Nyonya Albert sedikit banyaknya dapat menyimpulkan apa yang sedang Genivee khawatirkan. Sepertinya Genivee hanya salah paham kepada David. Dilihat dari bagaimana David menatap putrinya, Nyonya Albert tentu mengetahui bahwa David mencintai Genivee begitu dalam.


Terlebih perhatian yang pria itu tunjukkan sejak kedatangan mereka di kediaman Albert. Juga dari bagaimana David yang rela dihukum oleh orang tua nya sendiri demi keselamatan Genivee. Tentu Nyonya Albert dapat memastikan bahwa David memang benar-benar tulus mencintai putrinya, Genivee.


"Benarkah seperti itu? Apa kau sudah pernah bertanya kepada David langsung nak?" tanya Nyonya Albert.


Genivee mengangguk menandakan bahwa ia pernah melakukannya. Meski tidak bertanya secara langsung dan hanya meminta David untuk mencari wanita yang ia cintai, menurut nya itu sama saja. Seperti mengungkapkan bahwa dirinya merasa David tidak mencintainya.


"Lalu apa jawaban yang David berikan?" tanya nya lagi.


"Dia malah bertanya apa keinginan ku, dan aku menyebutkan pria lain. Hingga akhirnya David memaksa ku untuk bercinta karena dia merasa cemburu." Jelas Genivee.


"Bukankah jika seseorang cemburu kepada pasangnya, menandakan bahwa dia mencintai pasangannya itu?."


"Iya Mom, tapi aku yakin David cemburu mungkin karena tidak rela berpisah dari anaknya atau alasan yang lain." Kekeh Genivee menyangkal perkataan ibunya.


Nyonya Albert yang mendengar putrinya nampak tetap kokoh pada pendiriannya merasa pasrah. Akan bagaimana pun, Genivee kemungkinan akan tetap pada pemikiran nya sendiri.


Biarlah nanti David sendiri yang berjuang untuk meluluhkan hati Genivee, bisa dinggap sebagai hukuman karena membuat Genivee hamil sebelum menikah.


Setelah berbincang tentang hal-hal kegundahan hati Genivee. Mereka melanjutkan untuk membicarakan hal yang lain seputar kehamilan dan hal lainnya.


...🥀🥀🥀...


"Maaf Nyonya biarkan aku yang membawa susu itu untuk Genivee." Ucap David kala melihat Nyonya Albert akan mengantarkan susu milik Genivee.


Nyonya Albert berhenti melangkah, ia memberikan senyum untuk calon menantunya itu. Kemudian memberikan apa yang pria itu minta. Sebelum ia beranjak pergi meninggalkan David, ia mengucapkan sebuah kalimat.


"Panggil aku Mommy seperti Genivee memanggilku, kau adalah menantuku sebentar lagi." Titahnya kepada David.


"Baik Mom." jawabnya dengan tersenyum.


Kemudian David memutuskan untuk melangkahkan kakinya menuju kamar Genivee setelah Nyonya Albert berlalu dari hadapan nya.


Namun belum sempat dirinya melangkah jauh, Nyonya Albert kembali memanggil dirinya.


"Bumil itu sedang sensitif saat ini. Dia meragukan perasaanmu kepadanya, Mom yakin hanya kau yang dapat membuat nya percaya pada perasaan mu." Jelas Nyonya Albert.


Mendengar hal itu, David merasa sedikit terkejut. Selama ini dirinya tidak mengetahui bahwa Genivee meragukan perasaan nya.


NEXT .......