
Sesampainya di kediaman keluarganya. Ia segera masuk ke dalamnya tanpa halangan apapun. Karena semua bodyguard yang menjaga tahu pasti siapa siapa saja keturunan Sanders termasuk Steven yang selama ini tersembunyi.
Namun saat sampai di ruang depan, tanpa is sadari seorang bodyguard melayangkan sebuah Bogeman mentah padanya secara tiba-tiba. Saat hendak marah dan menyerang balik, tindakannya terhenti dengan kedatangan seseorang.
Ayahnya berjalan kearahnya dengan sikap angkuh, persis sekali dengan adiknya Evan.
"Daddy, dimana kekasihku?" ujar Steven dengan emosi. Dirinya yakin dalang semua ini ialah ayahnya itu.
Mendapatkan pertanyaan dari putra pertamanya, Tuan Sanders justru terkekeh pelan.
"Ada apa nak, bukankah kau tidak lagi menginginkannya? Kau sendiri yang meninggalkannya bersama anakmu, ****David****." Ujar Tuan Sander menekan perkataannya.
"Dad, please jangan lukai dia. Aku mengaku salah karena telah melakukan sebuah kesalahan. Tapi dia wanita yang aku cintai jangan pernah menyentuhnya sedikitpun aku mohon Dad." Steven mengiba kepada ayahnya dengan tatapan memelas.
Ia berpikir ayahnya tidak merestui hubungan mereka dan akan melukai Genivee dan juga bayinya. Namun semua itu bukanlah kenyataannya. Bahkan Steven atau lebih tepatnya David tidak mengenal baik bagaimana keluarganya sendiri.
Mendengar perkataan putranya, Tuan Sanders justru terkekeh kecil. Putranya telah salah paham padanya, namun biarlah ini menjadi pelajaran untuk putranya itu. Meski selama ini dirinya membebaskan putranya, namun bukan berarti bertindak sesukanya apalagi melukai hati seorang wanita.
"Beri dia pelajaran!" perintah Tuan Sanders kepada dua bodyguardnya.
Mereka melaksanakan apa yang Tuan nya perintahkan. Dan David sama sekali tidak melawan mereka. Ia berpikir ini hukuman untuknya dari sang Daddy karena telah mencoreng nama keluarganya.
Setelah cukup lama mereka memberikan pelajaran kepada David, terlihat David yang sudah babak belur dan tak berdaya. Mereka masih melayangkan pukulan sebelum Tuan Sanders memerintahkan untuk berhenti.
"Berhenti ! " Teriaknya dengan keras.
Genivee mendekati David yang tak berdaya membawanya kedalam dekapan hangatnya. Ia tidak sanggup menyaksikan ayah dari bayinya, pria yang ia cintai tersiksa di depannya.
"Tolong hentikan Dad" pinta Genivee memelas.
Akhirnya dua bodyguard itu berhenti dan berlalu pergi setelah mendapat perintah dari Tuan Sanders.
David yang mendengar suara Genivee tersenyum hangat. Seketika hatinya lega dan bahagia mengetahui wanitanya ternyata tidak terluka sedikitpun. Bahkan tampak sehat dan segar. Perutnya mulai buncit sedikit dan terlihat lucu di matanya.
"Lihat Dav, wanita yang telah kau lukai masih mau membelamu. Apa kau tidak pernah aku didik dengan benar selama ini?" Ujar Tuan Sanders dengan geram.
Tuan Sanders berlalu pergi meninggalkan dua insan yang saling mencintai itu untuk meredam emosinya. Ia menemui istri tercintanya untuk menghilangkan segala emosi hatinya, Nyonya Sanders. Hanya istrinya saja yang manapun membuat emosinya mereda.
Steven yang melihat Genivee baik-baik saja di kediaman keluarganya, bahkan ayahnya juga sempat membela Genivee. Bukan hanya itu, Genivee juga memanggil Daddy kepada ayahnya. Hal itu membuat Steven mengerti bahwa keluarganya tidak seburuk yang ia pikirkan.
Sepertinya ia telah salah menilai bahwa ayahnya akan murka dengan kehamilan Genivee. Rupanya ayahnya tidak mempermasalahkan hal itu, justru kelakuannya yang telah menghamili dan sempat meninggalkan Genivee yang membuat ayahnya murka.
NEXT .......