
Genevia sampai di rumah Evan saat malam, suaminya pasti telah pulang dari kantor dna berada di rumah. Genevia melangkahkan kakinya memasuki rumah Evan, kakinya akan membawanya masuk ke kamar Evan namun terhenti.
Kala melihat suaminya tengah makan malam di ruang makan sendirian, Genevia menghampiri Evan dan duduk di sampingnya untuk ikut makan menemani Evan.
Genevia menyapa Evan dengan tersenyum manis seperti biasanya, hal itu membuat Evan merasa heran. Bukankah saat menghubungi dirinya, Genevia terlihat murung.
Terlebih Evan juga melihat bagaimana mood Genevia yang terlihat buruk saat keluar dari ruang kerjanya melalui sambungan cctv yang tersambung pada laptopnya.
Meski merasa heran dan bertanya-tanya, namun Evan tetap diam acuh seperti biasanya. Tidak ingin mempertanyakan perubahan Genevia yang sebenarnya membuatnya merasa penasaran.
Keesokan harinya, seperti biasanya Genevia melayani Evan sebagaimana seorang istri. Dan Evan mengerti semua ini adalah bentuk rasa cinta Genevia kepada dirinya.
Bukan Evan tidak suka jika istirnya memiliki perasaan kepadanya, namun Evan tidak ingin melukai perasaan Genevia karena tak dapat membalas perasaan istrinya itu.
Sesampainya di kantor, Evan memanggil asisten pribadinya untuk ke ruangannya. Evan tampak memberikan sebuah tugas untuk asistennya itu. Lalu mereka melanjutkan pekerjaan mereka masing masing yang telah menumpuk.
...🥀🥀🥀...
Seminggu kemudian.
Sampai saat ini Genevia masih gencar untuk meluluhkan hati Evan, meski dengan terang-terangan Evan memintanya untuk tidak mencintai suaminya. Namun Genevia menolak keinginan Evan itu, meski Evan tetap bersikap acuh dan dingin Genevia tetap tak peduli.
Keturunan Albert itu memang keras kepala dan tak mudah menyerah.
Hari ini Genevia pulang dari kampus lebih awal seperti biasanya untuk menyambut suaminya. Genevia membersihkan dirinya kemudian membantu para pelayan untuk menyiapkan makan malam.
Namun kegiatannya itu terganggu kala pelayan mengatakan ada seorang tamu yang datang. Genevia pun pergi ke depan untuk melihat siapa gerangan tamu yang datang. Tidak biasanya rumah Evan kedatangan seorang tamu.
Deg
Seketika tubuh Genevia menegang melihat wanita yang ada di hadapannya. Ia merasakan sebua perasaan sesak di dalam dadanya. Kehadiran wanita itu membuat semua harapannya seolah redup tak bersisa.
Wanita itu adalah seorang wanita yang ada di dalam foto yang ia temukan di ruang kerja Evan seminggu ayng lalu. Untuk apa kedatangan wanita ini, apakah ia datang untuk menemui Evan? Apa benar wanita ini adalah kekasih Evan?
Genevia mencoba menetralkan gemuruh di hatinya.
“Ada keperluan apa Anda datang kemari?” tanya Genevia kepada wanita itu.
Meski hatinya terasa bergemuruh, namun ia berusaha untuk tetap sopan.
Wanita di depannya itu tersenyum tipis kemudian duduk di sofa yang ada di sana, padahal Genevia belum menyuruhnya. Betapa tidak sopannya wanita di hadapannya itu.
“Duduklah, kita harus bicara.” Ujar wanita itu saat melihat Genevia diam mematung memperhatikannya, seolah dirinya yang menjadi tuan rumah.
Genevia pun mau tak mau segera mendudukkan diri untuk mendengar apa yang akan wanita itu bicarakan.
“Kau pasti istrinya Evan bukan?” tanya wanita kepada Genevia
Genevia tidak merespon ucapan wanita itu, ia hanya diam untuk mendengar apa yang akan wanita itu bicarakan kepadanya.
NEXT .......