WINDING LOVE

WINDING LOVE
BERBICARA



"Apa kau meragukan perasaan ku selama ini Vee?" tanya David dengan menatap Genivee lekat.


Genivee yang mendengar pertanyaan David seketika menoleh kepada pria yang yang kini menjadi suaminya. Setelah sekian lama ia meragukan perasaan pria itu, akhirnya kini pria yang ia cintai itu menanyakan tentang keraguannya.


"Apa itu penting untuk kita Dav? Sepertinya tidak ada yang perlu dibicarakan lagi." Ujar Genivee yang tidak ingin menanggapi pertanyaan suaminya.


"Aku lelah seharian ini, aku ingin beristirahat."


Lanjut Genivee yang malas membahas perasaan David, ia tak ingin dibuat terluka dengan fakta menyakitkan yang mungkin akan ia dengar.


Tanpa banyak kata, Genivee merebahkan diri di ranjang empuk yang terletak di kamarnya.


David mengetatkan rahangnya kala mendengar ucapan Genivee yang nampak enggak membahas keraguan nya dan penjelasan darinya. Terlebih melihat bagaimana Genivee yang telah merebahkan diri dengan santainya, tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Kau keras kepala sekali Vee" Ujar David dengan geram.


"Memang inilah watak ku Dav, jika kau tidak menyukainya silahkan cari wanita yang sifat dan wataknya sesuai kriteria mu." Balas Genivee ketus.


Sontak jawaban itu membuat David bertambah kesal. Ia menghela nafas pelan untuk meredakan rasa amarahnya yang mulai timbul. Sejak ia meninggalkan Genivee waktu itu, sifat Genivee memang banyak berubah.


Tak lagi menghiraukan ketika ia ajak bicara, dan tak lagi patuh dengan segala aturan dan keinginan-keinginan dirinya. Bahkan sikapnya dalam menghadapi Genivee menjadi ikut berubah, mudah terbawa emosi dan kesal menghadapi sikap Genivee yang saat ini sungguh menyebalkan.


Ia berusaha tak terpancing emosi, supaya masalah di mereka cepat terselesaikan. Jika dirinya dan Genivee sama sama menggunakan sifat kerasnya, maka permasalahan ini tidak akan mendapatkan titik temunya sampai kapanpun.


"Sayang, bisakah kau menjawab pertanyaan ku dengan jujur. Aku tidak ingin kita terus-menerus seperti ini." Ucap David lembut setelah berhasil menguasai dirinya.


Genivee yang mendapat perlakuan hangat dari David merasa tersentuh. Hatinya mulai goyah dan luluh untuk mendengarkan apa yang akan David bicarakan padanya.


Meski dirinya meragukan perasaan David, ia berharap David dapat menjelaskan semuanya dan mampu membuatnya yakin pada perasaan David yang tulus kepadanya.


Genivee bangkit dari posisinya berbaring, ia bersandar di headboard untuk mendengarkan apa yang akan David bicarakan.


David merasa senang dengan respon baik Genivee yang sesuai ekspektasi dirinya. Tanpa segan, ia menyusul Genivee untuk bersandar di headboard berdampingan dengan Genivee.


Sebelum memulai pembicaraan nya, David membawa kedua tangan Genivee untuk ia genggam. Kemudian ia kecup berulang kali untuk menyalurkan perasaannya, supaya Genivee paham bahwa ia benar benar mencintai nya.


"Apa kau meragukan perasaan ku selama ini sayang?". Tanya David mengulang pertanyaan nya.


Tanpa berani menatap David, Genivee menganggukkan kepalanya. Mengatakan bahwa dirinya memang meragukan perasaan David selama ini.


Mendengar anggukkan kepala Genivee, David paham jika Genivee memang sedang meragukan dirinya. Sesuai kata mertuanya.


"Sejak kapan?" tanyanya lagi dengan lembut.


Genivee terdiam sejenak, tak akan kemudian matanya tampak berkaca-kaca.


"Sejak kau pergi meninggalkan aku dan anak kita." Jawab Genivee yang terisak mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu.


NEXT .......