
"Iya Kak, aku harap baby dalam kandungan mu juga kembar seperti baby dalam kandungan ku." Ujar Genivee masih tersenyum lebar.
Usia kandungan Genevia yang masih berumur lima minggu, belum dapat diketahui apakah kembar atau tidak. Karena biasanya akan terlihat pada usia kehamilan sepuluh sampai dua belas minggu.
Rupanya selama ini, Genivee mengandung bayi kembar. Hal itu pula yang membuat Genivee terkadang rentan dengan kondisinya yang melemah.
Sehingga selama ini, dirinya dilarang melakukan kegiatan-kegiatan berat untuk mengindari kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Bukan hanya David yang selalu memantau segala kegiatan Genivee, tapi Tuan dan Nyonya Albert juga senantiasa ikut andil.
Genivee merasa bahagia karena dokter menyatakan kehamilannya yang rentan, kini baik-baik saja. Kedua bayi dalam kandungannya tumbuh dengan sehat. Meskipun dirinya belum dapat mengetahui jenis kehamilannya. Karena posisi bayi-bayinya yang sepertinya belum ingin menunjukkan pada kedua orangtuanya.
Dan kini dirinya kembali mendapatkan kenyataan bahwa kakaknya juga sedang mengandung. Rasanya Genivee begitu bahagia membayangkan akan melewati masa kehamilan bersama sang kakak.
Genevia hanya mampu tersenyum menanggapi ucapan adiknya. Saat ini dirinya tidak mampu berkata-kata, hatinya terasa campur aduk. Bahagia, terkejut, haru, dan ... dirinya sulit mendefinisikannya perasaannya.
"Evan Sanders pasti juga akan bahagia mendengar kabar istrinya yang sedang hamil." Ucap Genevia.
David yang mendengar perkataan istrinya, merasa terkejut. Dirinya sempat melupakan fakta bahwa Genevia adalah istri Evan Sanders, adiknya.
Rupanya dirinya juga akan memiliki keponakan dari adiknya. Bukan sebatas keponakan dari adik iparnya saja. Karena Genevia adalah istri Evan Sanders, adik satu-satunya.
David menarik bibirnya tersenyum, ia juga merasa bahagia sebagaimana yang istrinya rasakan. Awalnya mengetahui kehamilan Genevia dirinya juga ikut merasa bahagia, namun kini kebahagiaan itu berkali lipat setelah ia menyadari adiknya yang merupakan Daddy dari janin itu.
David berharap apa yang istrinya katakan akan benar terjadi. Mengingat hubungan pernikahan Evan dan Genevia yang kurang baik, membuatnya sedikit khawatir. Ia berharap pikiran-pikiran buruknya tak akan terjadi.
Sedangkan Genivee sama sekali tak merasakan kekhawatiran sedikit pun. Karena sampai saat ini pun, dirinya tak mengetahui bagaimana hubungan buruk yang terjalin antara kembarannya dan suaminya.
Sama halnya dengan Tuan dan Nyonya Albert yang tak terlalu mengetahui hubungan yang terjalin kurang baik dalam pernikahan mereka. Karena setahu Tuan dan Nyonya Albert, Genevia dan Evan telah menjalani pernikahan dengan baik.
Setelah Tuan dan Nyonya Albert memberikan semangat kepada putrinya untuk membuat Evan jatuh cinta. Mereka tak pernah lagi mendengar keluhan dari Genevia, maka mereka berpikir bahwa hubungan keduanya telah membaik.
Sementara Genevia yang mendengar perkataan Genivee, juga ikut mengulas senyuman. Ia berharap kehamilannya akan membuat Evan luluh dan menerima pernikahan mereka untuk selamanya. Ia juga berharap Evan akan segera membuka hati untuk dirinya.
Setelah dinyatakan Genevia baik-baik saja, dokter mengizinkan Genevia untuk dibawa pulang oleh Genivee dan David. Mereka akan pulang ke kediaman Albert dan memberikan berita bahagia ini. Tepatnya dua berita bahagia, kehamilan Genevia dan bayi kembar Genivee yang baik-baik saja.
Sesampainya di kediaman Albert, Genevia dituntut oleh Genivee untuk masuk ke dalam. Meninggalkan David yang tidak Genivee hiraukan.
Yang membuat pria itu hanya dapat menghela nafas kasar. Mencoba memaklumi istrinya yang merasa bahagia mengetahui kehamilan sang kembaran.
"Dad, Mom!" Teriaknya ketika memasuki kediaman megah Albert.
Genevia yang berada di sampingnya hanya dapat tersenyum geli dengan kelakuan adiknya. Kebiasaan Genivee yang selalu heboh dengan sebuah kebahagiaan. Kondisi dirinya masih merasa lemas, membuat Genevia hanya mampu pasrah dengan kelakuan adiknya.
Tuan dan Nyonya Albert yang sedang asik menghabiskan waktu berdua di kamar, segera keluar kala mendengar teriakan putri bungsunya. Mereka dapat melihat tangan Genivee yang masih setia menggandeng Genevia.
Mereka yang mendengar Tuan Albert menggoda Genivee hanya dapat tertawa kecil. Memang kelakuan Genivee terlihat lucu. Apalagi setelah hamil, istri David Sanders itu semakin berlipat-lipat sifat manjanya.
Genivee yang mendengar perkataan sang ayah, menunjukkan respon merajuk. Ia mengerucutkan bibirnya dengan manja. Dan kembali ditanggapi dengan tawa oleh mereka semua.
"Sayang ..." rengeknya kepada David. Jika sudah kalah begini, Genivee akan meminta pembelaan dari suaminya.
David yang melihat Genivee menatap dirinya dengan rengekan segera mendekati wanitanya. Dan membawa Genivee ke dalam dekapannya. "Sudah Dad, istriku ini sedang bahagia. Nanti dia menangis." Ujar David yang juga ikut menggoda.
Sontak hal itu membuat mereka terkekeh geli. Sedangkan Genivee memukul pelan dada suaminya yang malah ikut menggoda dirinya.
"Sudah cukup, ada apa kau berteriak-teriak sayang? apa yang membuat putri Mommy merasa bahagia."
Nyonya Albert yang merasa mulai tidak tega dengan Genivee. Takut jika putrinya itu akan menangis, segera mengakhiri godaan-godaan yang telah mereka lakukan pada Genivee.
Genivee kembali bersemangat untuk menjelaskan kehamilan kakaknya kepada kedua orangtuanya. Ia melepaskan diri dari dekapan David, dan kembali menggandeng Genevia untuk diajak duduk di sofa yang ada di sana.
Genivee juga meminta mereka semua untuk duduk. Karena rasanya lelah harus menjelaskan berita gembira itu dengan berdiri. Di tambah kehamilannya yang lebih besar dari kehamilan pada umumnya di usia kandungan enam bulan. Karena bayinya yang tak hanya satu.
"Aku dan David sudah memeriksakan kandungan. Dokter menyatakan kandungan ku baik-baik saja, tak ada yang perlu dikhawatirkan." Jelas Genivee tersenyum lebar.
Tuan dan Nyonya Albert yang mendengarnya merasa bahagia. Selama ini mereka sering khawatir dengan Genivee yang kondisinya kurang baik. Mendengar kabar ini, tentu saja mereka bahagia.
Mereka mendekati putri bungsu mereka itu dan memeluknya, sebagai apresiasi atas usaha Genivee yang telah berusaha keras menjaga kandungannya.
"Dan kabar baik kedua ... Kak Nevia sedang mengandung cucu kalian!" Jelas Genivee dengan nyaringnya.
Tuan dan Nyonya Albert yang mendengarnya seketika merasa bahagia. Mereka yang awalnya memeluk Genivee, kini beralih mendekati Genevia. Mereka mendekati putri sulungnya dan membawa wanita cantik itu ke dalam pelukan mereka.
Sementara David menggantikan posisi kedua mertuanya untuk membawa Genivee dalam dekapannya. David dapat melihat senyum lebar penuh kebahagiaan di bibir istrinya yang bersandar nyaman di dadanya.
"Semoga Tuhan selalu melindungi kandungan dan kesehatan kalian. Dan Nevia kau tak boleh pulang, jaraknya terlalu jauh. Lagi pula hari sudah akan gelap, tak baik untuk kandungan mu." Ujar Tuan Albert.
"Iya Dad." Genevia tak dapat menolak jika ayahnya yang sudah bicara.
"Benar kak, biar Evan saja yang menjemput mu." Ujar Genivee yang setuju dengan keputusan ayahnya.
Dan mereka semua menganggukkan kepala, membenarkan ucapan Genivee dan Tuan Albert.
Next .......