WINDING LOVE

WINDING LOVE
PERNIKAHAN GENIVEE-DAVID



David menuju ke kamar Genivee untuk memberikan susu kepada wanita yang sedang mengandung anak nya itu. Meski dirinya masih merasa tidak menyangka Genivee selama ini meragukan perasaan nya, namun ia mencoba memaklumi.


Ia pernah pergi sesaat setelah mengetahui kehamilan Genivee, mungkin Genivee melihat ketidak seriusan nya yang membuat Genivee meragukan perasaan nya saat ini.


David tidak mengetuk pintu sesaat kemudian memanggil nama kekasih nya. Namun tidak ada sahutan dari dalam kamar Genivee. Hingga dirinya memutuskan untuk langsung masuk ke dalam kamar Genivee, khawatir terjadi hal yang buruk kepada kekasih nya.


Rupanya Genivee telah terlelap nyaman di atas ranjang. Padahal Genivee belum meminum susu hamil nya. David tidak tega untuk membangunkan Genivee, wanita yang memiliki seluruh hati nya itu tampak terlelap damai. Dan akhirnya ia meneguk habis susu ibu hamil yang seharusnya di minum Genivee.


Setelahnya David meletakkan gelas kosong itu di atas nakas yang ada di sana. Ia mendekati Genivee yang tengah terlelap nyaman. Dielusnya pelan rambut dan pipi Genivee, dan tak lama kemudian ia mendaratkan kecupan di kening Genivee lumayan lama. Seolah menyalurkan segala rasa cintanya.


Ia kembali membelai lembut pipi Genivee yang saat ini terlihat semakin berisi dan nampak chubby. David merasa gemas melihat Genivee yang semakin terlihat bulat, terlihat lucu di matanya.


Padahal ia ingin membahas perasaannya yang Genivee ragukan. Juga ia ingin memberikan penjelasan bahwa semua yang Genivee pikirkan itu salah. Dirinya tidak pernah sedetikpun tidak mencintai Genivee. Selama ini ia tidak pernah berniat sedikitpun untuk mempermainkan Genivee sama sekali.


Untuk apa ia rela kembali ke masa menjadi mahasiswa, jika hanya akan bermain-main dengan Genivee. Mungkin tindakan nya selama ini, merupakan tindakan sia-sia yang membuang buang waktu. Namun tidak bagi David, setiap detik jika dijalani bersama Genivee adalah waktu berharga yang istimewa untuknya.


"Apa yang membuat mu ragu Vee? Apa cinta yang ku berikan selama ini, tidak membuat mu yakin dengan perasaan ku?" Ujar David bertanya pada Genivee yang terlelap di depannya.


Tangannya masih setia membelai rambut, pipi, dan turun ke perut Genivee di mana anak nya berada.


Setelah cukup lama berada di kamar Genivee, memandangi wajah kekasihnya yang esok pagi akan resmi menjadi istrinya. David memutuskan untuk keluar dari kamar Genivee. Karena dirinya dilarang tidur bersama ibu dari anaknya itu, sebelum mereka resmi menikah.


David menuju kamarnya setelah dari kamar Genivee. Ia berpapasan dengan Nyonya Albert saat melewati ruang keluarga.


"Bagaimana Dav, apa kalian sudah berbicara?" tanya Nyonya Albert penasaran.


Ia ingin kedua anaknya bahagia bersama pria yang mereka cintai dan mencintai mereka. Melihat bagaimana Genivee yang meragukan David, dirinya juga ikut merasa sedih. Ia dapat merasakan perasaan kedua nya, perasaan Genivee maupun perasaan David.


David yang ditanya hanya mampu menggelengkan kepalanya.


"Belum Mom, tapi aku akan menjelaskan pada Genivee besok setelah proses pernikahan kami selesai." Jawab David dengan yakin.


David juga tidak ingin Genivee salah paham kepadanya terlalu lama. Hal itu bisa berakibat buruk pada kondisi Genivee maupun bayi mereka yang masih dalam kandungan.


"Baiklah, tidurlah persiapkan dirimu untuk besok." Ujar Nyonya Albert sebelum berlalu pergi meninggalkan David.


"Baik Mom." Jawab David.


...🥀🥀🥀...


Paginya semua orang telah siap untuk melangsungkan proses pernikahan Genivee. Meski pernikahan mereka diadakan secara tertutup dan tidak banyak yang ikut serta, namun tetap membuat mereka dapat melaksanakan nya dengan hikmat.


David merasa bahagia telah memiliki Genivee seutuhnya. Ia telah resmi menjadikan Genivee seorang istrinya. Namun saat melihat ke arah istrinya, David merasa sedikit sendu. Pasti Genivee masih meragukan perasaannya, sehingga wanita yang ia cintai merasa enggan untuk tersenyum.


Setelah proses pernikahan mereka selesai, mereka semua kembali ke kediaman Albert. Kedua orangtua mereka memberikan ucapan selamat dan saling menangis haru.


Untuk merayakan pernikahan Genivee dan David mereka mengadakan pesta sederhana. Dan hanya dirayakan oleh mereka saja dan beberapa orang kepercayaan Tuan Albert maupun Tuan Sanders.


Mereka semua tampak bahagia dengan resminya mendapatkan anggota keluarga baru, baik Sanders maupun Albert. Namun berbeda dengan Genivee yang masih tampak terlihat tidak menikmati apapun hari dalam pernikahan nya hari ini.


Namun dirinya berusaha untuk memaksakan senyuman untuk membuat mereka tidak menyadari kegundahan hatinya. Tetapi Genivee tidak menyadari, sejak awal David menyaksikan segala ekspresi tidak menikmati Genivee.


David telah memutuskan untuk berbicara kepada Genivee setelah acara pernikahan mereka selesai. Namun tiada disangka rupanya orang tuanya mengadakan pesta perayaan. Tentu hal itu, membuat niatnya untuk berbicara dengan Genivee menjadi tertunda.


Dan kini ia semakin tidak sabar untuk menjelaskan semuanya kepada Genivee. Melihat tidak ada sedikitpin kebahagiaan pada raut Genivee membuat David merasa ikut terluka.


Padahal seharusnya Genivee berbahagia bersama dirinya. Namun melihat bagaimana semangat nya semua orang yang tengah berpesta, David harus menahan dirinya dahulu.


Setelah acara mereka selesai, Tuan Sanders dan Nyonya Sanders memutuskan untuk kembali ke Amerika. Banyak urusan yang harus segera ia tangani dan membutuhkan dirinya.


Mereka meninggalkan David bersama Genivee di kediaman Albert. Tuan Sanders juga telah memberikan perintah kepada David untuk membawa Genivee kembali ke Amerika. Karena semua pekerjaan David berada di sana.


David tidak menolak perintah Tuan Sanders. Hanya saja ia ingin memberikan Genivee waktu bersama dengan kedua orangtuanya dahulu sebelum kembali ke Amerika. Bahkan Genivee juga ikut menimpali bahwa dirinya ingin melahirkan di sini, di negara tempat ia dilahirkan.


Tuan Sanders tidak dapat menolak permintaan ibu hamil itu. Ia pun mengerti dan memberikan ruang kepada Genivee untuk menikmati waktu bersama keluarganya.


...🥀🥀🥀...


Malam harinya, Genivee dan Evan di dalam kamar tengah duduk berdekatan. Genivee tidak membuka mulutnya sejak tadi. David pun yang mengajaknya berbicara, hanya ditanggapi dengan acuh oleh Genivee


Dengan seperti ini, David tidak dapat menahan lagi untuk tidak berbicara kepada Genivee. Menjelaskan segala pemikiran salah yang Genivee pikirkan tentang dirinya.


"Vee aku ingin bicara" ujar David dengan tegas.


Sejak tadi Genivee hanya mengabaikan dirinya, jadilah kini ia harus bersikap tegas untuk membuat Genivee mau mendengarkan penjelasan darinya.


"Silahkan" jawab Genivee dengan santai.


Ia hanya perlu mendengarkan apa yang akan David sampaikan kepadanya. Memang sejak tadi ia bersikap acuh pada David karena merasa kesal dengan pria itu, yang terlihat bahagia hari ini. Padahal dirinya sama sekali tidak merasakan hal itu.


NEXT .......