WINDING LOVE

WINDING LOVE
PERTEMUAN



"Hem begitulah" ujar Genevia menanggapi ucapan Keiko yang menggoda dirinya.


"Apa Evan begitu tampan, sampai kau sangat terpesona padanya?" Keiko masih betah menggoda istri dari sepupunya itu.


"Kau dapat melihatnya Kei, dia memang tampan." Tutur Genevia menanggapi ucapan Keiko.


Perbincangan mereka masih berlanjut sampai mobil Genevia memasuki area kediaman keluarga Albert. Genevia membawa mobilnya untuk memasuki gerbang yang menjulang tinggi mengelilingi kediaman orang tuanya.


"Kalian memang pasangan yang serasi." Ujar Keiko lagi.


"Maksudmu?" tanya Genevia yang tidak mengerti maksud perkataan Keiko.


Tangannya sibuk mengendalikan kemudi untuk memasuki gerbang berwarna perak itu. Ia menoleh ke arah Keiko sekilas untuk memastikan pertanyaan Keiko.


"Lihatlah bagaimana dua makhluk keturunan penguasa terikat menjadi kesatuan. Siapa yang dapat mengalahkan kalian, tak akan ada bukan?" Ujar Keiko menunjuk pada kediaman keluarga Albert yang terlihat megah.


Dalam bayangannya merasa terkesima dengan takdir yang menyatukan Evan dan Genevia dalam ikatan pernikahan. Betapa adilnya Tuhan menyatukan Evan yang hampir sempurna dengan Genevia yang juga memiliki pesona yang sama.


"Kau hanya melihat luarnya saja, kenyataan di dalamnya begitu menyiksa batinku." Keluh Genevia mengingat pernikahannya yang terasa hambar.


Genevia hanya mampu mengejar nafasnya berat kala mengingat cintanya yang bertepuk sebelah tangan.


"Ya, aku turut perihatin dengan mu, tapi aku yakin suatu saat Evan akan takluk padamu." Tutur Keiko dengan yakin, sembari turun dari mobil Genevia.


Mereka telah sampai di depan kediaman orangtua Genevia.


"Hem aku harap begitu." Ujar Genevia dengan lesu. Ia pun menyusul Keiko yang sudah turun lebih dulu dari mobilnya.


Setelah lumayan lama menunggu, Genevia dan Keiko masih menunggu di depan pintu utama. Bisa saja Genevia langsung menerobos masuk, namun kali ini dirinya ingin memberikan kejutan untuk kedua orangtuanya.


Karena sejak awal, dirinya tidak memberitahu rencana kunjungannya. Sebab biasanya Genevia senantiasa memberi kabar jika akan mengunjungi kedua orangtuanya. Dan kali ini, ia sama sekali tidak memberikan tanda apapun untuk datang.


Terlihat pintu mulai terbuka, hingga menampakkan dua orang yang berbeda jenis menatap ke arah mereka dengan mata terbuka lebar. Tak jauh berbeda dengan ekspresi dirinya dan Keiko yang menunjukkan keterkejutan yang sama.


"Vee?" ... "David?" Ujar Genevia dan Keiko bersamaan.


Genevia terkejut dengan kehadiran Genivee yang ada di Eropa terlebih di tempat tinggal kedua orangtuanya. Sedangkan Keiko terkejut melihat keberadaan David, sang sepupu yang selama ini tidak pernah menampakkan diri.


Di sisi lain, Genivee dan David terkejut dengan kehadiran mereka berdua terbukti dengan mata mereka yang tampak terbelalak. Genivee terkejut dengan kehadiran Genevia yang mendadak, sehingga ia tak memiliki kesempatan menyembunyikan kebenaran tentang pernikahan dirinya dan David.


Padahal Genevia tidak boleh tahu tentang hal itu. Sedangkan David terkejut dengan kehadiran Keiko, sepupunya harusnya ada di Jepang. Namun kini berada di depan matanya, terlebih mendatangi rumah kedua mertuanya.


Namun tak lama kemudian, Genevia dan Keiko melakukan hal yang sama pada kedua orang di depannya. Genevia bergerak maju untuk memeluk Genivee. Sedangkan Keiko bergegas melangkah memeluk David yang terkejut dengan kehadirannya.


Genevia menikmati pelukannya bersama Genivee, meresapi kerinduan setelah sekian lama tidak saling bertemu. Bahkan di hari istimewanya pun, Genivee tidak datang di acara pernikahannya.


Mereka kemudian melepaskan pelukan. Namun Genevia dan Genivee kembali terkejut melihat Keiko yang memeluk erat David, dan yang lebih membuat mereka tercengang adalah David yang membalas pelukan Keiko.


"Ka ... kalian saling mengenal?" tanya Genivee dengan terkejut, matanya mulai berembun. Merasa tak rela melihat David memeluk wanita lain. Hatinya terasa sedih melihat ayah dari bayi yang ia kandung sedang memeluk orang lain.


NEXT .......