WINDING LOVE

WINDING LOVE
JATI DIRI



Setelah kejadian David meminta maaf dengan berlutut padanya, Genivee tidak lagi ingin menemui pria itu. Hatinya takut goyah melihat bagaimana rapuhnya pria itu. Padahal Genivee belum mendapatkan keyakinan bahwa David memang benar-benar mencintainya.


Hari ini, Genivee berniat mengungkapkan jati dirinya kepada Steven lebih tepatnya David.


Mereka berada di balkon kamar Genivee. David yang mendapat ajakan Genivee untuk berbicara merasa bahagia. Krena setelah lama Genivee menghindari dirinya, akhirnya ibu dari anaknya sendiri yang datang kepadanya.


Selama Genivee menghindarinya, David tak mampu berbuat apa-apa. Karena ayah & ibunya turut serta membantu Genivee untuk menjauh darinya. David merasa tidak memiliki nyali menemui Genivee yang kini terlihat seperti macan yang sedang kelaparan semenjak kedatangannya di kediaman Sanders ini.


Genivee berdiri dari duduknya menatap ke hamparan pepohonan yang tumbuh lebat mengelilingi tempat yang saat ini tengah ia tempati.


"Selama ini kau menutupi jati dirimu yang sebenarnya dariku, tapi aku tak akan mempermasalahkan hal itu. Karena kita sama." Ujar Genivee tanpa menatap David.


David yang mendengar perkataan Genivee merasa lega karena kekasihnya tak mempermasalahkan tentang identitas aslinya yang ia sembunyikan. Namun mendengar perkataan Genivee bahwa mereka sama, membuat David mengernyitkan dahinya.


David bangkit dari posisinya yang tadinya duduk, berdiri di samping Genivee untuk mendengarkan penjelasan yang Genivee katakan. David mencuri kesempatan untuk memandangi wajah cantik wanitanya yang sangat ia rindukan. Sedangkan Genivee yang merasa ditatap David merasa tidak peduli.


"Karena aku telah mengetahui siapa kau sebenarnya. Mungkin saat ini aku juga harus mengakui siapa aku sebenarnya." Ujar Genivee mengalihkan pandangannya pada David, pria yang begitu dalam ia cintai.


David tetap setia terdiam untuk mendengarkan penjelasan wanitanya.


"Aku keturunan Albert Dav, Genivee Beauvais Albert. Ayahku menyembunyikan identitas keturunannya untuk menjaga keselamatan kami. Kau pasti juga tahu tentang kakak kembarku, Genevia."


Mendengar perkataan Genivee, David sungguh terkejut. Hal ini tidak pernah terduga sebelumnya. Bagaimana mungkin, mereka sama-sama menyembunyikan identitas asli mereka. Dan keturunan Albert, keturunan penguasa Eropa itu. Semua di luar dugaannya.


David masih diam, membuat Genivee yang baru menjelaskan siapa dia sebenarnya merasa terheran. Ia menolehkan kepalanya ke samping di mana David berada. Untuk melihat reaksi David. Namun nihil, David terlihat berdiri tenang dan santai.


Dan hal itu membuat Genivee merasa aneh. Harusnya David sedikit gelisah atau khawatir, karena wanita yang ia permainan merupakan keturunan Albert penguasa Eropa. Meski ia tahu Sanders memang lebih kuat, namun harusnya ada sedikit kekhawatiran dari David.


"Apa kau tidak keberatan dengan kebohonganku?" tanya Genivee memastikan.


David menatap Genivee tersenyum lembut. Genivee segera mengalihkan tatapannya dari David sebelum hatinya goyah.


"Bukankah kau bilang kita sama, aku juga menyembunyikan identitasku. Jadi tidak ada masalah karena kita sama sama menipu. Aku juga yakin mertuaku akan senang mendapatkan menantu sepertiku." Ujar David dengan percaya dirinya.


Genivee menatap heran kepada David. Reaksi David tidak seperti perkiraannya. Tapi biarlah terserah David ingin bagaimana, ia tidak peduli.


"Mungkin orangtuaku senang, namun tidak denganku. Aku tidak menginginkan pernikahan bersamamu." Ujar Genivee melangkah pergi meninggalkan David.


"Maafkan aku karena telah meninggalkanmu dan bayi kita. Apa kau tidak merasa kasihan padanya jika orangtuanya tidak bersama?" perkataan David membuat langkah Genivee terhenti.


Tanpa menoleh ke belakang, "Aku bisa mengurusnya sendiri." Ujar Genivee dengan tegas.


David tidak terima mendengar perkataan Genivee. Bagaimanapun juga dirinya tetaplah ayah dari bayi yang Genivee kandung. Jadi ia berhak juga memiliki bayi itu.


NEXT .......