WINDING LOVE

WINDING LOVE
PULANG



"Apa yang kau bicarakan dengan sepupumu Dav?" Genivee yang merasa penasaran bertanya pada suaminya.


Saat ini mereka masih di halaman belakang, namun berganti formasi. Menjadi Genivee bersama David, dan Genevia bersama Keiko.


Genivee yang merasa tidak nyaman dengan kedekatan suaminya bersama sepupunya, merasa perlu menghentikan obrolan mereka. Sehingga dirinya mengajak Genevia untuk bergabung bersama, yang membuat perbincangan David dan Keiko terhenti.


Genevia yang mengerti dengan keadaan yang terjadi pada Genevia, memutuskan untuk mengajak Keiko memisahkan diri dari sepasang suami istri itu. Keiko pun segera menurut, karena dirinya juga paham dengan rasa kecemburuan Genivee kepada dirinya.


David yang mendengar istrinya mengajukan pertanyaan kepada dirinya terkait pembahasan yang ia perbincangan dengan Keiko, merasa sedikit gugup. Pasalnya ia dan Keiko telah membicarakan hal-hal terkait mantan kekasihnya.


"Hal-hal biasa sayang, seperti yang para saudara sepupu bicarakan. Hampir sejenis dengan pembahasan yang kau lakukan bersama Genevia." Jelas David mencoba menutupi.


David tidak ingin Genivee mengetahui apa yang telah mereka perbincangkan sejak tadi. Tepatnya Keiko yang memancing untuk membahas terkait hal itu.


Mendengar jawaban David, Genivee mengangguk paham. Dirinya juga tak ingin terlalu ingin tahu dengan apa yang David sembunyikan. Karena David telah berjanji untuk tidak akan membuatnya terluka lagi.


Malam ini akhirnya Genevia kembali menginap di rumah kedua orangtuanya lagi. Demi permintaan ibu hamil yang gencar membujuknya. Setelah Genevia memberitahukan kepada Evan dengan rencananya yang menginap kembali, Genevia dapat lebih lega.


Seharian ini, Genivee benar-benar mengajak dirinya berbincang untuk melepaskan rindu. Juga untuk saling bertukar cerita menceritakan kehidupan masing-masing. Bahkan Genevia juga menceritakan bagaimana Evan yang tidak mencintainya, karena didesak oleh kembarannya itu.


Padahal Genevia hanya ingin hal itu menjadi privasinya saja. Karena dirinya takut, kedua orangtuanya kelak juga akan mengetahuinya. Selain tidak ingin membuat kedua orangtuanya kecewa, Genevia juga tidak ingin membebani pikiran mereka.


...🥀🥀🥀...


Setelah mendapatkan kabar bahwa istrinya tidak jadi pulang hari ini, Evan terlihat datar saja. Tidak ada yang mengetahui secara jelas bagaimana perasaannya saat mendengar kabar itu.


Tidak seperti biasanya yang selalu pulang pada saat senja, kali ini Evan meninggalkan kantornya pada larut malam. Dirinya lebih memilih menghabiskan waktunya di perusahaan daripada di rumah.


Sesampainya di rumah, Evan dikejutkan dengan kedatangan sebuah mobil yang sangat ia kenali pemiliknya. Evan belum beranjak dari tempat sebelum mengetahui tujuan kedatangan tamu yang tak di undang itu.


"Hello brother." Sapa Frans dengan santainya.


Rupanya pemilik mobil itu adalah Frans, sahabat Evan yang belum juga kembali ke negaranya. Ia juga tak tahu hal apa yang membuat teman baiknya itu masih bertahan di Eropa.


"Ada apa kau kemari?" seperti kebiasaannya, Evan akan langsung to the point. Dirinya tak suka berbasa-basi karena baginya hanya membuang waktu.


"Tenanglah brother, aku hanya ingin menumpang di rumah mu semalam saja." Ujar Frans tanpa rasa sungkan sedikitpun. Pribadinya yang ceria dan terkesan bebas meluncurkan setiap kata dari mulutnya, membuatnya menjadi pribadi yang hangat dan friendly.


"Pulanglah, aku tak menerima tamu." Ucap Evan dengan datar.


Perasaannya yang tak merasa tak nyaman seharian, membuatnya semakin bertambah emosi menghadapi pria di depannya itu. Terlebih dengan entengnya berniat ingin menginap, apakah rumahnya terlihat seperti penginapan atau sebuah hotel?.


"Ayolah brother, aku tau istrimu sedang pergi bukan? Jadi kau tak akan kesepian jika ada aku." Frans masih berusaha membuat sahabatnya itu supaya berubah pikiran dan mengizinkan nya.


Evan menghela nafas berat, tak heran jika Frans mengetahui hak itu. Karena dirinya yakin, Frans pasti mencari informasi dari asisten pribadinya.


Evan merupakan tipikal seseorang yang tak suka privasinya diganggu. Sejak dulu, dirinya tak pernah mengizinkan siapapun kecuali keluarganya untuk menginap di rumahnya. Meskipun sahabat baiknya sekalipun, Evan tetap merasa asing jika bukan anggota keluarga.


"Brother, aku masih penasaran dengan sosok istrimu. Apa kau ada fotonya atau sosial medianya? Biar aku melihatnya sendiri." Frans yang belum melihat bagaimana istri temannya itu merasa penasaran.


"Jika kau masih ingin tetap di sini, tutuplah mulutmu." Jawab Evan dengan ketus. Pria itu masih saja ingin tahu tentang pernikahannya.


"Baiklah Brother, aku diam." Frans menyerah dengan rasa penasarannya.


Teman baiknya yang terkenal dingin dan datar itu tampak menyeramkan jika dalam mode kesepian seperti saat ini. Frans tentu paham dengan perasaan sahabatnya itu. Setelah cukup lama mengenal, mereka tentu mengetahui dan peka tentang perasaan yang tengah dirasakan satu sama lain.


...🥀🥀🥀...


Keesokan harinya, Genevia dan Keiko telah kembali ke rumah Evan. Mereka menempuh perjalanan yang lumayan jauh, hingga memakan waktu yang sedikit lama. Mereka memutuskan pulang pada pagi hari, supaya dapat beristirahat lebih lama setelah sampai di rumah.


Saat masih dalam perjalanan, ponsel Keiko terdengar berdering. Karena Keiko kesulitan untuk mengangkatnya, terlebih akan bahaya jika mengemudi sembari mengangkat panggilan. Akhirnya Keiko meminta bantuan Genevia untuk menerima panggilan itu. Rupanya Evan.


"Apa kau jadi pulang hari ini?" tanya Evan dari seberang.


"Iya, kami masih dalam perjalanan saat ini." Jawab Genevia.


Awalnya Evan terkejut karena yang terdengar rupanya suara Genevia, istrinya. Namun itu hanya beberapa detik, karena Evan berhasil menguasai dirinya kembali.


"Ada apa Van?" tanya Genevia memastikan tujuan Evan menghubungi Keiko.


"Di rumah ada tamu, yang semalaman menginap." Jelas Evan memberitahukan supaya kedua wanita itu tidak terkejut saat melihat keberadaan Frans.


Frans memang belum meninggalkan rumahnya, dengan memberikan seribu alasan kepada Evan. Supaya masih bisa tetap di rumah Evan sampai dirinya melihat bagaimana sosok istri pria dingin itu.


Keiko yang sedang mengemudikan mobil, merasa terkejut dengan perkataan Evan. Pikirannya mulai kemana-mana terkait teman sepupunya yang sedang menginap.


"Pria atau wanita!?" Dengan nada tinggi setengah teriak, Keiko menanyakan jenis kelaminnya.


Genevia yang awalnya biasa saja mendengar tamu Evan yang menginap, menjadi khawatir sekarang. Setelah mendengar perkataan Keiko, dirinya juga menjadi berpikir negatif.


Dia wanita cantik itu merasa jantungnya berdegup menunggu jawaban yang akan Evan berikan.


Sedangkan Evan yang berada di seberang sana, menghela nafasnya panjang. Tak habis pikir dengan jalan pikiran sepupunya itu. Jelas dirinya tahu bahwa yang bertanya adalah Keiko, perbedaan suara dua wanita cantik itu terlihat begitu jelas.


"Dia Frans, temanku dari Amerika" Ucapnya dengan datar. Membuat kedua wanita yang sebelumnya merasa khawatir, setelah mendengar jawaban darinya menjadi lega.


Tanpa menunggu jawaban dari istrinya maupun sepupunya, Evan segera mengakhiri panggilannya. Karena tujuan menghubungi Keiko sudah tercapai.


NEXT .......