WINDING LOVE

WINDING LOVE
MALAM PERNIKAHAN



Genivee yang semenjak tadi hanya menunduk, setelah mendengar perkataan David ia mengangkat wajahnya menatap David.


"Benar, aku tulus mencintaimu Dav. Tapi kau dengan mudahnya mempermainkan perasaan ku." Ketusnya kepada David.


"Kau salah Vee, kita sama-sama tidak mengetahui identitas masing-masing bukan? Saat itu aku juga mencintaimu seperti tulusnya kau mencintaiku Vee." Jelas David masih berusaha meyakinkan Genivee.


Genivee terdiam sejenak mendengar perkataan David. Benar saat itu David memang belum mengetahui identitas dirinya, begitu pun sebaliknya.


Saat itu Genivee mencintai David dengan tulus, tanpa melihat apapun. Siapa dan dari mana David berasal Genivee tidak peduli.


Saat ini David juga tidak mengetahui identitas dirinya, jika ia bisa mencintai David dengan tulus David juga bisa mencintainya dirinya dengan tulus.


Genivee mencoba menelaah perkataan David dengan matang-matang. Meski ia mencoba berpikir benar apa yang David katakan, namun sisi hatinya yang lain seolah enggan untuk mempercayai perkataan David.


"Dav, aku tak tahu bagaimana yang sebenarnya. Apakah kau mencintaiku atau tidak, jadi bisakah kau memberi aku waktu untuk mempercayai perasaanmu Dav?" Ujar Genivee kepada David.


David tersenyum kepada Genivee, ia memahami perasaan wanitanya yang mungkin masih trauma dengan kepergian dirinya saat itu. Keberadaan anaknya dalam kandungan Genivee, David juga merasa menjadi salah satu penyebab Genivee sulit percaya pada perasaanya.


Ia membawa istrinya dalam dekapan hangatnya. "Bahkan aku rela menunggu mu seumur hidupku sayang." Ujarnya menggoda Genivee.


Kali ini, Genivee membalas pelukan David. Meski belum clear terkait perasaan David yang benar mencintai dirinya atau tidak, namun Genivee mencoba menerima perlakuan hangat David. Karena tak dapat dipungkiri ia merindukan David dan segala perhatiannya.


"Sayang" panggilnya pada Genivee yang berada dalam dekapannya.


"Ehm" Genivee hanya menjawab dengan singkat panggilan David kepadanya.


"Apa kau merindukanku?" tanya David .


"Tidak." singkat Genivee menjawab pertanyaan David.


"Tapi aku merindukan mu Vee." Ungkap David menatap mata Genivee dengan lekat.


Genivee dapat melihat sebuah kabut gairah yang terpancar dari kedua mata indah David. Kini ia paham kemana arah pembicaraan David tentang merindukannya.


Genivee segera melepaskan diri dari dekapan David. Ia merasa lelah saat ini, jika harus melakukan kegiatan yang David rindukan. Genivee merasa tidak akan sanggup, ia merasa sangat lelah.


"Aku ingin tidur Dav." Ujar Genivee membaringkan diri di ranjang setelah berhasil terlepas dari dekapan David.


David yang menyadari Genivee menghindari dirinya, tersenyum geli. Wanitanya tampak menggemaskan kala takut mendapat serangan darinya.


David ikut merebahkan diri di samping Genivee. Ia berbaring miring untuk memeluk Genivee. David mengarahkan tangannya pada perut Genivee yang membuncit, dielusnya dengan lembut.


"Baby, Daddy merindukan mu. Bolehkah Daddy menjenguk mu?" Tanya David pada bayinya yang masih dalam kandungan.


David mendekatkan diri pada perut Genivee untuk mengajak anaknya berkomunikasi. Jika Genivee menolaknya, maka dirinya akan merayu anaknya yang masih dalam kandungan itu.


David menciumi perut Genivee bermaksud membangkitkan gairah Genivee dengan dalih menciumi anaknya.


"Dav, apa yang kau lakukan?" Tanya Genivee yang merasa geli dengan tindakan David.


"Aku hanya merindukan anak kita sayang." Ujar David beralasan.


Sontak hal itu benar-benar membuat Genivee kini terpancing gairah. Genivee menahan nafas dengan tindakan David. Tangannya mengentikan tangan David yang masih setia mengelus lembut kulitnya.


"Dav, berhenti." Pinta Genivee menahan suaranya.


Namun David bukannya berhenti justru semakin gencar membuat Genivee semakin terbuai. Hingga Genivee tak sanggup lagi menolak David. Saat David mencoba meraih bibirnya, ia hanya mampu pasrah saat ciuman panas mereka berlangsung.


Tanpa melepaskan ciuman mereka, David dengan mahir membuka pakaian yang Genivee kenakan. David menikmati setiap inci permukaan kulit Genivee yang sangat ia rindukan aroma dan semuanya.


Kini berganti David melepaskan seluruh pakaian yang melekat pada dirinya. Sehingga kini Dirinya dan Genivee sama-sama polos tidak ada satupun benang yang melekat pada tubuh mereka.


Setelah puas menikmati seluruh permukaan kulit Genivee tanpa terkecuali, David memulai permainan inti mereka. Namun sebelum ia memulai, ia menyapa anaknya yang masih dalam kandungan Genivee.


"Baby, Daddy akan mengunjungi mu." Ujar David, ditanggapi Genivee dengan elusan tangan Genivee pada rambut David yang tengah menciumi perutnya.


Setelahnya David menatap Genivee yang terlihat pandangan wanitanya yang nampak sayu. Terlihat kabur gairah pada kedua mata indah milik istrinya, tak jauh berbeda dengan kedua matanya yang juga memancarkan aura yang sama.


"Kita mulai sayang" Ujar David memberitahukan kepada Genivee.


Genivee hanya menanggapi dengan tatapan yang masih sama, dan menatap lekat David yang juga mental dirinya. Dan mereka melakukan malam panas di malam pernikahan mereka.


Setelah kesalahpahaman yang hampir terselesaikan, Genivee mencoba percaya dan menerima David kembali. Namun belum sepenuhnya Genivee mempercayai David. Ia ingin melihat bagaimana usaha David untuk meyakinkan dirinya kedepannya.


...🥀🥀🥀...


Keesokan paginya Genivee masih tampak nyaman bergelung selimut tebal yang membungkus tubuh polosnya. Setelah semalam melakukan kegiatan bercinta mereka, Genivee merasa kelelahan dan terlelap dalam pelukan hangat David.


David keluar dari bathroom, netranya bersitatap dengan Genivee yang tengah menatap kearahnya. Tanpa banyak kata, David membawa Genivee masuk ke dalam bathroom untuk ia mandikan.


Tak lama kemudian mereka telah selesai dan ikut sarapan bersama kedua orang tau Genivee. Sarapan yang kesiangan, karena Tuan dan Nyonya Albert menunggu putri dan menantu mereka.


"Maaf Mom, Dad kalian harus sarapan kesiangan." Ujar David mewakili mereka berdua.


"Tak Masalah Dav, yang terpenting cucuku tidak telat makan. Lain kali meskipun kalian sedang menikmati waktu berdua, usahakan bayi dalam kandungan Genivee tidak kekurangan nutrisi." Tuan Albert memperingati David dan Genivee.


"Baik Dad." Ujar Genivee dan David bersama.


Sejak tadi Genivee menikmati makanannya dengan lahap. Selain karena hidangannya yang memang menu favoritnya, rupanya dirinya maka. dengan suapan dari David. Genivee ingin terus diperlakukan manja oleh suami nya, pria yang dirinya cintai.


Saat mereka tengah fokus menikmati sarapan, terdengar bel pintu rumah yang berbunyi. Karena semua pelayan sibuk mengerjakan pekerjaan masing-masing, Genivee berinisiatif untuk membukakan pintu untuk tamu yang datang.


"Biar aku saja Mom, Mommy lanjutkan makan saja." Ujar Genivee bergegas bangkit untuk membukakan pintu depan.


David yang merasa harus selalu menjaga dan melindungi Genivee dan anak mereka, akhirnya memutuskan untuk mengikuti Genivee ke depan. Setelah berpamitan dengan kedua mertuanya.


Setelah pintu berhasil Genivee buka, dengan David di belakangnya. Mata Genivee membulat sempurna menyaksikan pemandangan di depannya.


NEXT .......