
Setelah menjawab pertanyaan Genevia, Evan tak lagi memperdulikan wanita yang berstatus istri nya itu. Ia justru segera merebahkan dirinya ke ranjang untuk mulai tidur.
Ia pikir Genevia akan keluar dari kamar nya setelah ia menjawab permintaan nya tadi, mengingat jika saat ini Genevia tidur terpisah dengan nya.
Namun dugaan nya salah, Genevia justru ikut melangkah menuju ranjang yang Evan tempati dan ikut merebahkan diri di samping suami nya itu. Tentu hal itu membuat Evan terkejut dan bangun dari posisi berbaring nya.
"Apa yang kau lakukan?" tanyanya kepada Genevia.
Wanita cantik itu menoleh menatap pada suami nya dan tersenyum hangat.
"Sudah pasti aku tidur jika berbaring seperti ini Van, apa kau tidak melihatnya?" Genevia menjawab dengan tersenyum mengejek.
"Kemarin kau yang memutuskan untuk pindah dari kamar ini." Ujar Evan dengan datar.
Evan bermaksud mengingatkan Genevia yang dengan kemauan nya sendiri memutuskan pindah ke kamar yang lain, dan pergi dari kamar Evan.
Sejujurnya Evan merasa geram dengan tindakan Genevia yang memutuskan berpisah kamar dengan nya tanpa membicarakan dulu pada nya. Karena jika Evan tahu niat wanita itu, Evan tidak akan pernah mengizinkan Genevia untuk pergi dari kamarnya.
Namun Genevia sudah memindahkan semua barang barangnya serta, jadi Evan tidak dapat melarang lagi. Evan juga merasa marah, maka dari itu ia tidak ada keinginan untuk meminta Genevia kembali lagi ke kamar nya dan tidur bersama dengan nya.
"Iya memang benar, karena aku merasa kau sudah tidak membutuhkan aku lagi. Tapi sekarang kau akan membutuhkan aku, jadi aku juga akan kembali ke kamar ini. Semua barang ku juga sudah ku pindahkan ke sini, jadi kau tidak bisa mengusir ku dari kamar ini." Tegas Genevia kepada pria yang berstatus suami nya itu.
Namun rupanya ketenangan tidak juga Evan dapatkan karena wanita yang tengah berbaring di samping nya itu kini justru melontarkan sebuah pertanyaan baru.
"Apa kau tidak menginginkan ku Van? Bukankah sudah dua bulan kita tidak melakukannya?" Ujar Genevia dengan frontal nya.
Tidak dapat dipungkiri Genevia juga manusia yang memiliki hasrat. Setelah sering melakukan kegiatan bercinta bersama Evan, rupanya kegiatan itu tidak hanya membuat Evan candu namun dirinya juga merasa ingin mengulang kegiatan panas mereka.
Terlebih sudah dua bulan lamanya mereka sama sekali tidak melakukannya. Genevia tidak dapat membohongi dirinya, bahwa ia juga merasa rindu dengan sentuhan Evan.
Sedangkan Evan yang mendengar perkataan Genevia, awalnya merasa terkejut dengan keberanian istrinya itu. Namun mengingat bahwa mereka sudah sering melakukannya setelah menikah, Evan memaklumi apa yang Genevia rasakan.
Sebenarnya dirinya juga merindukan kegiatan panas itu bersama Genevia, namun demi membuat Genevia melupakan perasaan kepadanya, ia rela menahan hasrat demi hal itu.
Selama ini ia juga merindukan untuk menyentuh Genevia, terlebih dirinya harus menahan hasrat selama dua bulan. Sebagai pria normal yang telah merasakan rasanya, ia merasa kesulitan pada awalnya. Namun lama kelamaan ia mencoba bersikap biasa.
"Aku yakin kau pasti juga menginginkan hal itu Van. Kita sama-sama orang dewasa yang pasti membutuhkan kegiatan itu." Ujar Genevia lagi sebelum Evan menjawab pertanyaan nya yang pertama.
NEXT .......