WINDING LOVE

WINDING LOVE
GANGGUAN PAGI YANG GELAP



Keesokan harinya, tampak Genivee tidak tenang dengan tidurnya. Perlahan matanya mulai terbuka sedikit demi sedikit. Rupanya sinar matahari masih belum menampakkan diri. Terbukti dengan alam yang masih terlihat gelap.


Genivee hendak bangkit dari berbaringnya karena merasa perutnya terasa tak nyaman. Dirinya menatap jam yang ada di kamarnya. Memperlihatkan waktu masih sangat pagi.


Namun saat ingin bangkit, tubuhnya terhalang tangan David yang masih nyaman memeluk erat tubuhnya. Genivee mendesah pelan karena David juga masih belum terbangun.


Padahal dirinya merasa begitu lapar, oleh sebab itu dirinya terbangun dari tidurnya. Genivee menatap David yang berada di sampingnya. Dirinya berniat membangunkan suaminya itu.


"Dav, aku lapar. Bangun Dav." Ujarnya berusaha membuat David bangun dengan menggerakkan tangan pria itu.


Namun rupanya David tak terusik sama sekali dengan gangguan kecil yang Genivee lakukan. Justru pria itu semakin terlelap tenang dalam tidurnya.


Genivee tidak menyerah dengan usahanya, Ia masih berusaha membangunkan ayah dari bayi-bayinya. Genivee mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah David yang tampan.


Ia mengusap pelan pipi David dan berusaha membangunkan suaminya lagi. "Sayang, baby kita lapar. Bangun sayang."


Tak berhenti sampai disitu, Genivee mencondongkan wajahnya untuk mengecupi wajah David. Perlahan tapi pasti Genivee memberikan kecupan di setiap bagian wajah suaminya.


Dan rupanya tindakannya itu berhasil membuat David terbangun dan terusik dari tidurnya. "Ehm Sayang ..." Gumam David yang merasa terganggu.


David membuka matanya lebar untuk melihat istrinya yang sedang menganggu kenyamanan dalam tidurnya. David menatap sekitarnya untuk melihat waktu. Rupanya masih sangat pagi, namun istrinya sudah mengusik dirinya yang masih nyaman terlelap.


David mengalihkan pandangannya pada Genivee. Istrinya juga sedang menatapnya dirinya dengan lekat, seolah meminta sesuatu padanya. Dan David paham akan kebiasaan wanitanya itu.


"Ada apa sayang?" David menatap balik Genivee dengan lekat. Tangannya tak tinggal diam, ikut bertindak memberikan usapan lembut di pipi kakan Genivee yang nampak mengembang semenjak mengandung.


"Aku ingin makan Dav, sepertinya baby kita sedang kelaparan." Jelas Genivee tersenyum menatap David. Dan membalas usapan lembut David di pipinya dengan balik mengusap punggung tangan pria itu.


Mendengar penuturan istrinya, membuat David ikut membalas senyuman istrinya. Ia beralih mencium perut Genivee dan mengajaknya berbicara.


"anak-anak Daddy lapar, seperti kata Mommy?" Tanya David menanyakan pada bayinya. Dan dijawab pembenaran oleh Genivee.


"Apa yang kau inginkan sayang?" tanya David yang berniat untuk memasakkan Genivee. Karena para pelayan pasti belum bangun di jam seperti ini, teramat pagi.


"Emm ... terserah Dav, yang terpenting makan masakan yang kau buat." Tutur Genivee yang memang ingin memakan makanan buatan David.


"Baiklah"


Mereka keluar dari kamar untuk menuju ke dapur. Genivee duduk manis menunggu David yang sedang berkutat di dapur untuk membuatkan makanan untuknya.


"Sayang jangan lama-lama, aku sudah kelaparan." Ujar Genivee yang merasa begitu lapar.


Sepertinya bayi-bayinya ingin mengerjai Daddynya atau memang kelaparan. Genivee juga tak terlalu tahu.


...🥀🥀🥀...


Sedangkan di kamar yang lain. Di waktu yang sama, Genevia merasa terganggu dalam tidurnya karena suara ponsel. Terpaksa dirinya harus membuka matanya untuk memastikan siapa yang pagi-pagi seperti ini menghubungi.


Genevia berusaha melepaskan pelukan Evan ditubuhnya dengan berhati-hati supaya Evan tak terganggu. Setelah berhasil dirinya mulai merubah posisi berbaring nya menjadi duduk. Padahal dirinya belum membuka mata dengan sempurna.


Menoleh ke sampingnya, Evan masih nyaman terlelap. Genevia merasa tak tega untuk membangunkan Evan yang masih tertidur nyaman.


Jadilah dirinya yang mengangkat panggilan itu. Meski mungkin sedikit lancang, namun Genevia tak bermaksud apa-apa.


Dirinya hanya takut jika ini merupakan panggilan penting. Jadi nanti biar dirinya yang akan menyampaikan kabar apapun terkait dari si pemanggil ini.


"Maaf dengan siapa ini?" tanya Genevia setelah mereka sedikit saling sapa berbasa-basi.


Seseorang yang berada di seberang merasa sedikit terkejut mendengar suara wanita. Kini dirinya menjadi menduga-duga hubungan Evan dengan wanita yang sedang mengangkat panggilannya.


Awalnya dirinya hanya ingin memberikan sedikit hidangan pembuka untuk rencana-rencana dirinya kedepannya. Dengan mengganggu waktu tidur seorang Evan Sanders yang pasti akan merasa kesal jika diusik.


Namun kini sepertinya dirinya malah mendapatkan sebuah peluang emas. Sehingga kini dirinya hanya perlu mengetahui hubungan Evan Sanders dengan wanita yang sedang menggunakan ponsel Evan.


"Anda siapa? Saya mencari Evan, apakah ada?" Ujar wanita di seberang, yang rupanya suara wanita.


"Evan sedang tidur, jika ingin membahas pekerjaan silahkan hubungi nanti." Ketus Genevia pada wanita di seberang. Padahal dirinya bertanya baik-baik namun tidak direspon dengan baik. Hening beberapa saat, rupanya wanita si pemanggil sedang berpikir. "


Maaf kalau boleh tahu, anda ada hubungan apa dengan Tuan Evan?" tuturnya berusaha untuk sopan, setelah mendengar Genevia yang mulai tak terpancing emosi.


"Saya istrinya. Maaf sebelumnya Nona, ini masih sangat pagi. Jadi sebaiknya anda hubungi lagi jika sudah saatnya waktu yang tepat, supaya tidak menggangu." Tutur Genevia merasa mulai kesal.


Bisa-bisanya seorang wanita sepagi ini menghubungi suaminya. Dan rupanya bukan terkait perkejaan, Genevia menjadi sedikit curiga.


"Sebenarnya Nona siapa?" tanya Genevia yang merasa penasaran dan sedikit curiga.


"Saya Chelsea. Silahkan tanyakan pada suamimu anda Nona jika penasaran." Ujarnya sebelum menutup panggilan. Diakhiri dengan seringai tipis wanita yang rupanya adalah Chelsea.


Deg


Genevia terkejut mendengar perkataan wanita itu. Ada hubungan apa Evan dengan wanita yang bernama Chelsea ini. Baiklah nanti akan dirinya tanyakan pada suaminya.


Sedangkan Chelsea di tempat yang berbeda tersenyum smirk. "Rupanya kau telah memiliki istri. Rencanaku akan semakin banyak kemungkinan berhasil"


Genevia kembali meletakkan ponsel Evan di nakas. Dirinya menatap Evan lekat, kembali teringat dengan wanita yang bernama Chelsea. Ada hubungan apa Evan dengan wanita itu?.


Awalnya dirinya hanya berpikir mereka rekan kerja. Namun setelah mendengar perkataan Chelsea, ditambah dengan gelap gulita sepagi ini wanita itu menghubungi suaminya.


Membuat pemikirannya bahwa mereka rekan kerja menjadi melayang. Karena dirinya menjadi curiga ada hubungan tak biasa dari kedua orang ini.


"Chelsea, apa kau memiliki seorang kekasih sungguhan Van? Apa dia wanitamu atau hanya teman wanita biasa? tapi mengapa wanita itu harus menghubungi mu sepagi ini?" Genevia menggerutu dengan rasa penasarannya yang menggunung.


Rasanya dirinya ingin membuat Evan bangun dan menjawab semua pertanyaannya yang butuh jawaban.


"Jika benar dia wanita yang akan mengganggu pernikahan kita, aku akan menghempas nya dan memusnahkan nya." Tekad Genevia menggebu-gebu.


Next .......