WINDING LOVE

WINDING LOVE
PEMBICARAAN



Di sebuah taman.


"Apa yang ingin kau bicarakan Frans?" tanya Genevia setelah mereka duduk nyaman di sebuah taman yang tampak sepi namun indah.


Frans menghela nafasnya pelan, kemudian memberikan sebuah senyuman untuk wanita cantik yang ternyata tengah terduduk di sampingnya.


"Apapun yang aku katakan, percayalah." Ujar Frans sebelum memberikan informasi penting untuk Genevia ketahui.


Genevia menoleh pada pria yang merupakan sahabat suaminya itu. "Apa maksudmu Frans? Apakah yang akan kau katakan suatu hal yang penting?"


"Hem, sangat penting. Karena itu kau harus mendengarnya dengan baik." Ujar Frans dengan terkekeh.


"Katakan." Titah Genevia yang penasaran dengan apa yang akan Frans sampaikan.


Frans menatap lekat istri sahabatnya itu. "Dengarkan aku baik-baik" Ia menghembuskan nafas pelan. "Jika kau mendengar berita buruk tentang Evan, tolong percayalah padanya. Dia tak seburuk yang akan terlihat." Jelasnya dengan penuh penekanan.


Mendengar perkataan Frans, Genevia terlihat tidak mengerti dengan apa yang pria itu bicarakan. "Aku tak mengerti maksudmu Frans." Ujar Genevia tampak bingung.


"Coba kau jelaskan dengan rinci, apakah tidak bisa?" Lanjut Genevia bertanya.


Genevia ingin dijelaskan dengan jelas oleh Frans. Karena dirinya sungguh tidak mengerti dengan apa yang Frans bicarakan.


"Aku tak bisa menjelaskan dengan detail. Karena belum saatnya kau mengetahuinya." Jelas Frans yang tak bisa menjelaskan semuanya kepada Genevia. "Tapi yakinlah, seburuk-buruknya Evan dia masih bisa kau percaya." Ujarnya.


"Kau terlalu berbelit-belit Frans." Gerutu Genevia. "Tapi baiklah jika aku tak boleh tahu untuk saat ini, itu bukan masalah besar." Meski merasa penasaran, namun Genevia mencoba memahami apa yang Frans jelaskan secara singkat.


Frans termenung sejenak, mengingat apa yang terjadi pada dirinya dua hari yang lalu. Yang membuat dirinya tak segan mencari Genevia untuk diajak bicara.


Flashback on


Terlihat Frans mengeraskan rahangnya kala melihat seseorang yang pernah menorehkan luka dihatinya. Kini berdiri tepat dihadapannya, tanpa rasa malu.


"Hai Frans" Dengan tak tahu malunya, ia menyapa Frans dengan terkekeh.


"Rupanya kau berani menampakkan diri dihadapan ku Chelsea?" Ujar Frans menatap nyalang wanita di depannya.


"Tentu saja Frans, apa ada sesuatu yang harus membuat seorang Johnson merasa takut?" Ujarnya menatap Frans menyeringai.


"Apa yang membuatmu datang kemari? Apa permohonan maaf padaku?" Frans terkekeh seolah meremehkan wanita itu.


"Ya, itu salah satunya. Karena aku merasa menyesal pernah menyakiti mu." Ujarnya tertunduk, seolah menyatakan bahwa dirinya memang menyesal telah melakukan kesalahan di masa lalu.


"Baguslah jika kau merasa menyesal. Dan kau tak butuh maaf ku untuk kelangsungan hidupmu." Ujar Frans tampak berusaha santai menahan geram.


"Lalu apa tujuan lain mu?"


"Aku menyesali semua perbuatan ku dulu. Kini aku ingin memperbaikinya, ku harap kau bisa membantuku." Jelasnya pada Frans.


"Kau pikir dengan permohonan maaf darimu, membuat aku bersedia untuk membantu? Aku bukan pria bodoh yang bisa kau manfaatkan!" tegasnya pada wanita itu.


"Baiklah jika kau tak mau, aku akan mendatangi sahabat mu tersayang." Ancamnya pada Frans.


Namun Frans tetap kekeh pada pendiriannya, tak ingin membantu wanita yang sampai saat ini ia benci. Dan tak dapat dipungkiri, masih ada rasa untuk wanita itu di hatinya. Meski pun hanya sedikit.


Flashback off


Kehadiran wanita itu yang membuat Frans khawatir terhadap hubungan Evan dan Genevia. Terlebih Frans sangat paham dengan watak Evan yang tidak memiliki perasaan peka dan semacamnya.


Kemudian Frans Kembali meyakinkan Genevia untuk tetap percaya pada sahabatnya jika ada sesuatu yang akan mengguncang hubungan mereka. Frans melakukan semua ini karena peduli dengan kedua orang tersebut.


Bagaimanapun Evan adalah sahabatnya, ia akan membantu sebisa dirinya untuk membuat hubungan pernikahan sahabat dan istrinya supaya tidak retak. Terlebih setelah dirinya tahu bagaimana hubungan sebenarnya pasangan suami-istri itu.


Selama dirinya berada di sini, akhirnya dirinya mendapatkan seluruh detail informasi mengenai pernikahan Evan. Hal itu membuat kedatangannya ke negara ini tidak sia-sia.


Setelah dengan segala alibi dan kelicikan yang Frans miliki, akhirnya Evan mau menceritakan bagaimana dirinya bisa menikah dengan Genevia. Juga tentang perasaan Genevia yang mencintai Evan.


Meski Evan mengatakan pernikahannya adalah cinta sebelah pihak, hanya Genevia yang mencintainya. Namun Frans yang melihatnya tak demikian.


Justru dirinya melihat Evan sebenarnya juga memiliki perasaan kepada Genevia. Meski Frans tak mengetahui perasaan cinta atau perasaan yang lain.


"Dan hal penting yang kedua, ini terkait sepupu Evan." Ujar Frans tampak tak segan.


"Apa terjadi sesuatu padanya?" tanya Genevia terlihat khawatir.


"No. Hanya saja sepertinya aku menyukainya." Jelas Frans dengan tegas.


Genevia terkejut mendengar pengakuan Frans yang begitu gamblang. Sama sekali tak segan ataupun canggung, benar-benar pria sejati.


"Lalu apa hubungannya dengan aku?" Genevia tampak tak mengerti. Jika Frans menyukai Keiko, lalu mengapa mengatakan kepadanya bukan pada orangnya langsung saja.


"Karena kau dekat dengannya, maka kau ahrus membantuku mendekatinya." jelas nya.


"Kau terlambat sekali Frans. Keiko sudah kembali ke negaranya." Ujar Genevia terkekeh mengejek Frans.


"What? lalu bagaimana dengan perasaan ku?" ucap pria itu dengan muka masam.


Baru saja dirinya mendapatkan tambatan hatinya, supaya segera melupakan masa lalunya. Tetapi sang wanita yang membuat dirinya terpesona kini telah kembali ke tempat asalnya. Frans merasa kecewa dengan kepulangan Keiko ke Jepang.


"Sebagai pria sejati, kau harus memperjuangkannya. Kau harus menyusulnya ke Jepang Frans. Emm ... setahuku Keiko juga masih memiliki seorang kekasih." Jelas Genevia kepada Frans yang masih terlihat berputus asa.


Kini ditambah kabar bahwa wanita yang mencuri hatinya memiliki seorang kekasih. Sepertinya takdir cintanya memang tak akan pernah mulus. Baru saja ingin berjuang, sudah harus menyerah.


Setelah cukup lama Genevia menggoda Frans yang nampak galau dengan takdir cintanya. Genevia teringat janjinya kepada Genivee untuk menemani periksa kandungannya.


"Apa masih ada yang ingin kau bicarakan Frans?" tanyanya memastikan bahwa Frans tak ingin menyampaikan sesuatu lagi.


"Tidak, sudah cukup. Aku hanya ingin meratapi takdirku saat ini." Ujarnya masih tampak lesu.


"Jika adikku belum menikah, pasti aku kenalkan padamu" Ujar Genevia dengan tertawa kecil.


"Ya, tentu saja aku mau memiliki ipar seperti mu." Jawab Frans dengan terkekeh.


Meski baru pertama kali saling berbincang, namun mereka tampak terlihat akrab dan serasa dekat.


Genevia melihat jam dipergelangan tangannya. Tak terasa waktu berlalu hampir siang.


"Baiklah, aku ada janji kepada adikku. Aku harus pergi, sampai Jumpa Frans." Ujar Genevia sebelum berlalu.


Dan diangguki oleh Frans dengan melambaikan tangannya.


...🥀🥀🥀...


Di perusahaan milik Evan, tampak Evan dan Chelsea yang masih saling bercakap-cakap.


"Apa tujuanmu sebenarnya?" Ujar Evan dengan geram. Menatap tajam wanita di hadapannya itu.


Next .......