
Sedangkan di seberang sana, Evan hanya diam tak berniat mengeluarkan suaranya sama sekali. la ingin mendengar apa yang akan sepupunya itu sampaikan, sehingga menghubungi nya malam malam begini.
Setelah dinantinya, akhirnya keiko mengungkapkan tujuan dirinya menghubungi. "Ada seseorang yang ingin bicara denganmu." ujar Keiko di seberang.
Sedangkan yang sedang terjadi, Keiko tanpa mengatakan apapun pada Genevia. Meminta wanita itu mengambil ponsel dalam genggamannya dan berbicara dengan seseorang yg sedang ia hubungi.
"Siapa kei ?" Genevia merasa bingung dengan tindakan Keiko yang memberikan ponselnya. Dengan gerakan bibir, tanpa mengeluarkan suara Keiko menyebutkan nama Evan Pada Genevia.
Sontak Genevia menjadi merasa bahagia, namun gugup bagaimana dan apa yang akan dirinya katakan pada suaminya, pria yang sejak tadi ia rindukan.
Mendengar perkataan keiko, Evan penasaran siapa gerangan yang ingin berbicara dengan dirinya. Namun sekelebat pemikirannya tertuju pada Genevia, Istrinya. Memikirkan jika hal itu benar, detak jantung Evan terasa berdetak kencang. Entah mengapa hatinya terasah berdebar.
Pada akhirnya Genevia memberanikan diri untuk mengeluarkan suara, menyapa Evan. "Van, Kau sudah pulang bekerja Van?" tanya wanita cantik itu sekedar untuk berbasa-basi terhadap suaminya yang jauh dari dirinya saat ini.
"Hem." Terdengar jawaban singkat, hanya sebuah deheman dari seberang di mana Evan berada. Padahal yang terjadi Evan juga nampak sedikit gugup setelah mendengar suara istrinya.
"Kau belum tidur?" Genevia melihat jam yang ada di kamarnya. Biasanya pria yang berstatus suaminya itu telah terbang ke alam mimpi di jam-jam seperti sekarang.
"Aku berniat tidur sebelum Keiko menghubungiku." Evan menjawab dengan jujur fakta yang terjadi. Bahkan dirinya tak khawatir jika istrinya akan merasa tersinggung.
Sedangkan Genevia yang Mendengar perkataan Evan menjadi merasa tidak enak. Wanita cantik itu merasa telah mengganggu waktu suaminya yang hendak tidur.
"Maaf karena mengganggu waktumu." ujar Genevia tampak merasa menyesal.
"Ya." singkatnya menjawab ucapan Istrinya. Evan memutus panggilan dari Keiko, Genevia menghela nafas kasar mendapati hal Itu. Dan mengembalikan ponsel Keiko kepada empunya.
"Bagaimana? Apa rindumu terobati?" Keiko bertanya karena merasa penasaran.
"sedikit, karena dia memutus panggilannya." ujar Genevia pelan.
Genevia merebahkan dirinya kembali untuk bergegas tidur. Meski rindunya tidak terobati sepenuhnya, namun mendengar sedikit suara Evan membuatnya mampu untuk dapat memejamkan mata.
Keiko merasa perihatin dengan perbuatan Evan pada Genevia. Sepupu dinginnya itu tak memahami bagaimana perkataannya dan perbuatannya akan melukai hati Genevia yang berstatus sebagai istrinya.
Di dalam kamar yang lain, David tampak menghela nafas lega. Setelah selesai makan malam dengan penuh usaha David untuk meluluh kan hati Genivee yang tampak belum memaafkannya.
Genivee bergegas masuk kembali ke dalam kamarnya meninggalkan David & semua orang. Dan David yang melihat Genivee masih tampak marah segera menyusul wanita yang tengah berbadan dua itu.
Hingga dirinya menemukan Genivee yang tengah duduk di depan cermin sedang memberikan nutrisi pada kulitnya agar tetap terjaga sehat.
Genivee yang menyadari keberadaan suamimya, mempercepat kegiatannya. Hingga setelah selesai, dirinya segera merebahkan diri untuk menuju alam mimpi dengan posisi membelakangi pria yang jadi berstatus suaminya itu.
David menyusul istrinya merebahkan diri di samping Genivee. David mengulurkan tangannya memeluk Genivee, namun segera ditepis oleh Genivee. Namun David tak menyerah sama sekali, mencoba membujuk Istrinya & merayunya.
Akhirnya Genivee luluh juga, setelah Genivee mendapatkan janji David yang tak akan kembali mengulangi perbuatan nya bersentuhan dengan wanita selain dirinya. Sekalipun pada saudara sepupunya David sendiri.
...🥀🥀🥀...
Namun Genevia tidak ingin egois karena memiliki tanggung jawab sebagai seorang istri. Meski Evan sebenarnya tak membutuhkan semua perhatian darinya, namun ia ingin tetap berusaha meluluhkan hati Evan.
"Kak menginap lah semalam lagi, aku masih merindukanmu." Pinta Genivee yang nampak sedih melihat kakaknya yang akan pulang ke rumah suaminya. Padahal dirinya belum puas melepas rindu pada kembarannya itu.
"Kau saja Vee berkunjung ke tempatku?" usul Genevia kepada adiknya.
Genivee menghembuskan nafas kasar. "Kakak lupa, suami kakak tidak boleh mengetahui kabar pernikahan kami." Jelas Genivee pada Genevia yang sepertinya lupa dengan kesepakatan yang kedua orangtua mereka buat.
"Aku hampir lupa jika tak kau ingatkan Vee." Ujar Genevia menepuk dahinya.
"Jadi bagaimana? kakak akan menginap kan malam ini?" Genivee masih berharap kakaknya mau menuruti keinginan dirinya. "Sepertinya baby dalam perutku yang menginginkannya kak." Bujuk Genivee dengan mengatasnamakan anaknya.
Genevia berpikir sejenak, untuk memutuskan keputusan yang tepat untuk dirinya ambil. Apa sebaiknya dirinya menginap kembali di kediaman orang tuanya, juga untuk menguji kerinduan seorang Evan padanya?
Akhirnya setelah dipikir-pikir akhirnya Genevia menyetujui permintaan adiknya itu. Nanti ia akan memberitahu Evan dengan keputusannya ini. Sedangkan Keiko juga akan ikut bersamanya, Keiko juga masih ingin merefresh pikirannya dengan mengenal lingkungan baru.
Terlebih Keiko juga merasa masih merindukan David, sepupunya yang lama tidak ia ketahui kabarnya. Dan saat tanpa diduga bertemu, rupanya sepupunya bahkan telah menikahi adik iparnya. Ia masih merasa lucu, jika mengingat takdir dua saudara itu.
"Dav, apa kau tahu? selama ini aku satu agensi dengan mantan kekasihmu." Ujar Keiko kepada David.
Mereka saat ini tampak bersantai di halaman belakang kediaman Tuan Albert. Tak hanya mereka berdua, namun ada dua wanita kembar yang saat ini tengah berbincang dengan serunya. Terlihat dari tawa mereka yang nampak terdengar keras.
Genivee meskipun sedang asik berbincang dengan kakaknya, namun terkadang masih melirik mengawasi David. Karena sebelum Genivee membiarkan mereka mengobrol, ia telah memperingati David dengan janjinya semalam.
Genivee juga tidak tahu, mengapa semenjak dirinya mengandung benih David. Dirinya menjadi posesif terhadap pria yang merupakan ayah dari bayinya itu. Genivee membebaskan mereka mengobrol, asalkan tidak ada sentuhan fisik. Dan Keiko juga memahami keinginan bumil itu.
"Kei bisakah kau tak membahasnya? Genivee akan salah paham jika mengetahuinya." Geram David pada sepupunya.
Selama ini David tidak pernah membahas apapun mengenai masa lalunya. Karena Genivee tidak menyukai jika ia membahas apapun tentang dirinya di masa lalu bersama orang lain.
"Wah benarkah? justru itu akan seru Dav. Bolehkah aku membawa mantan kekasih mu itu ke sini?" Tanya Keiko berniat dengan terkekeh.
"Lakukanlah jika kau ingin aku mengganggu hubunganmu dengan kekasihmu itu." David balik mengancam Keiko.
"Silahkan, aku juga lelah dengannya." Ujar Keiko menantang.
Genivee mengehentikan perbincangan dirinya bersama Genevia, kala mendengar David dan Keiko yang nampak asik berbincang. Entah mengapa dirinya kembali merasa cemburu. Genivee membenci dirinya yang menggelikan seperti ini.
"Kau kenapa Vee?" tanya Genevia.
Genivee yang sedang termenung, mengalihkan pandangannya pada Genevia. "It's ok. Aku baik-baik saja. Hanya merasa tidak nyaman saja." Kilahnya. Dan diangguki oleh Genevia tanda mengerti.
NEXT .......