The Revengers

The Revengers
Eps.78 Senso bonus



Tokk....Tokk....Tokk.....


"Sen, Sen!!",teriak seorang laki-laki yang mengetuk-ngetuk kasar kamar yang masih terkunci dari dalam.


Ceklekkk......,"Sialan lu kenapa tidak bangunkan gue be**go".


"Gue bukan babu lu, makannya kalau tidak mau telat alarm nya dikencengin lagi",saran Xana.


Mendorong kasar lengan Xana,"Tidak mempan be***go",umpat Baim yang lebih sering di panggil Sen oleh teman-temannya.


"Cepat turun atau mama lu akan marah-marah lagi".


"Tidak bisa kita harus segera berangkat sekolah, sudah jam tujuh".


"What!!?",Xana berlari lebih dulu meninggalkan Baim sendirian.


"Pa, Ma, aku berangkat dulu",teriak Baim berlari terburu-buru menyusul Xana.


Berpapasan dengan mama nya,"Baim berangkat ma, l love you",ucapan panjang yang terucap lancar buru-buru tanpa menghentikan lari nya.


Terdiam memperhatikan kepergian putranya,"Hati-hati".


"Mirip siapa anak itu?",nada suara seorang pria yang sudah berdiri tidak terlalu jauh dari nya. Bersama dengan dua orang anak laki-laki dalam gendongan nya.


"Mirip kamu",ucap ketus Nana.


Berganti melihat kedua anak nya bergantian,"Kalian kalau besar bakal seperti kakak?".


"Mau jadi doter",balas sisi kiri.


"Gulu pencak silat plofesional",balas yang kanan.


"Yang satu bakal pandai di akademik yang satu no akademik",ucap ku di susul menyungging senyum tipis tulus."Mau jadi apapun nanti jangan pernah gunakan apa yang sudah kalian pelajari untuk menindas orang lemah".


"Kata papa kita harus melawan kalau ada yang nyakitin",balas yang kiri.


"Emang benar, tapi ada kalanya sebelum melakukan kita lihat dulu lawannya. Jika lawan mu bukan tandingan mu, mengalah adalah cara terbaik. Tapi kalau mengalahnya kita justru membuat nya besar kepala, sampai menyakiti kita".


"Memberinya sedikit pelajaran sangat di perlukan".


"Sudah selesai ngobrol nya. Kalian berdua cepat turun biarkan papa berangkat kerja".Minta Nana pada kedua anak laki-laki seusia empat tahunan.


+++++++


Pakk......Tamparan kuat mendarat baik ke pipi lebam yang semakin memerah panas. Yang memaksa nya menengok paksa ke arah lain.


"Mau jadi apa kamu ikut tawuran dengan anak-anak brandal itu. Mau jadi gangster?Atau berandal?",bentak Ku pada Baim.


"Jawab Baim??".


Anak ini hanya terdiam menunduk namun kedua tangan mengepal kuat.


Ingin marah, di sana Yohan terus saja memarahi nya. Sampai akhir Yohan menyuruhnya untuk pergi ke kemar dan menguncinya dalam kamar.


Karena kejadian di malam itu. Anak sulung keluarga ini menjadi asing dengan papa nya. Sosok yang selama ini paling dekat dengan dirinya.


Hal itu terjadi selama dua tahun lama nya. Sampai akhir di hari itu keduanya kembali seperti dulu. Kehangatan keduanya di kembalikan saat Baim jatuh sakit karena kecelakaan motor. Dan harus di rawat inap di rumah sakit.


Bersamaan dengan itu. Kedua adik laki-laki Baim juga jatuh sakit di rumah. Yang mengharuskan Yohan dan Nana harus mengatur tempat untuk tetap menjaga keduanya.


Di mana saat siang Nana akan di rumah sakit menemani Baim. Walaupun terkadang ia tetap harus kembali ke rumah saat siang, untuk tetap melihat keadaan kedua putranya.


Sementara saat malam Yohan yang akan menemani Baim. Dan Nana kembali pulang untuk merawat kedua anak laki-laki nya yang lain.


Yohan langsung pergi ke rumah sakit setiap hari tanpa pulang terlebih dahulu untuk berganti pakaian. Walaupun kembali ke rumah, ia juga hanya sekedar untuk melihat kedua anak laki-laki nya sebentar. Tanpa ia memiliki niatan untuk beristirahat sejenak mandi atau berganti pakaian.


Karena Yohan tidak ingin sampai kehilangan momen bersama kedua putranya sebelum ia harus ke rumah sakit menemani putra sulung nya.


Selama itulah Yohan jadi memiliki banyak waktu semalaman bersama putranya. Karena pemberian waktu itu kedua jadi saling bertukar obrolan panjang yang selama dua tahun kemarin tidak pernah terjadi. Karena peristiwa di malam itu terjadi.


Kedua anak dan papa ini begitu sangat asik mengobrol banyak hal seperti tidak pernah terjadi perselisihan apapun di antara keduanya. Walaupun sebelum ini keduanya sempat canggung di malam pertama Baim siuman.


Wajar karena untuk pertama kalinya setelah dua tahun kemarin. Baim bisa kembali duduk sedekat ini dengan papa nya.


Dan Yohan sangat kesulitan harus membuka obrolan apa. Saat kenyataan pernah merenggangkan hubungan ia dengan putranya.