
Malam harinya. Aku baru memiliki kesempatan untuk pergi ke club Icha-Icha yang di bicarakan Daji kemarin.
Di sini aku pergi bersama Ian. Seperti pengunjung lain kami berdua tetap tidak melupakan tujuan kami berdua ke sini untuk mencari keberadaan seseorang yang di maksud Daji.
Sampai salah seseorang pria menghampiri ku dan berkata,"Lewat sini Tuan".Ucapnya pada ku.
Aku berlalu pergi mengikuti dia yang menunjukkan jalan untuk ku pergi. Setibanya di depan ruangan VIP pria ini mempersilakan aku untuk langsung masuk. Akan tetapi Ian tidak ikut karena hanya aku seorang yang di perbolehkan masuk.
+++++++
++++++++++++
Dua hari setelah kejadian di club. Aku beraktivitas seperti bisa. Pergi dan pulang ke kantor seperti biasa. Karena siapa yang ku temui di club Icha-Icha juga telah mati tanpa memberikan kepuasan apapun pada ku. Yang belum menemukan apa yang ku cari.
Next......
"Yohan".Panggil Ian sedikit berteriak langsung nyelonong masuk ke dalam ruang kerja ku,"Abang Nana ada di sini, dia....,"Memotong ucapan belum terselesaikan Ian.
"Di mana Nana?".
Lantas aku segera beranjak dari tempat duduk ku. Dan Fazil melangkah cepat mendekati ku mencengkram kerah pakaian ku kuat,"Di mana adik ku bang***sat???".
"Nana hilang?".Aku balik bertanya.
"Iya. Sejak tadi malam".Nada suara marah Fazil.
Aku melepaskan kasar cengkraman ini,"Ian panggil mereka suruh langsung ke rumah".Suruh ku pada Ian.
"Tunggu kau mau kemana?".
Aku tidak membalas aku tetap melanjutkan langkah kaki ku berjalan meninggalkan ruangan ini. Brukk.....,"Mau kemana bang***sat??Sebenarnya di mana adik ku?".Marah Fazil pada Ku.
Menggenggam erat pergelangan tangan Fazil,"Hentikan Fazil".Kata Arya,"Keselamatan adik mu jauh lebih utama sekarang...Kami akan ikut dengan mu".Arya sudah terfokus pada ku.
Aku tidak merespon apapun. Aku segera beranjak dari tempat ku untuk melanjutkan perjalanan.
+++++
Di rumah aku langsung di sambut oleh mereka. Kenzo dan Kenichi.
"Aku perlu semua informasi tempat biasa para anggota manusia kertas tanpa kepala berkumpul".
"Di club Icha-Icha".Kenzo.
"Di sana hanya ada anak buahnya. Aku tidak mendapatkan informasi apapun setelah aku membunuhnya. Cepat katakan di mana saja?".Aku semakin meninggikan nada bicara ku.
"Villa Kaze, Pondok tradisional Jepang bawah kaki gunung Azem, dan bengkel tua". Setelah mendapatkan informasi aku langsung meluncur ke lokasi.
Aku membagi tugas. Aku dan Fazil akan pergi ke taman Pondok tradisional Jepang bawah kaki gunung Azem. Kenzo dan Kenichi akan pergi ke Villa Kaze. Ian dan Arya akan pergi ke bengkel tua.
Aku memilih pergi ke tempat ini. Karena melihat dari kultur jalanan yang berliku-liku tajam memungkinkan untuk mereka membawa Nana ke tempat ini. Di karenakan tempat ini sangat strategis dan sulit untuk di tempuh dengan cepat untuk sampai.
Seett.....Akan tetapi mereka tidak menyadari jika hobby ku adalah bermain drift mobil yang sudah cinta tikungan tajam. Mudah untuk melakukan sesuatu yang sudah sering aku lakukan. Atau yang sudah menjadi hobby ku.
Fazil berpegang kuat pada pegangan tangan di atas nya. Ia tetap terdiam memperhatikan jalanan di depan sana. Tanpa memperdulikan ku yang mengemudikan mobil cukup berbahaya. Kecepatan tinggi di sandingkan dengan drift di tikungan tajam.
Stekk...... Melepaskan tuas rem tangan Brakk....Aku menabrak mobil Buggati hitam ku untuk membuka gerbang besi yang tertutup rapat ini.
Sampai di dalam kami langsung di sambut oleh perkelahian. Serangan dari pada penjaga rumah yang banyak. Alhasil sebelum kami memastikan ada atau tidaknya Nana di sini. Kami berdua dengan terpaksa harus melayani permainan ini terlebih dahulu.