
Mentari pagi ini terlalu cerah untuk keluarga kecil Narendra. Baby boy, bayi 6 bulan putra sulung keluarga ini begitu sangat aktif walau belum bisa berjalan.
Seperti sekarang, karena masih pagi. Nana mengendong Baby boy dalam gendongan nya untuk di ajak berjemur bersama di bawah sinar mentari pagi yang menyehatkan. Dan selama itu juga tangan kecil baby boy tidak berhenti hentinya tergerak mengelus-elus lembut pipi ibu nya. Seakan-akan ia sudah mengetahui apa yang harus ia lakukan untuk menunjukkan kasih sayang nya pada ibu yang telah merawat nya.
Next....
Nana sekarang memiliki banyak waktu untuk merawat baby boy di rumah. Karena suaminya sudah mulai kembali bekerja. Walaupun sesekali ia masih harus keluar untuk melihat toko bunga yang telah ia dirikan bersama Rara.
Yohan memaksa untuk tetap bekerja kembali walaupun dirinya masih berjalan dengan bantuan dua tongkat bantu untuk berjalan. Bagi Yohan lebih baik ia yang kesakitan dari pada harus melihat Nana yang kesakitan.
+++++
Sudah mengenakan pakaian kantor rapi. Yohan berjalan berlahan-lahan ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama dengan istri.
Menyadari kehadiran Yohan,"Baru saja mau ku jemput".
"Jangan terlalu mengkhawatirkan aku Nana",ucap ku duduk di salah satu kursi."Baim di mana?".
"Ruang keluarga, di kurungan bayi yang aman",kata Nana."Bagaimana tidak aman, kau membutuhkan ruangan yang sangat aman, sampai Baim terlihat seperti bayi 19 bulan. Aktif sekali".
"Anak siapa?".
"Anak ku".
"Hemm".
"Hahahh....
Menyiapkan makanan untuk Yohan begitu juga dengan obat yang masih rutin Yohan minum.
Selesai melayani suaminya. Nana langsung pergi ke ruang keluarga melihat baby yang ia tinggalkan di sana.
Setibanya di sana ia di buat terkejut dengan Baby boy yang sudah berdiri seorang di dalam kurungan tempat nya bermain.
"Waaahh Yohan, Yohan!!!".Teriak Nana sekencang mungkin sampai dapat di dengar oleh seluruh pekerja di rumah nya. Yang langsung tertatih-tatih berlari ke sumber suara. Begitu juga Yohan yang langsung meninggalkan makanannya.
Menengok ke Yohan sekilas,"Lihat Han",minta Nana beralih pada Baby boy yang masih berdiri di sana sendiri sembaring memegangi satu mainan di genggaman kedua tangannya."Baim bisa berdiri Han".
Yohan terkejut sekaligus sangat bahagia. Begitu juga para anggota pekerjaan rumah yang ikut bahagia melihat momen membahagiakan majikan nya.
Ia melangkah masuk ke dalam kurungan bermain baby boy untuk menghampiri baby boy. Sementara Nana yang masih terdiam di tempat nya,"Han kamu bisa jalan tanpa tongkat".Ucap Nana membuat Yohan tersadar jika sejak tadi ia tidak membawa tongkat bantu berjalan nya.
Yohan langsung tergerak mengangkat baby boy dalam gendongan nya merangkul putra sulung nya. Nana yang ikut mendekat langsung di rangkul oleh Yohan untuk ikut berpelukan bersama.
Tawa bahagia dan senyuman lebar tersemat tulus dari keluarga kecil Narendra. Yohan sebagai kepala keluarga yang belum pernah merasa momen seperti ini sampai menitihkan sedikit air mata bahagia di sudut matanya. Suatu momen yang sangat ia inginkan sejak dulu. Akhirnya dapat di rasakan oleh putra sulung nya. Dan ia akan terus berharap agar anak-anak keturunan nya tidak akan pernah ada satupun yang mengalami hal sama seperti yang pernah ia rasakan.
++++++++
Sementara Ian sahabat dekat sekaligus sepupu Yohan telah balikan lagi dengan Rara. Keduanya juga sudah memutuskan untuk melanjutkan hubungan mempererat hubungan dengan tali pernikahan. Dari pernikahan nya dengan Rara yang sudah berlangsung 2 bulan. Ia dan Rara telah di karuniai satu orang anak laki-laki.
Keluarga kecil Ian tinggal di kediaman rumah orang tua Rara. Berkumpul bersama dengan kedua orang tuanya. Karena bang Arya sudah tidak bertempat tinggal lagi di kediaman rumah itu. Membuat ia harus tetap berada di rumah ini agar ia bisa menjaga kedua orang tua nya yang sudah tidak muda lagi. Di kala lagi dengan kesehatan ibu Rara yang lebih sering drop tiba-tiba.
+++++
+
+
+
+
Karya ini aku akhiri sampai sini.
Terima kasih untuk kalian yang sudah membaca novel ini sampai sejauh ini.
Aku harap kalian selalu meninggalkan komentar positif-positif untuk ku, agar aku bisa selalu memperbaiki kesalahan-kesalahan ku di karya-karya ku berikut nya.
Thanks selama malam dari ku Author The Revengers