
Tiga hari telah berlalu tanpa ada peristiwa apapun. Sampai pada hari ini. Suatu rencana yang nekat Zoa dan Ichi lakukan agar bisa bertemu dengan Daji. Sosok misterius yang belum terlihat sama sekali. Bahkan belum ada yang mengetahui keberadaan nya selain Yuken dan orang-orang tertentu.
Zoa dan Ichi pergi ke atap gedung kakak kelas yang paling tinggi dari gedung yang lain. Di sana lah tempat para anggota geng manusia kertas tanpa kepala berkumpul.
Setelah perjuangan melawan beberapa brandal yang menghalangi jalannya. Akhirnya Zoa dan Ichi berhasil sampai pada titik puncak tempat pertemuan.
Tamm....kaki Zoa dan Ichi telah menginjak lantai atap gedung tertinggi sekolah. Seorang pria berambut gondrong langsung berjalan mendekati kami.
Karena nasib buruk nya. Zoa yang sudah muak dengan drama sepanjang perjalanan. Langsung memberikan tinjuan di pelipis kepala pria ini. Membuat nya langsung tidak sadarkan diri.
Terfokus pada pemuda yang tengah duduk santai di kursi dengan kedua kaki yang tersilang ke kursi lain di depannya,"Kau Yuken?".Tanya Zoa.
"Heyy tunjukkan sopan santun mu pada kakak senior mu".Seorang pemuda mencengkeram untuk menundukkan paksa kepala Zoa.
Slepp.....Zoa menggenggam pergelangan tangan pemuda ini menarik nya ke depan paksa dengan membanting tubuhnya sekaligus.
"Aku tidak ingin membuat keributan. Aku hanya ingin bicara dengan mu".
Tanpa perlawanan dari Yuken yang tetap duduk santai di tempat nyamannya,"Lebih baik kalian pergi, biarkan dia bicara".
"Tapi bos bocah seper....,"Memotong ucapan yang belum terselesaikan ini,"....Pergi".Tegasnya tidak bisa di bantah lagi.
Rekannya akhirnya pergi menyisakan Zoa, Ichi, dan Yuken seorang.
"Di mana aku bisa bertemu dengan Daji?".Tanya Zoa.
"Kau membuat keributan hanya untuk pertanyaan itu?".Yuken yang saat ini sudah duduk dengan baik fokus pada lawan bicara nya.
Mendapatkan balasan seperti itu. Zoa hanya terdiam menatap tajam Yuken.
"Aku tidak tau".Yuken singkat padat.
"Kau yang membuat mereka menderita kenapa kau tidak tau keberadaan rekan mu sendiri".
"Aku memang tidak tau. Aku juga tidak membuat mereka menderita karena bukan aku yang melakukannya".Yuken yang terlihat mengatakan kejujuran nya.
Beranjak dari tempat duduknya,"Sudah selesai dengan urusan mu lebih baik kau pergi. Jangan pernah datang lagi ke sini mengusik ketenangan kami. Aku tidak mau rekan ku dan aku ikut terlibat dalam urusan berbelit-belit Daji".Melangkahkan kakinya mulai melewati Zoa dan Ichi.
Akan tetapi Zoa tiba-tiba menghentikan langkah kaki Yuken dengan menggenggam bahu kanannya,"Setidaknya kau pasti tau tempat pertemuan mereka".
"Bekas bengkel tua tengah Kota".Yuken di susul melanjutkan perjalanan nya berlalu pergi dari sana,"Jangan beritahu siapapun soal ini".Lanjutnya yang sudah pergi jauh dari atap gedung sekolah ini.
"Jadi kita akan pergi ke sana?".Tanya Ichi yang di abaikan oleh kakak nya yang berlalu pergi dari sana meninggalkan dirinya.
++++
"YOHAN".Teriak keras Ian membuat dirinya menjadi pusat perhatian di tengah keramaian ini.
Aku yang sudah terfokus pada sumber suara yang memanggil nama ku,"Hah??".
Berjalan cepat mendekat ke arah ku,"Mau kemana be***go?Kerjaan yang tadi belum selesai".
Pasrah Ian mencengkeram kerah pakaian sampai tubuhnya sedikit terangkat,"Ada kau".
"Tidak bisa begitu juga konsepnya bang***sat!!".Mencengkeram kerah pakaian ku sampai membuat tubuh terhuyat-huyat,"Aku juga manusia yang butuh istirahat dan ber....".
"Aku naikkan gajih mu".
"Tidak bisa gitu!!".
"Sabtu dan Minggu kau bisa ambil libur sesuka mu".
Melepaskan cengkraman nya,"Gitu dong bagus, bagus".Berpaling berjalan ke arah lain,"Bye",Ian meninggalkan kan setelah mendapatkan kesepakatan yang cukup menguntungkan untuk nya. Bukan tambah gajih tapi cuti kerja dua hari.
++++
Aku memperbaiki sedikit kekacauan di kerah pakaian ku. Sebelum aku kembali melanjutkan langkah kaki ku. Melewati jalanan setapak yang ramai dengan para orang-orang yang berlalu lalang.
Sampai langkah kaki ku terhenti di depan toko buku atau perpustakaan umum kota. Aku pergi ke sana, melangkah kan kaki ku berlahan ke meja penjaga perpustakaan. Sebelum akhirnya aku berlalu pergi menyusuri rak-rak buku yang tersusun dengan rapi ini.
Menghentikan langkah kaki ku tidak terlalu jauh dari pria yang sibuk mencari buku untuk di baca,"Sudah dapat informasi nya?".Tanya ku.
"Sudah....anaknya bernama Baji dan ayah nya....".
+++++
Selesai dengan urusan tadi. Kini aku sudah dalam perjalanan kembali ke pakaian mobil ku. Setibanya di sana aku langsung tancap gas mengendari mobil pergi meninggalkan pekarangan parkiran mobil.
"Yohan mau kemana?".Gumam Ian yang kebetulan baru sampai di parkiran mobil.
Ian bergegas masuk ke dalam mobil nya untuk segera tancap gas mengikuti mobil Yohan.
Aku yang menyadari nya, menekan nada panggilan telfon pada mobil ku untuk Ian. Tanpa menghentikan laju mobil ku.
Tersambung.
*Jangan mengikuti, lebih baik kau pulang. Aku akan mengatakan di rumah".
*Cik!!Baiklah".
Tututttut.....Panggilan telfon berakhir. Mobil Ian berlahan-lahan melambat berhenti mengikuti mobil ku pergi.
++++
Di salah satu ruangan club VIP. Di sinilah aku saat ini. Tengah duduk santai seorang diri sembaring menikmati beberapa jenis minuman.
Seseorang membuka pintu ruangan ku, menampilkan sosok perempuan mengenakan dress mini abu-abu,"Permisi Tuan".Ucap salah seorang perempuan yang baru saja memasuki ruangan ku,"Selamat malam Tuan".
Tanpa berpaling melihat lawan bicara,"Duduklah".
"Tidak perlu".Balas ku dingin. Aku melepaskan jas warna navy yang ku kenakan.
Menaruh jas itu di atas paha perempuan ini. Perempuan cukup di buat terkejut dengan perlakuan yang ku berikan. Karena menurut nya mereka yang datang ke sini dan memesan perempuan seperti nya adalah hidup belang.
"Eh!Tuan nanti...". Memotong ucapan perempuan ini,"Pakai saja Zika".
"Anda tau nama asli ku".Zika semakin terkejut dengan ku.
"Di mana kakak mu berada sekarang?".
Lantas wajah terkejut ini langsung berubah datar,"Tidak tau. Maaf kalau anda bertanya-tanya soal nya saya tidak bisa memberitahu. Saya bukan keluarga nya lagi".
Beranjak dari tempat duduknya,"Jika tidak ada yang di butuhkan, saya permisi".
"Keluarlah dan kembalikan uang ku".
Berpaling ke arah sumber suara,"Kembalikan 570.000yen uang sewa ku".
(570.000yen\=>66.139.759,31jt)
"CK".Zika memilih untuk kembali duduk di tempat nya semula.
"Aku tau kau mengetahui di mana kakak mu. Jadi katakan di mana dia?".
"Teman-teman nya bilang dia sering datang ke bengkel tua tengah kota".
"Jadi benar informasi nya".Aku mengambil jas ku kembali, berlalu pergi dari ruangan ini setelah memberikan Zika uang tip.
"CK, pria aneh".
+++++
Aku kembali mengemudikan mobil ku dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan kota ini. Akan tetap tiba-tiba Stt...Brugk....,"Ah..sial?".Umpat ku tanpa sengaja menabrak seseorang pejalan kaki.
Aku bergegas beranjak keluar dari dalam mobil untuk melihat keadaan perempuan yang tanpa sengaja tertabrak mobil ku.
Membantu perempuan ini,"Maaf nona saya benar-benar buru-buru, anda baik-baik saja".
Perempuan ini berusaha bangkit dari tempat nya jatuh,"It's okay.... I'm sorry, saya tadi me...".Melihat wajah pemilik tangan yang telah membantu nya,"Yohan".
Brukk.....,"Sialan kau, sakit anjing".Bentak Nana memukul dan mendorong kasar tubuh ku.
"Ehy??Kenapa kamu ada di sini?".
"Kuliah lah",balas ketus Nana,"Sudah tiga tahun aku di sini".
"Sudah mau lulus?".
"Iya belum lah be**go, kurang satu tahun lagi".
"Nazil dan Fazil ko memberikan izin kamu ke sini sendirian".Ucapan brutal ku. Di kala aku tau betul bagaimana posesif nya kedua kakak Nana menyangkut keselamatan Nana.
Menatap datar,"Kedua Abang ku?Aku di sini sama bang Fazil. Kebetulan Bang Fazil dan Bang Arya ada tugas kerja bareng di sini empat tahun. Aku nebeng apartemen sama mereka berdua".
"Kau perempuan sendiri".
Menjinjing alisnya,"Iya emang kenapa?bang Fazil Abang ku, Bang Arya Abang nya Rara sahabat ku. Apa masalahnya?...malah enak tau ada yang jaga in...kalau lapar gak perlu repot-repot keluar lagi. Aahhh.....,"Menghela nafas menikmati,".....Ganteng-ganteng pinter masak mereka berdua itu".
"Hemm".
"Hhahahh..... kenapa?". Sembaring tertawa-tawa sumringah melihat ekspresi wajah ku.
"Tidak perlu di jelaskan. Cepat naik aku antar pulang".
"Eh tidak bisa...Aku sudah janji bakal makan malam di luar sama bang Fazil dan Bang Arya. Soalnya mereka berdua tidak sempat masak di rumah".
Tanpa basa basi lagi. Aku langsung mengangkat tubuh Nana. Memasukkan nya ke dalam mobil ku,"Duduk saja, lebih baik kau batalkan saja, suruh mereka berdua langsung pulang".
"Iyahh....Aku lapar".
"Nanti mampir cari makan dengan ku".
"Oky lah....yang penting perutku kenyang".Nana yang merogoh kantong tas nya untuk mencari benda pipi di sana. Untuk menghubungi seseorang di seberang sana.
+++++
"Kamu kenapa ada di sini?".
"Urusan pekerjaan".Balas ku dingin sembaring fokus mengemudikan mobil.
"Hem,"Dehem Nana,"Soal bayi kita. Ayah mengubur nya di taman belakang rumah. Kata mama biar dia selalu dekat dengan ibunya. Soalnya bayi kita masih belum....".Menyedah ucapan nya.
Menyadari diamnya Nana,"Lain kali ajak aku untuk melihat nya".
Nana mengangguk ringan,"Yohan".Serunya.
"Hmm?".
"Kau minum?Bukan menuduh tapi kau bau minuman".Nana yang tidak langsung menatap lawan bicara yang masih fokus mengemudikan mobil.
Aku tersenyum tipis,"Tidak. Mungkin ini bau minuman teman ku, soal aku baru saja bertemu dengan teman ku di club".
"Hem...perempuan iya".Tebak Nana.
"Iya".Balas ku,"Aku bicara jujur agar kau tidak salah faham pada ku".Lanjutnya.
"Iya".