The Revengers

The Revengers
Eps.71



Tiga hari berlalu dengan sangat baik. Akhirnya hari H setelah penantian panjang Nana pun terjadi. Acara pernikahan ini berlangsung sangat baik sampai selesai. Sahabat Rara dan keluarga juga ikut datang sekeluarga. Begitu juga semua rekan kerja Yohan yang ada di Indonesia.



Gaun malam pernikahan yang Nana kenakan terlihat sangat cerah, berpadu baik dengan warna kulitnya yang putih salju.


Namun tidak dengan perilaku nya,"Woy!!Rara".Memeluk erat tubu sahabat yang baru bisa datang. Karena harus ikut suami dinas keluar kota yang rumit akhirnya pulangnya.


Dalam pelukan nya,"Selamat besti ku!!".


"Kau kenapa cantik banget hari ini",menitihkan air mata haru.


"Kalau di hari pernikahan gue dandan kayak gembel kan tidak lucu",menatap heran juga kesal.


Membuat Rara tergelak tawa terbahak-bahak.


"Btw di mana suami mu, eh btw ada mantan mu".


Melihat sekeliling nya,"Serius?Di mana?".


"Tuhhh.... katanya dia masih menjomblo gara-gara kau be**go".


"Buset makin capek, balikan ahh",ucap Rara dengan enteng tanpa beban.


"Wew o'on, terus suami kau gimana?",menarik gaun Rara.


Menghela nafas kasar menatap Nana,"Kau tidak tau tentang kemarin karena kau tidak datang".


"Iya saking lancarnya saat akat hampir di mulai seorang perempuan hamil besar datang berbondong-bondong ngamuk-ngamuk bahkan sampai hampir melahirkan".


Nana yang tidak bisa datang di hari itu karena ada dinas kesehatan yang tidak bis ia tinggalkan,"What?Maksud mu?",mengerutkan keningnya bingung.


"Iya berkat doa mu yang menembus langit. Di hari itu ada keajaiban datang menyelamatkan ku dari penyesalan seumur hidup. Jika breng**sek itu sudah punya istri dan aku mau di jadikan istri keduanya. Kan what **** anjing",cerita Rara menjadi kesal lagi teringat kejadian di gedung pernikahan di kota F yang gagal dan kacau balau.


Ibunya bahkan hampir serangan jantung waktu itu, karena syok berat. Namun syukurlah beliau baik-baik saja. Ayahnya lekas membawa ibu Rara menjauh. Dan kakak Rara, Arya menghajar pria breng***sek itu mungkin sampai mati jika saja para tamu tidak melerainya dan membiarkan pria itu pergi menyusul istri nya yang akan melahirkan. Istri nya sudah di bawah keluar lebih dulu.


"Sedang mengobrol apa?",tanya seseorang pria yang sudah berdiri di belakang sampai Rara.


Membuat Rara seketika mengambil langkah mundur memberikan jarak menjauh.


"Oi, Hey Ra",sapa Ian membuat Rara berubah menjadi patung.


Memanfaatkan momen Rara yang salting brutal tidak bisa bergerak ataupun membantah mendapatkan tatapan dari mantan nya,"Wah sakit dia Ian, padahal tadi dia semangat banget ingin nyamperin kau. Katanya kau jauh lebih tampan dari yang dulu. Eh sekarang malah gini, bahaya ini Ian".


Di tambah lagi Ian malah menyungging senyum manisnya di depan Rara karena mendengar cerita Nana. Membuat Rara hampir saja tersungkur pisang jika saja Yohan tidak sigap menangkap tubuhnya.


Membulatkan manik mata, marah. Ia langsung mendapatkan kekuatan kuat. Menarik pergelangan tangan Rara kuat sampai tubuh Rara terlempar ke dalam pelukan Ian.


Selepas itu Nana langsung mengandeng Yohan untuk kembali ke tempat singgah sana nya. Dah tidak ada lagi jalan-jalan sahabat itu jauh lebih menakutkan kalau salting. Intinya Nana tidak perduli lagi dengan Rara yang entah meleyot atau apa di sana. Lagian seenaknya saja peluk-peluk suami orang.


Sementara Yohan hanya terdiam mengikuti saja, karena ia sudah tau apa yang membuat istri seperti sekarang. Suatu momen yang membuat Yohan tidak henti-hentinya tersenyum, ini terlalu lucu. Karena bagaimana bisa dia cemburu dengan sahabat yang sudah ia anggap saudara nya sendiri.


Tidak hanya Yohan yang menikmati momen menghibur ini. Namun para tamu lain juga ikut menikmati bahagia melihat kedua pasangan di depannya.