The Revengers

The Revengers
Eps.58



Aku berhasil menyelinap masuk diam-diam tanpa di ketahui siapapun ke dalam kediaman rumah Zaken. Di dalam kamar pribadi Zaken. Aku yang berhasil menyelinap masuk ke dalam, langsung menyergap dia, saat mendapatkan peluang waktu tepat.


Kini aku telah berhasil menjadikan dirinya sebagai tawanan ku. Yang akan bergerak sesuai dengan keinginan ku. Walaupun begitu sebelum ini kami tetap terlibat perkelahian yang berhasil ku menangkan. Mengembalikan Zaken menjadi tawanan ku kembali.


Dia tengah berlutut di depan ku. Meresapi sakit luar biasa di sekujur tubuhnya. Tidak jauh berbeda dengan ku. Yang mendapatkan luka kecil di sudut bibir ku yang sobek.


Tangan ku yang tengah menggenggam senjata masih terangkat lurus ke arah nya berlutut.


"Sial!Aku kalah dengan bocah".Ucap Zaken beranjak dari tempat dengan tenang tanpa tekanan.


"Tapi jangan lupakan".Atensi nata Zaken yang melihat ke sudut lain ruangan.


Aku berpaling ke arah sana. Manik mata ku membulat sempurna,"Ha!Sial...".Domm....


Stapp....memukul setir mobil tidak sabar,"CK sial!Lama sekali Yohan".Ian yang mulai ber gelagat tidak tenang,"Astaga!Dia pasti tertangkap!Ck sudah ku duga ini ide bodoh!".Ian bergegas merai ponsel menghubungi seseorang di seberang sana.


"Bagaimana rasanya?Sakit!".Zaken berdiri tepat di depan Yohan yang sudah setengah sadar akibat dari beberapa tembak timah panas yang tiba-tiba melesat ke arahnya beberapa kali. Melukai tubuhnya.


Zaken berjongkok di atas tubuh lemah Yohan. Menarik surai rambut Yohan kasar memaksa perhatian mendongak menatap nya,"Kau pikir aku sama seperti tikus-tikus itu".Ucapnya.


"Tidak bodoh!".


"Aku melakukannya untuk bersenang-senang bukan uang. Aku tidak pernah perduli dengan uang".


"Yang kulakukan untuk membuat ku senang. Senang melihat hewan-hewan itu menderita merengek dan bomm.....aku melenyapkan nya. Momen yang paling membuat ku bahagia".


"Mau denger bagaimana anak buah ku melenyapkan kedua orang tua mu".Zaken tanpa melepaskan cengkraman tangan nya yang semakin kuat menarik surai rambut Yohan.


"Mau tidak??".Brakk....Zaken memberikan tinjuan di pipi Yohan memaksakan menengok paksa.


Sayangnya tenaga Zaken lebih besar sekarang dari dirinya yang sudah sangat lemah karena kehilangan banyak darah.


Alhasil Zaken berhasil mempermainkan serangan Yohan. Menghindar dengan baik, tangannya menarik tangan kanan Yohan cepat klakk.....,"Aaaahh!!!....".Teriak Yohan kencang merasakan sakit luar biasa di tangan kanannya yang di patahkan Zaken.


Melemparkan kasar tangan kanan Yohan yang lemah,"Jangan cari masalah dengan ku bodoh".


"Bagaimana kalau lebih baiknya kau susul keluarga mu ke alam bakar".Zaken yang entah sejak kapan sudah menggenggam balok kayu di tangan kanan nya.


Stapp...Brakk.....Mengayunkan balok kayu itu mendarat tepat di pelipis kepala ku. Brakk.....Kembali mendapatkan dan kali ini lebih keras. Padangan ku seketika kabur buram. Brakk.....Yohan sudah tidak dapat merasakan lagi. Entah dengan apa Zaken memukulnya yang jelas saat ini yang ia rasakan hanya cairan kental hangat yang mengalir deras dari sela-sela surai rambut dan pelipis kepala nya. Tubuhnya tergeletak tidak dapat bergerak. Tangannya patah, tubuh nya yang tertembak juga sudah banyak mengeluarkan banyak darah.


Samar-samar pendengaran Yohan mendengar,"Permisi Tuan, kita harus segera pergi ada segerombolan Yakuza dalam perjalanan ke sini".


"Ck!Sudah tua masih saja ikut campur".Geram Zaken mencengkeram kuat belok kayu yang ia genggam,"Siapkan helikopter, cepat".Suruh Zaken tegas lantang pada anak buahnya. Yang berbicara di balik pintu kamar yang masih tertutup rapat dari dalam.


Tersenyum miring melihat Yohan yang bersimbah darah,"Keberuntungan berpihak baik pada mu".


"Semoga lolos dari alam bakar, akan ku tunggu kedatangan mu".Zaken sebelum berlalu meninggalkan kamar ini. Meninggalkan Yohan sendirian bersimbah darah. Yang sama sekali tidak di ketahui. Entah dia masih hidup atau sudah mati, setelah mengeluarkan banyak sekali darah.


+++++


"Cepat cari Yohan!!".Suruh Ian sedikit berteriak. Ia juga segera menyusuri kediaman rumah yang sudah sepi penjaga. Untuk mencari keberadaan Yohan.


Membuka salah satu pintu kamar,"Tuan!!".Panggil salah satu anak buah yang Ian bawah,"Tuan Yohan ada di sini".


Mendengar itu, Ian bergegas berlari secepat mungkin pergi ke ruangan sumber suara. Stapp....,"Yohan".Serunya terdiam membeku syok sebelum ia bergerak cepat mendekati tubuh Yohan. Membantu sahabatnya untuk bangun, duduk. Ian mengendong tubuh lemah Yohan berlari cepat keluar ruangan.


Karena luar biasa khawatir dengan keadaan sepupunya. Ian tiba-tiba mendapat kekuatan luar biasa kuat untuk bisa mengangkat tubuh sepupunya yang postur tubuh dan berat badan nya terbilang tidak ringan.