The Revengers

The Revengers
Eps.35



Selesai dengan pertemuan tadi malam. Dan mendapatkan informasi baru dari Lin. Aku mulai bergerak menyusun rencana dengan hati-hati di kala belum ada kabar dari kedua mafia yang ku tawarkan negoisasi untuk ikut bekerja sama dengan ku.


Negosiasi kesepakatan yang saling menguntungkan. Sayangnya jika mereka menolak maka mereka adalah dua ketua tidak berotak yang belum pernah ku kenal.


Walaupun negosiasi ini tidak akan selamanya berjalan dengan baik. Karena akan ada masa salah satu dari kami akan saling membunuh untuk mengakhiri pemainan.


++++


+++++++


Suasana ramai parkiran sekolah SMA Negeri 12 Garuda dengan banyaknya anak-anak yang bersiap-siap untuk pulang. Tidak terkecuali dengan yang saat ini tengah di lakukan oleh Rara. Si sibuk yang kerepotan mengeluarkan motor nya yang kecepit dua motor besar cowok. Sampai kiri kanan, belakang.


Melihat Nana yang baru terlihat berjalan santai di lorong lantai bawah sekolah,"Woyy!!!Nana!!!".Teriak lantang Rara membuat seisi sekolah bergema.


Aku menghela nafas kasar melihat tingkah Rara yang selalu membuat nya malu. Ia pun berjalan mendekat ke parkiran sepeda.


"Na scoopy Tante red gue kejepit."Memayungi bibirnya murah kesal.


Menatap dengan ekspresi wajah datar,"Terus kenapa lu panggil gue o'on?".


"Bantu lah anjing masak gue ajak lu berdoa."


Menunjukkan lengan tangan lencir tanpa otot,"Lu gak lihat nih."


"Lu pernah banting Va...".Aku yang langsung bergerak cepat mendekap mulut Rara yang leset-leset.


Masih membungkam mulut Rara,"Tutup mulut lu anjing. Lu tega derajat Vano sebagian buaya gagah hitam selokan depan rumah gue tercap pengecut karena kalah tanding silat sama gue."Bisik Nana.


"Ehemm."Wujud Vano yang tiba-tiba sudah berdiri di antara mereka berdua.


"Ingat perjanjian tadi Nana."Tatapan mengintimidasi.


Aku terdiam mengingat-ingat tawaran Vano tadi pagi saat duwel silat di matras dan Vano kala di sesi pertama pertandingan oleh ku. Dan syukurnya tidak ada murid yang melihat selain aku, Rara, Brian, dan Dani.


"Gue akan traktir lu makan kapanpun lu minta. Asal satu syaratnya. Jangan pernah bilang-bilang soal gue kalah dengan lu."


"Terus bagaimana dengan mereka?".


"Mereka semua juga gue sogok masalah gampang."


Ingatkan ku yang ku balas manggut-manggut kepala tadi pagi. Merasa bangga dan bahagia tentunya dapat makan gratis.


"Oky!!Masih ingat. Semua aman sama gue. Akan tetapi, gue tidak janji soal mulut Rara."


"Rara."Vano yang menatap membunuh ke Rara.


Memasang wajah seimut mungkin sebagian perempuan meminta ampun,"Tidak usah sok manis depan gue. Muka lu terlalu Gemoy buat gue mleyot."


"CK gue bilang Tante Jian nih."


Menarik kasar kerah pakaian Rara,"Eh, eh jangan be**go."


"Lu kasar banget sama gue."


"Iya maaf mbak Rara yang cantik."


Berubah datar dengan cepat,"CK."


Tiba-tiba terdengar suara menggema cempreng Nana,"Woyy!!!Ini tiga motor punya siapa?Tidak pulang apa?Tidak di ambil-ambil. Kasihan nih scoopy sudah kecil makin kecil."


"YaAllah, temen lu kayaknya dulu mau keluar berbatang tidak jadi."Ujar Vano yang masih berdiri di samping Nana.


Brak...Menyiku perut Vano,"Mata mu, tuh yang satunya motor lu be**go".


"Eh iya, lupa anjing. Makasih sudah mengingatkan."Vano berlalu mengambil motor nya.


"CK gitu diam aja dari tadi."Mengangkat tangan gemas ingin mengeplak,"Bukan tenam gue udah gue hii...".


Menyalahkan motor nya bergegas tancap gas pergi dari sana,"Maaf mbak-mbak maaf."Ucap maaf dari buaya Vano.


Selepas kepergian Vano. Brian tiba-tiba datang dengan santai dan tenang menaiki motor besar yang satunya. Membuat Nana menghela nafas panjang nan kasar. Yang di susul dengan Dani yang begitu saja berlalu sama seperti Brian.


"Bener-benar. Astagfirullah."Ujar Rara berusaha bersabar menjinakkan iblis bergejolak dalam dirinya. Kembali mendekati Nana,"Mereka tuh mentang-mentang laki-laki motor nya keren, besar seenaknya saja naro."


Nana beranjak duduk di bonceng motor nya, bersiap mengenakan helm miliknya,"Jadi nebeng apa mbak bro?".


"Jadi, kalau tidak traktir es krim nya juga tidak jadi."


"Eh jangan, cepat naik."


++++


Di sinilah aku dan Rara sekarang. Duduk santai di cafe santai kekinian. Dengan menikmati semangkuk es krim pesanan kami. Di sanding dengan obrolan santai.


"Gue sangat berterima kepada seseorang yang telah menutup apa yang sebenarnya terjadi. Karena berkatnya sahabat gue jadi baik-baik, dan tetap sama kayak Nana yang galak."Ucap Rara tersenyum sumringah bahagia melihat sahabat bahagia.


"Jika pun mereka tahu gue tetep akan baik-baik saja Ra."Balas Ku,"Selama ada lu buat gila tiap hari adalah sesuatu yang cukup untuk obat penyemangat ku."


"Hahahhehkkk.....malu anjing gue di puji gila."


"Uhujajajkkkah.....lu aneh banget sumpah. Yaampun dahh sahabat gue."


Iya, semenjak kejadian di hari itu. Aku yang sudah kembali pulih mulai kembali sekolah seperti sediakala. Walaupun sebenarnya ayah ku dan kedua kakak ku melarang ku untuk sekolah kembali. Mereka berkeinginan untuk memindahkan ku ke sekolah lain demi kebaikan ku. Akan tetapi aku tetap bersikukuh untuk tetap bersekolah di tempat yang sama. Karena aku yakin tidak akan terjadi apapun pada ku, entahlah kenapa?Tapi aku begitu sangat yakin tidak ada yang tejadi.


Benar saja keyakinan ku. Bahwa sesampainya di sekolah tidak ada satupun dari seluruh sekolah yang tau jika aku baru saja mengalami keguguran. Justru seluruh sekolah mengatakan hal lain, yaitu tentang keadaan ku setelah operasi perut yang sobek karena kecelakaan.


Jadi mereka semua beranggapan pendarahan karena kecelakaan kemarin adalah luka sobek di perutku. Entah siapa yang mengatakan kabar itu lebih dulu sampai seluruh sekolah begitu yakin dengan itu. Yang jelas berkat seseorang itu mental ku aman dari gunjingan negatif.


Akan tetapi ada satu hal yang membuat ku heran. Yaitu perubahan sikap Dani. Saat awal masuk sekolah setelah sakit. Aku menyadari perubahan sikap Dani. Sahabat ku itu menjadi lebih banyak bersikap serius dari pada pelawak seperti dulu. Hii seriusnya menyeramkan. Tapi ya sudahlah bukan urusan ku.


Sekian, Thank sudah membaca cerita ku.


Salam sehat dari Nana comel


++++++


+++++++++++


Tersenyum miring,"CK kau tidak pantas menyandang gelar sebagai seorang pemuda. Kau seperti psikopat gila."Memperhatikan ku yang sibuk menghajar brutal pria yang sudah sekarat ini.