
Jam makan siang. Aku pergi ke salah satu kedai makanan sederhana di tengah Kota. Duduk di meja makan yang masih kosong seorang diri. Sampai dua orang pria Outfit santai mendekati meja ku.
Mereka berdua duduk di kursi kosong depan ku setelah aku memberikan gerakan mempersilahkan tanpa mengalihkan fokus ku yang sibuk memakan makan siang ku.
Menyodorkan sebuah ponsel ke arah ku,"Semua informasi berhasil kami rekam dalam ponsel ini".Messi.
"Akan tetapi pria yang kau cari hanya sekedar singgah di sini. Dia sudah pergi ke negara lain".Timpal Neymar menambahi.
"Tugas kalian sudah selesai".Aku m nyodokkan dua lembar kertas cek sesuai janji.
"Kami permisi".Kedua yang langsung beranjak pergi meninggalkan meja makan ku.
Meninggalkan ku kembali duduk seorang diri melanjutkan makan siang ku.
+++
Selesai makan siang. Aku langsung kembali ke kantor ku. Melanjutkan pekerjaan yang sempat ku tunda karena harus makan siang. Dan karena harus menemui mereka berdua.
Kaki jengkal panjang ku memasuki lantai di mana ruang kerja pribadi ku berada. Berjalan santai melewati ruang kerja Giselle, sekertaris ku.
Aku melihat sekilas Giselle yang tengah menatap beberapa lembar kertas dengan ekspresi wajah sangat muram tidak semangat bekerja. Tidak terlalu memperdulikan itu aku berlalu masuk ke dalam ruang kerja pribadi ku.
Menyalahkan laptop pribadi ku, menancapkan kabel data untuk melihat rekaman video yang telah kedua orang suruhan ku dapatkan.
"Penerbangan ke Swiss sudah siap Tuan".
"Iya, dua jam lagi kita terbang".
"Tuan yakin akan pergi ke sana?".
"Hanya Swiss tempat teraman ku sampai luka-luka ku sembuh".Kata seseorang dalam rekaman video,"Pergi bawa semua barang-barang yang ku butuhkan, kita terbang sekarang. Sebelum bocah sialan itu sampai di Kota ini".
Video berakhir Zaken dan anak buah nya bersiap-siap bergegas meninggalkan Kota ini.
"Swiss teraman. Justru di sana adalah tempat ku tumbuh dewasa".Gumam aku menarik sudut bibir ku tersenyum miring.
+++++++++
"Putra ku marah pada ku".Giselle wajah tertekuk lesung,"Ternyata menjadi seorang ibu tidak semudah yang ku bayangkan".
"Permisi".Membawa flashdisk dan beberapa lembar dokumen kerja yang telah selesai aku baca dan setujui. Giselle berlalu meninggalkan ruang kerja ku.
+++++
Memberikan cek,"Ambil ini ajak putra mu jalan, besok kau boleh mengambil cuti satu hari".
"Beneran tuan?".Menatap aku tidak percaya.
"Iya, kau bisa pulang sekarang sudah malam".Aku berlalu meninggalkan meja kerjanya. Untuk segera kembali pulang ke rumah.
+++++++
+++++++++++++
Satu Minggu telah berlalu. Aku telah selesai dengan urusan pekerjaan di LA. Tepat di hari ini juga aku langsung terbang ke Swiss untuk mencari keberadaan nya. Tangan ku sudah cukup gatal selama satu Minggu tidak menghabiskan seseorang seperti nya.
Pesawat pribadi ku mendarat dengan baik di Swiss. Aku bergegas beranjak turun dari dalam pesawat. Berganti masuk ke dalam mobil BMW yang telah anak buah ku siapkan.
Aku langsung tancap gas meninggalkan landasan pesawat untuk kembali pergi ke penginapan yang untuk beberapa hari ini akan aku tempati.
Sampai di kediaman rumah ku, atau kurang lebih sebuah villa megah. Yang pernah ku tempati selama aku menempuh pendidikan di sini.
Aku melangkahkan masuk ke dalam Villa yang sudah di sambut oleh deretan para pekerja di villa megah dan mewah ini. Baik itu berupa manusia ataupun robot manusia.
Setibanya di lantai atas tempat kamar ku berada aku segera beranjak masuk ke dalam kamar. Melemparkan tas ransel yang sembaring tadi ku bawa asal. Di susul dengan menghempaskan tubuh lelah ku ke atas tempat tidur.
"Sedikit lagi semua penderita mu akan segera terbalaskan om".Batin ku menatap lurus tajam ke arah atap kamar tidurku yang polos.