The Revengers

The Revengers
Eps.66



Satu bulan setelah hari itu berlalu. Akhirnya Yohan berhasil mengumpulkan beberapa informasi tentang perempuan licik itu. Ia juga berhasil mendekati dan berusaha untuk akrab seperti biasa.


Di malam ini Yohan menyelinap masuk berdua bersama Zack. Zack yang ikut bersama nya, karena ia sangat membutuhkan informasi penting tentang organisasi Mafia Zaken. Yang tergerak sangat licik dan memiliki jangkauan yang sangat luas. Kelicikan organisasi inilah yang membuat para penegak hukum sulit untuk menangkap dan menjebloskan nya ke dalam penjara.


Kedua berhasil masuk ke dalam markas besar Zaken. Kedua nya terbilang sangat nekat, dengan resiko besar yang akan keduanya dapatkan jika sedikit saja membuat kekacauan.


Toh di luar tadi saja keduanya langsung di sambut oleh beberapa robot penjaga sensor laser perlindungan yang akan langsung aktif tepat membunuh penyusup yang masuk. Namun keduanya berhasil lolos dengan mudah. Itu semua berkat kejeniusan Yohan yang bergerak mengunakan otak bukan otot saja.


"Kita hanya punya waktu 2 jam sebelum gedung ini runtuh. Untuk menyelamatkan mereka yang di sekap di penjara bawah tanah".


"Aku sudah memasang beberapa bom. Kau akan berjalan sendiri ke sana aku akan melindungi dari jauh sembaring menyebar lebih banyak lagi bom".


Yang di balas anggukan kepala oleh Zack yang sudah benar-benar siap bergerak seorang diri masuk lebih dalam ke dalam markas musuh.


Zack mulai bergerak lebih dulu dari Yohan. Ia berjalan seorang diri mengendap-endap dengan hanya mengandalkan peta jam tangan yang ia kenakan. Petunjuk yang akan membawa dirinya bertemu dengan para tawanan yang di sekap di bawah tanah.


Tapp....Tapp.....Ia sudah mulai memasuki ruangan seperti bawah tanah. Melewati tangga sumit yang sekali kepeleset hilang sudah harapan untuk hidup lebih lama.


Mendekati kaki tangan terakhir. Zack lebih memperlambat langkah kakinya. Melihat situasi sekilas di bawah sana melalui kamera robot lebah yang baru saja ia terbangkan. Sudah dapat keadaan di bawah sana yang terlalu sunyi sepi. Suatu hal yang sangat berbahaya bukan keadaan yang bagus untuk Zack.


Zack melempar bom asap ke bawah sana berharap dengan begitu sesuatu yang mencurigakan di bawah sana akan segera keluar.


"Welcome, Yohan",sapa seseorang yang baru muncul menyambut kehadiran Yohan.



"Hebat", tersenyum manis."Kau bisa sembuh lebih cepat dari perkiraan ku",ucap seseorang pria ini kembali. Ia adalah pemilik markas ini Tuan Zaken. Tokoh utama pembunuhan keluarga Yohan.


"Jadi sekarang mau main dengan tangan kosong, main katana, atau beradu senjata api",tawar Zaken bernada bicara seperti tengah menawarkan permainan lucu-lucu kepada anak-anak.


Tatapan tajam tertuju hanya pada Zaken,"Katana".Ucap ku."Agar aku bisa memotong-motong rapi tubuh mu",batin Ku dalam hati. Berusaha bermain tenang agar tidak terlalu hal yang sama untuk kedua kalinya.


Zaken memberikan instruksi kepada anak buah nya untuk mengambil kan pedang katana untuk nya dan Yohan.


"Peraturannya tidak ada sedikitpun senjata lain yang ikut campur",Zaken membuktikan dengan mengeluarkan senjata api miliknya dan melemparkannya asal ke arah anak buahnya.


Di susul ia menggenggam satu pedang di tangan nya dan melaparkan satunya lagi kepada Yohan. Zaken mengambil langkah lebih maju ke depan, begitu juga dengan Yohan yang sudah menggenggam pedang memberikan Zaken. Sebelum setelah Yohan selesai melepaskan tempat senjata nya dengan hati-hati agar tidak ada barang yang jatuh merusak suasana.