The Revengers

The Revengers
Eps.60



Sudah dua hari Yohan di rawat di rumah sakit. Dan selama itu juga Ian bolak balik seorang diri membawakan pakaian ganti atau pun perlengkapan lain yang Yohan butuhkan.


Sama seperti hari-hari biasa. Saat ini Ian yang tengah menenteng tas ransel nya. Berjalan masuk ke dalam liv untuk pergi ke kamar rawat inap Yohan.


Setakk.... Menggeser pintu kamar rawat inap. Sebelum melangkah masuk dan kembali menutup pintu kamar rawat inap.


Menyadari ada yang kurang, akan tetapi bodoamat. Ian berjalan lebih masuk ke dalam ruangan,"Ranjang rapi".Menaruh tas ransel yang ia bawah di atas ranjang pesakitan Yohan.


"Loh!Rapi!".Ujarnya sedikit berteriak. Berjalan hendak duduk si sova yang tersedia di ruangan ini. Baru juga duduk Ian baru menyadari sesuatu, secepat kilat ia beranjak dari tempat nya duduk.


Membuka paksa pintu kamar mandi, yang di dalamnya kosong. Sebelum ia berlalu pergi keluar kamar. Pergi kembali ke lobi lantai satu rumah sakit.


"Permisi".Ian yang sudah berdiri di depan meja resepsionis rumah sakit.


"Iya, Ada yang perlu saya bantu Tuan?".Tanya resepsionis wanita ini.


"Pasien atas nama Yohan Narendra sudah keluar dari rumah sakit?".


"Sebentar saya cek terlebih dahulu".Sesaat kemudian,"Iya Tuan. Tuan Yohan Narendra sudah tidak di rawat di sini".


"Iya".Ian berjalan menjauh dari meja resepsionis.


Sesaat kemudian benda pipi dalam saku celana panjang bergetar. Ian rogoh saku celana nya untuk melihat notifikasi yang masuk.


Notifikasi Chat Yohan


*Ada pekerjaan mendadak ke LA. Kau tetap saja di Jepang urus saja proyek yang sedang berjalan. Jika pun sudah selesai kembali saja ke Korsel tidak perlu menyusul ku".


Ian yang baru saja selesai membaca notifikasi pesan singkat dari Yohan,"Merepotkan, padahal dia sudah janji akan memberikan aku cuti".Gumam Ian berlalu pergi meninggalkan rumah sakit setelah selesai berkemas barang di ruang rawat inap Yohan.


+++++


Menjelang siang hari yang terik. Ian duduk seorang diri di salah satu rumah makan pinggir jalan, setelah selesai melakukan beberapa meeting pekerjaan.


Menghadap dua potong roti sandwich dan satu gelas kopi. Makan siang nya. Sampai ke kedamaian nya hilang dengan kedatangan seseorang yang tiba-tiba mendekati meja makannya.


"Permisi".


"Nana",seru Ian melihat seseorang itu.


"Iya".


Nana berlalu duduk di kursi kosong depan Ian. Membawa nampan pesanannya.


"Sendirian. Di mana Yohan?",tanya Nana pada Ian.


Sembaring melanjutkan kegiatan makan-makan nya,"Pergi ke LA".


"Hemm".


"Kau sendirian, di mana teman mu?".


Nana yang terfokus pada menu makan siang nya,"Jurusan kedokteran sulit cari teman. Dan aku bodoamat. Aku fokus saja sama kuliah yang bentar lagi selesai, pulang, dan mendapatkan traktiran Bakso dari Rara".


Tertawa renyah karena apa,"Gimana kabar Rara?".


"Tanya saja sendiri".


"Tidak-tidak aku tidak mau di tendang smackdown dia lagi".


"Hilih gitu-gitu kau juga bucin terus sama dia. Aku mencium bau jomblo karatan dari diri mu. Karena menghargai perasaan Rara".


"Uhahhah.....,"Menggaruk-garuk surai belakang kepalanya yang tidak gatal sembaring tertawa renyah,"Iya gimana iya sudah janji aku sama Rara bakal tobat jadi buaya".


"CK!Rara saja banyak banget stoknya. Gonta-ganti saja sini".


"What?Is that true?".


"Yes. My is berbohong".Di susul Nana tertawa terbahak-bahak.


Memasang raut wajah datar,"Tidak lucu".


"Iya, iya aku tahu. Siapa juga yang bilang lucu".Nana menghapus bui bening yang keluar dari sudut matanya.


Masih memasang raut wajah datar,"Tidak Yohan tidak pasangan nya membuat ku berkeinginan penuh membunuh mereka berdua".Gumam Ian.