The Revengers

The Revengers
Eps.38



Suasana ruangan aula menjadi sangat dingin sekali. Sepertinya hawa musim dingin di luaran sana berhasil menembus masuk ke dalam ruangan yang tertutup rapat ini.


Tidak terkecuali dengan yang terjadi oleh Johan dan Daniel. Kedua pria ini menjadi membeku di tempat. Setelah kenyataan memaksa mereka berdua untuk menerima perubahan banyak dari sosok seorang ayah yang selama ini mereka berdua kenal.


Memang seperti ada benarnya kata pria itu, atau ayahnya. Jika ayah mereka berdua sudah meninggal lama bersama ibu mereka berdua. Dan yang saat ini ada di harapan mereka berdua adalah pria lain. Bukan ayah mereka berdua lagi.


Next.....


Lin melanjutkan mengintrogasi Qiong yang depresi syok ketakutan berlebihan di sana. Akan tetapi wajah ketakutan itu tidak membuat hati kecil Lin meleleh iba. Lin justru semakin memperkeras perlakuan nya agar lekas mendapatkan informasi.


Ia menarik kasar surai rambut Qiong memaksa nya untuk mendongak paksa ke arah nya,"Mau lihat film kematian sekali lagi?".Tanya nya.


Qiong secepatnya menggeleng-geleng cepat. Keringat dingin ketakutan juga bercucuran membasahi pelipis wajahnya. Karena Qiong sadar betul siapa korban selanjutnya.


Lin melepaskan kasar cengkraman tangan nya, membuat tubuh Qiong terhuyat dan membentur kuat ubin lantai.


"Sekarang katakan?".Lin yang menatap datar Qiong yang tidak berdaya karena nya.


"Tuan Wolf ada di pulau Blue. Pulau pribadinya di Australia. Pulau itu di jaga sangat ketat sulit untuk orang luar masuk ke sana sebelum membuat janji khusus dengan penjaga perbatasan".


"Jika pun ada yang berhasil masuk mereka yang masuk akan berakhir mati".


Lin terdiam mendengarkan merekap semua penjelasan yang Qiong beritahukan padanya.


Memohon,"Izinkan aku, istri, dan putri ku keluar, aku mohon. Aku sudah memberitahu mu semua yang aku tahu, aku mohon".Qiong yang mengemis nyawa pada Lin. Sayangnya Lin justru mengabaikan drama mengemis belas kasih itu.


Lin berjalan menjauh dari sana mengabaikan pemohon itu,"Kalian bisa pergi. Tuan Narendra sudah tidak membutuhkan kalian".


Berdiri membelakangi mereka semua,"Jika kalian mampu. Kalian bisa tetap di sini melihat adegan akhirnya".


Bersamaan dengan itu. Sebuah kotak kaca besar naik dari bawah lantai yang terbuka memperlihatkan dua orang yang terikat di kursi plastik tadi.


Qiong yang melihat itu bergegas beranjak dari tempat duduknya. Bergegas berlari mendekat, dengan sisa tenaga nya ia berusaha memutus tali yang mengikat kedua tangannya. Sampai meninggalkan luka yang cukup serius di sana.


Akan tetapi belum lama Qiong terbebas. Api berlahan-lahan muncul dari bawah kotak. Muncul di dalam kotak yang masih ada dua orang hidup di dalam nya.


Qiong mengendor-gedor kaca tebal ini dengan harapan kaca ini akan pecah dan istri juga putrinya dapat ia keluar.


Felix berlalu pergi dari sana lebih dulu. Karena ia sadar betul hal apa yang akan terjadi selanjutnya. Menyisakan, Zack, Dion, Johan, dan Daniel yang masih kuat berdiri di sana. Tanpa ada niatan bergerak untuk menolong.


Karena terlalu keras terus memukul-mukul kaca baja ini. Tangan Qiong sampai berdarah. Dan kaca yang ia pukul hanya membuat retakan sangat kecil.


Sementara api di dalam sana semakin besar semakin besar. Dan Bomm....Woowwrr.......Kedua orang dalam kotak kaca itu terbakar hidup-hidup. Dan Qiong hanya bisa tertekuk lemas, karena perhatiannya sudah tidak bisa melihat kedua tubuh keluarga yang terbungkus api. Ia sudah tidak bisa melihat dua sepasang mata yang berair itu.


Sudah cukup membuat mental Qiong menderita. Dari atas langit-langit aula Dorr....Dorr...Dorr.....Beberapa tembakan pun terdengar. Menembak tepat di tempurung kepala Qiong. Membuat benda bulat itu meledak ******.....Merah pekat bersemburat di mana-mana.


Daniel langsung berlari keluar mendekap mulutnya. Dan Lin yang masih terdiam berdiri di belakang mereka bertiga yang masih tetap tinggal.


Satu hal yang perlu kalian ketahui, jika Lin menyungging senyum sangat manis saat Daniel keluar. Yang berarti tepat saat adegan...


Jauh dari itu semua. Sepertinya ketiga pria ini memiliki mental baja cukup kuat. Karena keduanya tetap diam santai pada tempat mereka berdiri di awal. Tanpa menunjukkan gerakan apapun.


++++


Dari sisi lain ruangan tersembunyi di atas langit-langit aula. Aku yang berdiri sejak tadi memperhatikan semuanya dari balik cermin dua arah.


Semua yang terjadi di bawah sana tidak merubah ekspresi wajah datar ku sama sekali. Tidak ada rasa kesenangan dalam diriku. Aku berlalu pergi dari tempat ku melihat dalam diam. Yang di ikuti oleh Mark sekertaris ku.


+


+


+


+


Maaf terlalu brutal dan kriminal 😔🙏🙏


Setelah membaca sejauh ini. Author memohon sekali. Tinggalkan like" kalian, ataupun subscribe kalian.


Kami sebagai penulis sangat membutuhkan dukungan dari kalian pembaca terbaik.


Sekian Thank


Salam sehat kawan