
Tapp...Tapp...Aku berlari secepat mungkin. Bagk....Lin mendahului lari ku,"Cepat di sana ada motor ku."Ucapnya pada ku.
Lin yang sampai lebih dulu di tempat ia menaruh motor nya bergegas menarik motor, bergegas tancap gas berlalu pergi dari sana.
Aku yang duduk di bonceng sibuk mengatur senjata api untuk ku pergunakan menghentikan pergerakan sekelompok gangster di belakang yang tengah mengejar kami.
Bremmm........Kecepatan tinggi Lin mengemudi keluar dari jalanan sunyi sepi ini. Menghindar dari sekelompok gangster bermotor yang tengah mengejar kami di belakang.
Aku berpaling, mengatur posisi duduk menghadap ke belakang. Dorr....Dorr....Dorr.....Dengan senapan laras panjang otomatis aku menembaki mereka yang mengejar.
CK, sayangnya mereka yang mengendarai mobil belum berhasil ku kalahkan. Shett.....Lin mengemudi drift motor di tikungan tajam. Jalanan yang licin membuat motor ini sedikit goyang. Sementara aku tetap fokus mengangkat senjata laras panjang ku ke arah lawan. Fokus membidik tepat target. Begitu juga dengan mereka yang tidak mengemudikan mobil.
Dorr....Dorr....Kedua peluru ku melesat bersamaan kearah lawan begitu juga dengan peluru lawan. Bomm....Bomm..... Sasaran ku bukanlah menumbangkan musuh melainkan menghancurkan peluru yang musuh luncurkan untuk ku. Dan tanpa mereka sadari, aku telah menembak beberapa peluru laras panjang ke pada mereka.
Motor yang di kendarai Lin berhasil lewat mulus drift di tikungan tajam. Akan tetapi mobil yang mengejar mengalami oleng dan Brakk.....mobil lain yang baru menyusul menabrak mobil yang oleng. Kedua mobil terlibat kecelakaan beruntun sebelum akhirnya meledak Bomm.....
Lin yang memperhatikan dari spion motor sekilas berkata,"Lumayan juga".
Sementara aku kembali mengatur posisi duduk ku dengan benar. Untuk melanjutkan perjalanan kami yang masih jauh untuk kembali ke markas.
Aku dan Lin baru saja menyelinap masuk ke dalam kediaman rumah kedua mafia. Untuk mendapatkan informasi yang cukup kuat menjatuhkan mereka berdua ke dalam jeruji besi penjara.
Sayangnya kami berdua ketauan karena kesalahan ku yang terlalu tersulut emosi menghajar brutal beberapa penjaga.
Next....
Aku memang memiliki rencana untuk mengajak mereka ikut bergabung dengan rencana ku yang akan menguntungkan mereka berdua juga. Namun sesuatu harus di sertai gertakan agar budak tidak mengkhianati Tuan nya. Iya, Aku sudah mendapatkan benda itu. Dengan bantuan Lin rekan penjara ku yang tak sia-sia aku keluar paksa dari penjara.
++++
++++++++
Menjelang larut malam. Aku kembali berkumpul dengan para anggota ku. Mark, Felix, Zack, dan Dion. Aku mengumpulkan mereka berempat di kamar hotel waktu itu. Untuk menunggu sebuah kejutan yang akan membuat mereka berempat terkejut.
Beberapa jam mereka berempat berkumpul di ruang tamu. Dan aku masih ada di kamar untuk membersihkan diri yang kotor karena kekacauan kecil tadi. Bel pintu depan kamar hotel berbunyi. Felix beranjak dari tempat duduknya lebih dulu untuk membukakan pintu kamar hotel.
"Kau".Ujar Felix melihat kedatangan kedua orang yang sangat ingin ia lenyap kan kehadiran nya. Semacam dendam kesumat untuk mereka berdua yang telah banyak membuat kekacauan di kota.
"Biarkan mereka masuk".Ucap ku menghentikan tatapan membunuh mereka semua menjadi penuh pertanyaan pada ku.
Johan dan Daniel berlalu masuk ke dalam ruangan ikut bergabung dengan mereka. Sementara aku sudah duduk di kursi tunggal tempat biasa aku duduk.
Masih dalam diam aku memperhatikan atensi mereka semua yang tidak suka dengan kehadiran Johan dan Daniel di sini.
Memainkan cincin jari kelingking kecil ku,"Aku berikan kesempatan untuk kalian yang ingin meninggalkan ruangan ini".
Baru mendengarkan tawaran ku. Felix beranjak dari tempat duduknya,"Akan tetapi jangan salah aku jika kalian akan pulang tanpa kepala".Lanjut ku.
Membuat Felix dengan terpaksa kembali duduk ke tempat duduk nya semula,"Bit**ch".Umpatnya.
Suasana kembali seperti semula. Mencekam dengan diri ku yang tidak kunjung mengatakan tujuan ku mengumpulkan mereka.
Johan yang terfokus pada ku,"Apa tujuan mu?Cepat katakan kami tidak punya waktu banyak basa basi dengan pertemuan tidak berguna mu".
Ekspresi wajah datar dan tatapan membunuh ku tertuju padanya,"Jika tidak penting kenapa kalian datang, dua saudara kembar."
Mereka yang mendengarkan jelas kalimat terakhir yang ku ucapkan. Langsung membulat manik mata, juga ada yang mengerutkan keningnya. Iya, dari mereka semua belum ada yang mengetahui, jika Johan dan Daniel adalah saudara kembar yang ber drama berselisih membuat kerusuhan di Kota.
Mengepalkan tangannya geram,"Kau sudah tau semuanya".Johan tersenyum tipis tidak heran pada ku.
Aku yang masih menatap datar mereka berdua,"Mudah untuk ku mendapatkan informasi kecil."
"Tidak di ragukan gelar itu cocok untuk mu, Narendra."
Mengabaikan pembicaraan awal,"Ada markas besar di lahan bangkai pesawat. Menurut informasi yang ku dari salah satu bangkai pesawat yang masih utuh ada sebuah rumah mewah di dalamnya. Tempat persembunyian Qiong yang mengetahui informasi penting tentang keberadaan ketua mafia nomer satu yang bergerak menyelundupkan barang haram ke seluruh dunia".
"Tujuan kalian adalah menangkap Qiong hidup-hidup, jika pun mati aku tetap ingin kalian membawakan aku jazadnya".
"Jazad itu masih menyimpan informasi penting untuk keberadaan Ketua mafia nomer satu."
"Apakah setelah itu kami bisa pergi?".Tanya Johan pada ku.
"Terserah kalian berdua. Jika pun kalian berdua ingin cepat bertemu Tuhan aku bisa membantu mempercepatnya."Aku yang menyungging senyum tipis mematikan.
Johan langsung membuang muka muak ke arah lain.
"Ingat perkataan awal ku baik-baik".Menatap mereka semua dingin,"Bawakan Qiong hidup-hidup atau pun mati ke hadapan ku. Dan...jika kalian sampai membuat kesalahan meledak tubuh Qiong",Menjedah ucapan memberikan ruang untuk mereka yang tegang sedikit lebih tenang,"Kalian akan mengunjungi neraka lebih cepat."
Duduk sedikit condor ke depan, membuka kedua kaki dan kedua tangan saling terikat di depan. Perhatian ku yang tertunduk kembali berkata,"Mudah untuk ku menghabisi kalian, sendirian".Nada bicara berat dingin mengerikan untuk mereka.
+++
Pembicaraan ini terus berlanjut. Tanpa aku perduli mereka yang sangat ketakutan dengan ancaman ku. Karena masih banyak rencana yang belum ku sampaikan pada mereka. Terutama tugas masing-masing yang akan ku berikan pada mereka untuk menyergap musuh.
Iya, aku memutuskan rencana ku akan di lakukan besok malam. Di area pembuangan pesawat bekas atau rusak. Aku mengambil kesimpulan semakin cepat di laksanakan akan semakin cepat aku mendapatkan informasi baru dan rencana baru untuk terus lanjut ke permainan lain. Agar cepat untuk ku menemukan mereka yang belum aku temui satupun. Bahkan yang di Indonesia pun hanya sebuah bayangan palsu dirinya saja. CK sialan. Aku sangat geram melihat iblis-iblis itu masih berkeliaran bebas.